Beranda Keislaman Ibadah Hukum Merenggangkan Shaf Jamaah Karena Covid-19, Begini Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i

Hukum Merenggangkan Shaf Jamaah Karena Covid-19, Begini Penjelasan Ulama Mazhab Syafi’i

Harakah.id Merenggangkan shaf jamaah dalam situasi pandemi Covid-19 tidak menyebabkan hilangnya keutamaan shalat berjamaah. Hal ini karena perenggangan itu dilakukan karena ada suatu uzur.

Berjamaah merupakan salah satu anjuran penting dalam pelaksanaan ibadah shalat fardhu. Shalat yang dilaksanakan secara berjamaah memiliki nilai lebih. Allah SWT akan memberi tambahan pahala (fadhilah) bagi yang mau melaksanakannya.

Dalam situasi Covid-19 yang mengancam keselamatan jiwa, kegiatan berjamaah di beberapa masjid di Indonesia sedikit dikurangi. Sebagian masjid bahkan meniadakan ritual shalat berjamaah.

Para pemuka agama mempertimbangkan untuk lebih mengedepankan mencegah penyebaran virus dibanding mendorong masyarakat untuk mendapatkan pahala kesunnahan. Hal ini berangkat dari sebuah kaidah dalam agama yang mengatakan, dar’ul mafasid muqaddam ala jalbil mashalih. Menolak mudarat lebih didahulukan dibanding memburu kebaikan.

Saat ini pemerintah telah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial. Berbagai aktifitas kembali diaktifkan. Termasuk masjid-masjid untuk pelaksanaan shalat berjamaah. Tetapi dengan tetap mempertimbangkan aspek pencegahan. Untuk itu, pelaksanaan shalat berjamaah disesuaikan dengan standar kesehatan. Yaitu dengan membuat jarak antara satu jamaah dengan jamaah lainnya. Merenggangkan barisan jamaah.

Merenggangkan barisan jamaah semacam sebenarnya merupakan sesuatu yang pada asalnya harus dihindari dalam kondisi normal. Hal karena ada anjuran untuk merapatkan barisan. Makruh hukumnya jika ada makmum yang mengambil posisi di belakang padahal terdapat ruang kosong di barisan depannya. Imam Abu Bakar Syatha mengatakan,

(وكره) لمأموم (انفراد) عن الصف الذي من جنسه إن وجد فيه سعة، بل يدخله.

Dimakruhkan bagi makmum menyendiri dari barisan di depannya bila ada ruang yang cukup. Bahkan ia hendaknya memasuki barisan yang masih kosong itu. (I’anah Al-Thalibin, 2/30).

Hukum makruh ini berlaku dalam keadaan normal. Jika dalam kondisi hajat atau darurat, seperti ketika ada uzur, maka hukumnya mubah. Imam Al-Ramli dalam kitab Nihayah Al-Muhtaj mengatakan,

إنْ كَانَ تَأَخُّرُهُمْ عَنْ سَدِّ الْفُرْجَةِ لِعُذْرٍ كَوَقْتِ الْحَرِّ بِالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ لَمْ يُكْرَهْ لِعَدَمِ التَّقْصِيرِ

Bila enggannya para makmum mengisi barisan depan yang kosong karena ada uzur, seperti terjadi musim panas di Masjidil Haram, maka mengosongkan barisan itu tidak makruh karena bukan bentuk kecerobohan. (Nihayahtul Muhtaj, 2/197)

Pernyataan senada diungkapkan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayah Al-Zain. Bahkan beliau menegaskan bahwa berjamaah dengan cara merenggangkan barisan dalam kondisi darurat tetap memperoleh keutamaan. Beliau berkata,

إِن كَانَ تأخرهم عَن سد الفرجة لعذر كوقت الْحر بِالْمَسْجِدِ الْحَرَام لم يكره لعدم التَّقْصِير فَلَا تفوتهم الْفَضِيلَة

Bila enggannya para jamaah mengisi kekosongan barisan di depannya karena uzur, seperti musim panas di Masjidil Haram, maka tidak dihukumi makruh karena bukan disebabkan kecerobohan. Karena itu, mereka tidak akan kehilangan keutamaan berjamaah. (Nihayah Al-Zain, 121)

Kesimpulannya, merenggangkan shaf jamaah dalam situasi pandemi Covid-19 tidak menyebabkan hilangnya keutamaan shalat berjamaah. Hal ini karena perenggangan itu dilakukan karena ada suatu uzur.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...