fbpx
Beranda Keislaman Akidah Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia tidak bisa menentukan siapa jodohnya.

- Advertisement -

Sekalipun merupakan ajaran dasar dalam Islam, ternyata masih banyak umat Islam yang belum mengetahui perihal takdir. Hal ini bisa dilihat misalnya, banyak yang masih bertanya, apakah jodoh termasuk takdir atau pilihan?

Apapun yang dilakukan manusia tidak dapat dilepaskan dari ketentuan Allah. Termasuk soal memilih dan mendapatkan jodoh. Ketentuan Allah ini disebut qadha dan qadar. Atau istilah lainnya, takdir.

Baca Juga: Masih Ada Peluang! Ini 3 Cara Mengubah Takdir Buruk Menjadi Baik Sesuai Ajaran Nabi

Dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, beriman kepada takdir adalah kewajiban. Ia termasuk salah satu rukun keimanan.

عَنْ عُمَرَ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلامُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: “أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Dari Umar bahwa Jibril As. bertanya kepada Nabi Saw., “apakah itu iman?” Rasulullah Saw. menjawab, “(Iman) adalah kamu percaya Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.” [HR. Ahmad].

Baca Juga: Profil Ibnu Taimiyah, Ulama yang Rela Menjomblo Demi Ilmu

Takdir adalah ketentuan Allah. Ketentuan Allah meliputi segala hal pada diri manusia seperti jenis kelamin, celaka atau selamat, berapa rizkinya dan kapan kematiannya. 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِنَّ اللَّهَ وَكَّلَ فِي الرَّحِمِ مَلَكًا، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْلُقَهَا قَالَ: يَا رَبِّ أَذَكَرٌ، يَا رَبِّ أُنْثَى، يَا رَبِّ شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ، فَمَا الرِّزْقُ، فَمَا الأَجَلُ، فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ

Dari Anas bin Malik Ra. dari Nabi Saw. yang bersabda, “sungguh, Allah mewakilkan satu malaikat di tiap rahim. Lalu dia berkata, ‘wahai Tuhanku, dia sudah masih dalam bentuk air mani. Wahai Tuhanku, dia sudah jadi gumpalan darah. Wahai Tuhanku, dia sudah jadi segumpal daging.’ Ketika Allah menghendaki menyempurnakan penciptaannya, malaikat berkata, ‘wahai Tuhanku, dijadikan laki-laki atau perempuan? wahai Tuhanku, dijadikan orang yang merugi atau beruntung? Bagaimana rezekinya? Bagaimana ajal kematiannya?’ Lalu ditentukan seperti itu di dalam perut ibunya.” [HR. Al-Bukhari].

Baca Juga: Jika Semua Sudah Ditakdirkan, Kenapa Mesti Berdoa? Ini Jawaban Imam Al-Ghazali

Rezeki secara bahasa adalah pemberian (al-atha’). Tepatnya, pemberian Allah kepada hambanya baik dalam bentuk perkara duniawi maupun ukhrawi (dunyawiyan au ukhrawiyyan).

Jadi, apakah jodoh itu takdir atau pilihan?

Jodoh atau pasangan hidup juga termasuk rezeki. Karena Allah sudah menentukan rezeki setiap manusia, berarti Allah juga sudah menentukan jodoh setiap orang.

Baca Juga: 2 Macam Takdir dalam Islam, Takdir Mubram dan Takdir Mu’allaq

Sekali lagi, kita bisa berencana dan berikhtiar dengan mencari, memilih, serta menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi kita tidak bisa menentukan siapa jodoh kita. Bisa jadi, memang dia yang selama ini kita perjuangkan, bisa jadi orang lain, yang sebelumnya tidak pernah kita lirik dan kita sangka-sangka.

Baca Juga: Misteri Nama Paulus yang Disebut dalam Tafsir Ibnu Katsir

REKOMENDASI

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.id - Mbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen...

Bukan Untuk Diperdebatkan Haram-Halalnya, Maulid Nabi Adalah Momentum Meniru Keteladanan Muhammad

Harakah.id - Maulid Nabi sebenarnya adalah momentum berharga untuk meniru dan belajar dari keteladanan Nabi Muhammad. Maulid Nabi bukan justru waktu...

Kiai Abbas Di Pertempuran Surabaya 1945, Dari Membentuk Telik Sandi Sampai Menghancurkan Pesawat Dengan...

Harakah.id - Kiai Abbas di pertempuran Surabaya 1945 tidak hanya berperan sebagai pasukan, tapi juga komandan dan perumus strategi perlawanan. Selain...

Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Harakah.id - Felix Siauw kembali membuat negeri ini heboh. Heboh sebab pembatalan surat edaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Disdik Babel) yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...