Beranda Keislaman Muamalah Iman Itu Buahnya Kasih Sayang, Bukan Teror dan Maki Kebencian

Iman Itu Buahnya Kasih Sayang, Bukan Teror dan Maki Kebencian

Harakah.idIman yang bersemayam dalam tiap hari seorang mukmin melahirkan karakter dan sikap yang muncul dalam kesehariannya. Nyatanya, salah satu tanda keimanan adalah sikap kasih, penyayang, bukan caci maki, kebencian apalagi teror.

Pertanyaan sederhana yang harus kita ajukan, apa sih buah dari iman? Apa tandanya kalau kita sudah memiliki iman di dalam diri kita? Jawabannya adalah tumbuhnya rasa cinta kasih dan sayang terhadap orang lain, baik yang muslim maupun yang nun muslim, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Sebaliknya, jika Islam dan Iman yang kita miliki melahirkan teror dan kebencian, maka sejatinya ia bukanlah iman, tapi fatamorgana bikinan setan.

Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW sering kali bersabda mengenai iman. Beliau sering menggunakan kata “la yu’minu” atau “man kana yu’minu” serta kalimat-kalimat lain yang berkaitan dengan keimanan. Seperti misalnya hadis:

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“Seseorang tidak dikatakan beriman sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”

Riwayat lain yang biasa kita dapati adalah hadis “man kana yu’minu billahi bal yaumil akhir, fa-l-yukrim jarahu” (barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka muliakanlah tetangganya). Ada lagi riwayat misalnya “man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir, fa-l-yaqul khairan Faw liyashmut” (barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka berkata-katalah yang baik atau diam). Dua riwayat ini, berikut satu hadis yang disuguhkan sebelumnya menunjukkan kepada kita bahwa buah dari iman adalah lahirnya sikap berbuat baik, cinta, kasih sayang, peka dan menghargai orang lain.

Kalau beriman, kita disuruh memuliakan tetangga kita. Karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan rumah kita. Kalau ada apa-apa, yang pertama kali tahu dan bisa membantu adalah tetangga. Nabi juga bersabda, kalau beriman, kita diperintahkan untuk berkata-kata yang baik, kalau tidak bisa, lebih baik diam. Kata-kata adalah media komunikasi sosial. Kalau kata-kata kita baik dan lembut, orang lain akan nyaman dan bahagia. Sebaliknya, kalau kata-kata kita kurang baik, orang lain mungkin bisa tersakiti.

Maka ajaran kasih sayang kepada orang dan makhluk lain pun menjadi inti dari keimanan itu sendiri. Sebagaimana yang disiratkan oleh sabda Nabi Muhammad SAW:

الراحمون يرحمهم الرحمن، إرحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

“Mereka yang menyayangi sesamanya akan disayang Allah. Sayangilah segala sesuatu yang ada di bumi, maka kamu akan disayangi mahluk yang ada di langit.”

Dari hadis-hadis ini kita tahu bahwa tidak ada sama sekali riwayat atau ajaran agama Islam yang menghendaki teror, kekerasan dan kebencian. Seluruh poros doktrin keislaman, kalau kita perhatikan, menuju kepada nilai-nilai kemanusiaan. Maka sekali lagi, anda bisa mengetahui keimanan diri anda jika dari diri anda lahir rasa cinta kasih dan saling menghargai terhadap sesama.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...