Ibnu Firnas, Ilmuwan Muslim Penemu Pesawat Terbang yang Dilupakan Sejarah

0
107

Harakah.id Salah satu penemuannya ialah mesin pesawat terbang pertama yang berhasil terbang di udara pada masanya.

Ilmu Pengetahuan telah ada pada zaman dahulu dan banyak sekali orang-orang yang senantiasa mengembangkan Ilmu pengetahuan demi umat manusia. Bahkan, banyak sekali penemuan-penemuan yang ditemukan oleh beberapa orang yang sedang mengembangkan ilmu pengetahuan, sebut saja Ilmuwan. Para tokoh Ilmuwan ini, mereka senantiasa berupaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemudahan umat manusia, bahkan mereka rela menghabiskan waktu nya untuk terus senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan sampai akhir hayatnya.

Para tokoh ini sangat dikagumi oleh kalangan sebagian orang. Dan sebagian orang menggangap para tokoh ilmuwan barat lah yang telah berperan besar dalam penemuan-penemuan besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa para tokoh ilmuwan muslim juga ikut ambil peran besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dengan penemuan mereka dan teori-teori mereka.

Mereka sudah banyak berperan besar dalam bidang ilmu pengetahuan demi umat manusia. Maka oleh karena itu, banyak sekali orang yang melupakan jasa-jasa para tokoh tersebut, sehingga banyak dari kalangan masyarakat menggangap para tokoh muslim tidak punya peran dalam bidang ilmu pengetahuan. Salah satunya ialah Ibnu Firnas yang sudah berjasa dibidang Ilmu Pengetahuan dengan temuan-temuannya. Salah satu penemuannya ialah mesin pesawat terbang pertama yang berhasil terbang di udara pada masanya. Bukan bangsa barat yang menemukan penemuan ini, melainkan oleh Ibnu Firnas. Sehingga Ibnu Firnas dikenal oleh kalangan masyarakat pada masanya karena penemuannya.

Abbas bin Firnas

Abbas Qasim Ibnu Firnas dilahirkan pada tahun 810 masehi di Izn-Rand Onda, Andalusia. Sekarang Spanyol. Ia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis sya’ir, dan seorang penggiat teknologi. Ia hidup pada masa Khalifah Umayyah di Andalusia dan ia keturunan dari Maroko.

Ibnu Firnas banyak sekali berperan dalam ilmu pengetahuan melalui penemuannya, salah satu penemuannya yang berperan besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ialah Penemu Teori Awal Pesawat Terbang. Ibnu Firnas merancang konstruksi pesawat terbangnya yang berupa kostum menyerupai burung pada abad ke-9, tepatnya pada masa kempimpinan Khalifah Abdul Rahman II. Ibnu Firnas terinspirasi dari burung yang bisa terbang dengan kedua sayapnya.

Ketika Ibnu Firnas melakukan eksperimentasi alat terbangnya, alat tanpa mesin untuk pertama kalinya. Ia mencoba terbang dari menara Masjid Mezquita di Cordoba menggunakan sayap yang terbuat dari kain yang diikat dengan kayu dan dipasangkan ke badannya. Hasilnya cukup memuaskan. Sayap buatan Ibnu Firnas itu membuatnya berhasil terbang walau hanya beberapa menit di udara. Ia pun jatuh dengan keadaan selamat.

Tidak berhenti disana, Ibnu Firnas terus mengembangkan temuannyaa ke dalam bentuk yang lebih modern, yaitu dengan memakai mesin. Pada tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahu, ia merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia terbang di udara.

Mesin terbang yang ia ciptakan diuji di udara. Dengan mesin terbang yang diciptakannya itu, ia melakukan penerbangan dari bukit Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, di dekat Cordoba. Uji coba yang dilakukan oleh Ibnu Firnas mengundang perhatian masyarakat Rustafa, dekat Cordoba. Semua mata memandang aksi Ibnu Firnas. Hasilnya pun sangat memuaskan. Ia berhasil terbang dengan mesin terbang yang dikendalikannya sendiri, walaupun ia tidak berhasil mendarat dengan baik.

