Beranda Editorial "Indonesia Bukan Hanya Milik PDIP" dan Ceramah Gus Baha' yang Dipolitisir

“Indonesia Bukan Hanya Milik PDIP” dan Ceramah Gus Baha’ yang Dipolitisir

Harakah.idBaru-baru ini beredar potongan video ceramah Gus Baha’ berdurasi 6 menit yang berisi soal nasionalisme umat Muslim dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tapi yang menjadi problem, video tersebut diberi judul “Indonesia bukan hanya milik PDIP dan Soekarnoisme”

Dalam buku “Ngaji Hadis Ngaji Tradisi”, saya jelaskan kalau problem kontemporer dalam studi hadis yang perlu diamati kini adalah kapan/mengapa/bagaimana hadis dimunculkan ke permukaan dan mengalami popularisasi? Hadisnya mungkin sahih, tapi momentum kemunculannya kadangkala yang jadi masalah.

Nah kok kebetulan baru-baru ini muncul potongan video Gus Baha’ soal Soekarnoisme dan PDIP. Potongan video sepanjang 6 menit itu terfragmen secara politis dan mengarah pada satu konstelasi politik tertentu.

Soekarno memang manusia. Dalam “Soekarno Studies” saya juga menyesalkan upaya-upaya ideologisasi dan mitologisasi Soekarno, baik dalam bentuk terminologi, slogan ataupun foto kampanye tok, baik dalam bentuk soekarnoisasi ataupun de-soekarnoisasi juga. Dua-duanya kehilangan “api” dan hanya mewarisi “abu”.

Soekarnoisme dalam maknanya yang mitologis memang problematik. Tapi soekarnoisme dalam wujud spirit, yang didalamnya juga termaktub keterlibatan banyak orang untuk tujuan kemerdekaan, saya kira tidak ada problem. Soekarnoisme yang dimaksud Gus Baha’, saya yakin adalah terminologi yang mengarah pada pemujaan berlebih dan sikap menisbikan peran pihak-pihak lain.

Tampaknya, potongan video yang beredar tersebut juga merupakan upaya untuk kembali mendikotomi dan memetak-metakkan kelompok Nasionalisme dan Islamisme. Perdebatan yang saya kira sudah lapuk. Kaum santri, yang secara implisit mewakili kelompok Islamisme, nyata-nyatanya juga kelompok nasionalis. Sejarah kemerdekaan kita memperlihatkan keterlibatan kaum santri dan sejauh apa nasionalisme tertanam dalam diri mereka.

Indonesia sebagai satu keutuhan dan rerimbunan urunan gagasan juga tidak bisa diklaim hasil rumusan satu orang dan satu kelompok tertentu. Makanya Soekarno dulu dekat dengan banyak orang, termasuk poro Kiai. Dia timba gagasan fikih siyasahnya Mbah Wahab dan ketajaman mata batin Kiai Basari Sukanegara. Sebaliknya, Soekarno juga punya peran khusus sebagai corong dan momentum of displacing serta hibridity di hadapan subyek kolonial.

Dengan kata lain, yang problematik dari beredarnya video Gus Baha’ tersebut, bukanlah ceramah Gus Baha’ ataupun Soekarnonya, tapi pihak-pihak yang memuja versi kebenarannya sendiri lalu dengan sengaja dan sadar telah menunggangi beliau berdua demi kepentingan busuk yang entah untuk maksud dan tujuan apa.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...