Beranda Keislaman Ibadah Hukum Tidak Memandikan, Menshalati dan Mengkafani Jenazah Korban Wabah Corona

Hukum Tidak Memandikan, Menshalati dan Mengkafani Jenazah Korban Wabah Corona

Harakah.id Hukum memandikan, mengkafani dan menshalati jenazah adalah fardhu kifayah menurut mayoritas ulama. Fardhu kifayah artinya suatu amalan yang ketika sudah ada pihak yang melaksanakannya maka kewajiban itu sudah gugur.

Assalamualaikum. Min, Bahas juga donk hukum Islam tidak memandikan, tidak mensholati, dan mengkafani jenazah yang terkena wabah. Serta hukum Islam tidak melayat saat terjadi tha’un.

Waalaikum salam. Terima kasih telah bertanya. Berikut adalah penjelasannya. Hukum memandikan, mengkafani dan menshalati jenazah adalah fardhu kifayah menurut mayoritas ulama. Fardhu kifayah artinya suatu amalan yang ketika sudah ada pihak yang melaksanakannya maka kewajiban itu sudah gugur. Tidak berdosa bagi orang yang tidak melakukannya.

Jadi ketika sudah ada yang pihak yang memandikan, mengkafani dan menshalati jenazah, maka mereka yang tidak melakukannya tidak berdosa.  Berikut adalah keterangan ulama tentang hukum,

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ تَغْسِيل الْمَيِّتِ وَاجِبُ كِفَايَةٍ بِحَيْثُ إِذَا قَامَ بِهِ الْبَعْضُ سَقَطَ عَنِ الْبَاقِينَ،

Mayoritas ulama fikih berpendapat bahwa memandikan mayit adalah wajib kifayah. Sekira ada sebagian orang yang telah melakukannya, maka kewajiban itu gugur dari yang lain (yang tidak melakukan). (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 16/10)

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ تَكْفِينَ الْمَيِّتِ بِمَا يَسْتُرُهُ فَرْضٌ عَلَى الْكِفَايَةِ.

Para ahli fikih sepakat bahwa mengkafani mayit dengan perkara yang dapat menutupi auratnya adalah fardhu kifayah. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 16/10).

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ الصَّلاَةَ عَلَى الْجِنَازَةِ فَرْضٌ عَلَى الْكِفَايَةِ

Mayoritas ulama fikih berpendapat bahwa menshalati jenazah adalah fardhu kifayah. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 16/17).

Karena itu, jika ada keluarga, saudara, atau tetangga yang tidak turut mengurus jenazah korban Covid-19, tidak perlu merasa berdosa jika memang sudah ada yang melakukannya. Karena kewajiban tersebut sudah tertunaikan oleh pihak rumah sakit atau pihak yang bertanggungjawab lainnya.

Tidak perlu seseorang membongkar jenazah yang telah terkafani dan dimasukkan ke dalam peti, untuk dimandikan dan dikafani lagi. Hal ini jika memang sang jenazah benar-benar telah mendapatkan pengurusan yang baik. Jika belum, maka boleh melepas kafan dan memandikannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan ini penting agar masyarakat tidak tertular virus yang justru mengancam nyawa orang banyak.

Terkait dengan hukum melayat atau takziah, para ulama sepakat bahwa hukum takziah adalah mustahab atau dianjurkan.

لاَ خِلاَفَ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ فِي اسْتِحْبَابِ التَّعْزِيَةِ لِمَنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ahli fikih tentang dianjurkannya takziah kepada orang yang tertimpa musibah. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 12/287)  

Takziah adalah memerintahkan agar orang yang mendapat musibah bersabar dan mengingatkan besarnya pahala orang yang bersabar saat tertimpa musibah. Selain memperingatkan agar tidak berlebihan dalam menyesali secara berlebihan. Takziah untuk mendoakan mayit agar diampuni oleh Allah serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pahala yang besar karena kesabarannya.

Sampai di sini, dapat dipahami bahwa melayat atau takziah hukumnya mustahab atau dianjurkan. Tetapi tidak sampai taraf wajib. Jika seseorang tidak melayat, ia tidak berdosa dalam pandangan agama. 

Demikian penjelasan tentang hukum memandikan, mengkafani, menshalati dan takziah. Semoga bisa dimengerti.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...