Ibnu Firnas mengalami cidera yang cukup fatal karena mesin terbangnya tidak membuat ia mendarat dengan selamat. Perhitungan Ibnu Firnas mengenai mesin terbangnya ternyata masih kurang. Jika ia terinspirasi dari burung terbang, ia lupa mengadopsi cara burung ketika mendarat. Ternyata, setelah diteliti oleh Ibnu Firnas mengenai hal itu, Ibnu Firnas menemukan bahwa burung mendarat menggunakan ekornya. Ia pun mencobanya dengan menambahkan ekor pada model pesawat buatannya. Apapun yang dihasikan oleh Ibnu Firnas, temuannya mesin terbang menandakan bahwa ia adalah penemu pertama mesin pesawat terbang yang berhasil terbang di udara.

Akan tetapi, masyarakat banyak yang menggangap bahwa mesin pesawat pertama terbang ditemukan oleh dua ilmuwan bersaudara dari barat yaitu yaitu Wright Orville (1871-1948) dan Wright Wilbur (1867-1912) adalah penemu dan pencetus pesawat terbang. Banyak sekali yang menggangap dua ilmuwan ini yang berhasil menemukan mesin pesawat terbang pertama, karena mereka ialah ilmuwan yang pertama kali berhasil menciptakan pesawat terbang yang berhasil melayang di angkasa dengan dikendalikan oleh manusia. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 17 Desember 1903. Kira-kira sekitar 2 tahun, Wright Orville dan Wright Wilbur berhasil menerbangkan pesawat. Kemudian, mereka berdua meningkatkan mesin terbang ke dalam bentuk yang lebih modern, yaitu bentuk pesawat terbang yang ada saat ini. Padahal pernyataan itu sama sekali tidak benar, mereka hanya memberikan fakta palsu dan menggangap para tokoh ilmuwan barat lah yang memiliki peran besar. Akan tetapi, fakta dari jejak sejarah mengatakan bahwa Ibnu Firnas lah yang menemukan mesin pesawat terbang pertama dan memiliki peran yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, harus dikatakan dengan jujur, konstruksi pesawat terbang saat ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Firnas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pesawat terbang lahir dari ilmuwan muslim, bukan ilmuwan barat seperti yang diklaim oleh barat dalam banyak buku sejarah teknologi pesawat terbang.

Dari pembahasan tersebut dapat kita pahami, bahwa Ibnu Firnas ialah salah satu tokoh ilmuwan muslim yang telah berjasa besar bagi umat manusia dibidang teknologi melalui penemuannya. Ini menjadi bukti yang kuat bahwa para tokoh ilmuwan muslim memiliki peran yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, mirisnya banyak masyarakat yang mengklaim penemuan-penemuan besar di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi semua dari barat. Sehingga banyak sekali masyarakat melupakan jasa-jasa para tokoh ilmuwan muslim yang banyak berjasa dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain temuan-temuan teknologi tersebut, orang-orang Barat juga masih banyak yang melakukan klaim dan penyembunyian terhadap jenis temuan teknologi Islam yang belum disadari oleh masyarakat dunia. Misalnya, klaim terhadap cermin kaca sebagai hasil temuan mereka pada tahun 1291. Padahal, kenyataannya cermin kaca telah digunakan oleh islam spanyol pada awal abad ke-11. Contoh lain ialah teknologi gelas, jarum magnet, teknologi pembuatan bubuk mesiu untuk roket, yang semuanya diklaim barat, justru sebenarnya dihasilkan oleh para ilmuwan muslim ketika islam berada pada masa kejayaan dalam berbagai aspek.

Namun kesimpulannya ialah islam sebenarnya banyak memberikan kontribusi penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang hingga kini pengaruhnya masih sangat besar. Namun, kontribusi islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini disembunyikan oleh barat. Oleh karena itu, dari sinilah, muncul tanggung jawab generasi muslim untuk berjuang melanjutkan kejayaan islam dalam peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi di masa-masa yang akan datang. Wallahu A’lam.

David Gunawan, Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta