fbpx
Beranda Keislaman Tafsir Humazah dan Lumazah, Dua Golongan Yang Dilaknat dalam Al-Quran

Humazah dan Lumazah, Dua Golongan Yang Dilaknat dalam Al-Quran

- Advertisement -

Harakah.id Menurut Wahbah Zuhaili dalam tafsir Al-Munir (15/793), secara umum surat Al-Humazah berbicara tentang beberapa karakter buruk yang harus dijauhi oleh manusia.

Surat Al-Humazah merupakan surah pada urutan 104 di dalam Al-Quran . Ia termasuk surat yang pendek dan tentu saja paling banyak dihafal oleh umat Islam. Surat ini dinamakan dengan Al-Humazah karena mengambil dari salah satu kata dalam ayat pertama surat tersebut. Lantas apa yang dimaksud dengan Humazah? Berikut penjelasannya menurut para ahli Tafsir Al-Quran .

Surat Al-Humazah merupakan surah Makkiyah, turun sebelum Nabi melakukan hijrah ke Madinah. Menurut Wahbah Zuhaili dalam  tafsir Al-Munir (15/793), secara umum surat Al-Humazah berbicara tentang beberapa karakter buruk yang harus dijauhi oleh manusia, dan salah satunya adalah mereka-mereka yang diistilahkan Al-Quran  dengan Humazatil Lumazat.

Jalaluddin As-Suyuthi dalam Lubabun Nuqul Fi Asbabun Nuzul (216) memaparkan beberapa riwayat yang menyebut bahwa surat ini turun membicarakan pribadi beberapa kafir mekkah secara khusus. Berdasarkan riwayat Ibn Abi Hatim dari Ibn Umar, orang yang dimaksud adalah Ubay Ibn Khalaf. Riwayat lain dari As-Sudi menyebut orang yang dimaksud adalah Al-Akhnas Ibn Syariq. Ibn Munzir mengatakan yang disinggung dalam ayat ini adalah Umayyah Ibn Khalaf. 

Ungkapan Humazatil Lumazat sekali pun disebut secara beriringan, ternyata menurut sebagian pendapat  merupakan dua term terpisah yang memiliki makna masing-masing. Ibn Jarir dalam tafsir At-Thabari (24/595) menjelaskan bahwa Humazah maksudnya adalah orang-orang yang suka mengumpat dan memaki orang lain, sedangkan Lumazah adalah orang yang suka mencaci dengan menyebut-nyebut keburukan orang lain.

Ada pula sebagian pendapat yang menyebut dua term ini adalah ungkapan dengan satu makna. Ibn Abbas diriwayat dalam sebuah majelis, beliau pernah ditanyakan tentang siapa orang yang dimaksud dengan Humazatil Lumazat, Ibn Abbas menjawab:

هم المشاءون بالنميمة، المفرقون بين الأحبة، الباغون أكبر العيب

Artinya: mereka adalah orang yang gemar menebarkan gosip, memutuskan tali kasih sayang antar sesama dan membicarakan aib-aib orang lain.

Dalam pendapat yang berbeda yang diriwayatkan dari  Abi Al-‘Aliyah, Al-Humazah adalah mereka yang menjelek-jelekan orang lain di depan, sedang Al-Lumazah mereka yang menjelek-jelekkan orang lain di belakang.

Baca juga:

Tafsir Surat Al-Nas: Kapan Setan Menguasai Manusia dan Cara Mengatasinya

Ada juga sebuah riwayat dari Mujahid yang menyebutkan bahwa Al-Humazah maknanya hinaan terhadap orang lain dengan gerak tangan atau perbuatan, sedangkan Al-Lumazah maknanya hinaan yang disampaikan melaului lisan.

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir beliau (32/92) memetakan ada tujuh pendapat berbeda terkait penafsiran Humazatil Lumazat, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Al-Humazat adalah caci maki sedangkan Al-Lumazat maksudnya menyebut-nyebut aib orang lain
  2. Al-Humazat merupakan perbuatan dengan tangan, sedangkan Al-Lumazat merupakan hinaan dengan ucapan.
  3. Al-Humazat adalah hinaan yang disampaikan langsung di hadapan orang lain, sebaliknya Al-Lumazat hinaan yang disampaikan di belakang.
  4. Al-Humazat adalah hinaan yang disampaikan secara terang-terangan, sedangkan Al-Lumazat adalah menghina orang lain dengan tersembunyi.
  5. Humazatil Lumazat merupakan sebutan untuk orang yang gemar memberi gelar atau panggilan buruk kepada orang lain.
  6. Al-Humazah maksudnya menyakiti tubuh orang di dekat kita, sedang Al-Lumazah maksudnya membeberkan aib orang lain.
  7. Humazatil Lumazat  adalah orang yang gemar menebarkan gosip, memutuskan tali kasih sayang antar sesama dan membicarakan aib-aib orang lain.

Imam Ar-Razi menyimpulkan bahwa semua pendapat tentang penafsiran Humazatil Lumazat pada hakikatnya saling berdekatan. Intinya ungkapan tersebut baik ditafsirkan secara menyatu atau terpisah satu sama lain, maknanya adalah perbuatan yang berlandakan kebencian kepada orang lain. Kebencian ini bisa sebatas perasaan hasad dan dengki, hinaan melalui lisan hingga diwujudkan dengan perbuatan.

Semua perbuatan ini adalah karakter manusia yang dijanjikan oleh Allah kelak akan mendapatkan kecelakaan dan azab yang pedih.

REKOMENDASI

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.id - Mbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen...

Bukan Untuk Diperdebatkan Haram-Halalnya, Maulid Nabi Adalah Momentum Meniru Keteladanan Muhammad

Harakah.id - Maulid Nabi sebenarnya adalah momentum berharga untuk meniru dan belajar dari keteladanan Nabi Muhammad. Maulid Nabi bukan justru waktu...

Kiai Abbas Di Pertempuran Surabaya 1945, Dari Membentuk Telik Sandi Sampai Menghancurkan Pesawat Dengan...

Harakah.id - Kiai Abbas di pertempuran Surabaya 1945 tidak hanya berperan sebagai pasukan, tapi juga komandan dan perumus strategi perlawanan. Selain...

Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Harakah.id - Felix Siauw kembali membuat negeri ini heboh. Heboh sebab pembatalan surat edaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Disdik Babel) yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...