Beranda Muslimah Hukum Pakai Cadar atau Niqab Opsional, Tidak Diperintahkan dan Tidak Dilarang

Hukum Pakai Cadar atau Niqab Opsional, Tidak Diperintahkan dan Tidak Dilarang

Harakah.id – Hukum pakai cadar atau niqab adalah tindakan yang sifatnya pribadi dan bukanlah suatu kewajiban, tidak diperintahkan dan tidak dilarang.

Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga harga diri dan kehormatannya. Salah satu caranya ialah dengan adanya kewajiban menutup aurat bagi setiap Muslim dan Muslimah.

Dalam fikih diterangkan, batas aurat seorang Muslimah ialah seluruh anggota tubuh perempuan aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Sementara bagi seorang Muslim, auratnya adalah dari pusar sampai lutut. Menurut sebagian ulama, dianjurkan untuk menutup pusar dan lutut juga.

Baca Juga: Aurat Perempuan di Depan Lelaki Bukan Mahram Saat di Luar Shalat Menurut Madzhab Syafi’i

Terkait aurat seorang Muslimah, hal yang sering menjadi perbincangan publik ialah hukup pakai cadar atau niqab. Sebenarnya apa hukum syar’i penutup wajah alias memakai niqab atau cadar bagi seorang Muslimah? Apakah niqab bagian dari jilbab, yang sekarang lebih dikenal dengan hijab atau tidak? Bagaimana penjelasan tafsir surah Al-Ahzab ayat 59 yang sering dikemukakan sehubungan dengan hal ini?

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS: al-Ahzab ayat 59]

Dalam ayat lain,

“وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ “

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”. (QS: al-Nur ayat 31)

Kedua ayat ini saling menyempurnakan, yang mana menentukan sesuatu yang wajib dipakai seorang Muslimah, yaitu pakaian yang menutup tubuhnya dan tidak membukanya kecuali sesuatu yang sangat perlu dan dibutuhkan dalam berinteraksi, wajah dan dua telapak tangan.

Baca Juga: Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Adapun yang dimaksud niqab adalah penutup yang menutupi wajah perempuan dari (pandangan) manusia. Maka tidak wajib baginya menutup wajah dengan niqab dan menutup kedua telapak tangannya dengan sarung tangan atau semacamnya. Hal ini karena tidak adanya dalil sharih dari Al-Qur’an dan hadits yang mewajibkan untuk menutup wajah dan kedua telapak tangan.

Oleh karena itu, hukum memakai niqab atau cadar adalah tindakan yang sifatnya pribadi dan bukanlah suatu kewajiban. Maka menutup wajah dan kedua telapak tangan adalah pekerjaan opsional, tidak diperintahkan dan tidak dilarang. Memakai niqab menjadi perkara baik apabila dikhawatirkan timbulnya fitnah dan membantu menolak kerusakan. (Ahbab Maulana Syaikh Ali Jum’ah)

Berdasarkan hal itu, hukum memakai cadar, niqab atau penutup wajah dan kedua telapak tangan adalah pekerjaan opsional (bebas) yang tidak diperintahkan dan tidak juga dilarang.

Baca Juga: Bolehkah Suami Memukul Isteri yang Nusyuz, Inilah Penjelasan Ulama
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Tidak Ada Hubungannya Dengan Persoalan “Syar’i” dan “Tidak Syar’inya” Pakaian Perempuan

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...