Beranda Keislaman Tafsir Inilah 4 Makna Kata Kafir dalam Al-Qur’an yang Harus Kamu Tahu

Inilah 4 Makna Kata Kafir dalam Al-Qur’an yang Harus Kamu Tahu

Harakah.id Berikut 4 contoh kata kafara dalam Al-Qur’an terjemah kemenag 2019 yang memiliki berbagai macam makna.

Makna kata kafir dalam Al-Quran. Akhir-akhir ini, masyarakat dibuat resah dengan faham takfiri yang sering menghukumi kafir orang-orang diluar kelompoknya. Kebanyakan orang berpikir bahwa kafir adalah kata yang memiliki makna keluar dari islam. hal itu kurang tepat karna di dalam Al-Qur’an pun banyak disebutkan kata kafara yang tidak bermakna keluar dari islam. kata kafara dalam Al-Qur’an dijadikan dalil untuk mengkafirkan orang lain yang bahkan dulu al-Qur’an menggunakan kata tersebut untuk mengkafirkan orang kafir. Maka kata “kafir” ini menjadi hal yang menarik untuk di bahas.

Kata kafir ditulis dengan  tiga huruf yaitu  كفر.  Jika ditasrif menadi كَافِر  –  يَكْفُرُ  –  كَفَرَ. Secara literal, kata kafir berasal dari akar kata kaf, fa, ra yang berarti menutupi. Dari pengertian tersebut muncul beberapa makna pengembangan dari kata asalnya. Al-Qur’an yang menjadi kitab suci umat muslim juga membahas “kekafiran” tersebut dengan beberapa redaksi. Tidak hanya makna asalnya saja namun juga pengembangan kata menurut konteksnya masing-masing.

Dalam kajian semantik, kata kafir dibedakan menjadi dua yaitu makna dasar dan makna relasional. Makna dasar Kafir berasal dari kata kafara yang secara mendasar berarti ‘tidak bersyukur’. Selain itu, makna dasar dari kata ini tetap begitu sejak masa pra-Islam hingga sekarang.  Sedangkan makna relasional adalah sesuatu yang menyesuaikan dengan kata yang  ditambahkan pada posisi tertentu, dalam bidang tertentu, dan berada pada relasi tertentu.

Dalam kajian semantik pula satu kata bisa memiliki banyak makna atau banyak kata bisa memiliki satu makna yang dilihat dari segi historis atau analisa sintagmatik dan paradigmatik. Sintagmatik adalah metode menggali makna dengan memperhatikan kata sebelumnya atau setelahnya, sedangkan paradigmatik menggunakan metode komprasi sinonim atau antonimnya. Dalam perkembangan sejarah, terjadi pergeseran makna kata kembangan kafara menjadi lebih dekat pada makna ‘tidak percaya’ bentuk pengingkaran konsep iman.

Harifuddin Cawidu, dalam tulisannya membagi kata kafir menjadi 7 jenis yaitu: Kufr al-Inkar yaitu kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan, rasul-rasul-Nya, dan seluruh ajaran yang mereka bawa, Kufr al-Juhud yaitu mengakui dengan hati namun mengingkari dengan lisan ajaran islam, Kufr al-Nifaq yaitu pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati, Kufr al-Shirk yaitu mengingkari keesaan Alloh SWT., Kufr al-Ni’mah yaitu mengingkari ni’mat yang telah diberirikan Tuhan, Kufr al-Irtidad yaitu kembali pada kekafiran (tidak lagi iman), dan Kufr Ahl al-Kitab yaitu kaum yahudi dan nasrani yang sering disbut Qur’an.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kata kafara bisa dibagi menjadi 4 bagian makna umum yaitu: kafir lawan dari iman dan islam, ingkar yang berarti mendustakan Alloh SWT., Rasulullah SAW, dan kitab sucinya, kufur dalam arti lawan dari syukur, serta kafir ahlul kitab.

Berikut 4 contoh kata kafara dalam Al-Qur’an terjemah Kemenag 2019 yang memiliki berbagai macam makna.

  1. Kafir (Q.S. Al-Kafirun [109]: 1)

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

Kata kafir dalam ayat ini memang ditujukan untuk orang-oraang yang benar-benar kafir, bukan untuk seorang muslim yang kemudian dikafirkan.

  • Ingkar (Q.S. Al-Baqarah [2]: 39)

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ࣖ

Sementara itu,) orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

  • Kufur lawan dari syukur (Q.S. Ibrahim [14]: 7)

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Kufur dalam hal ini tentu tidak sampai mengeluarkan seorang muslim dari islam. kufur nikmat hanya sebatas menjadi orang fasiq, tidak menjadikan seorang muslim murtad atau kafir.

  • Kafir ahlul kitab (Q.S Al-Ma’idah [5]: 68)

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗوَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, kamu tidak menganut sesuatu pun (agama yang benar) hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan ingkar. Maka, janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu.

Dalam kajian semantik yang mendalami tentang makna dalam al-Qur’an dengan berbgai metodenya berpandangan bahwa suatu kata bisa memiliki banyak makna atau sebaliknya. Salah satu kata yang menarik dibahas adalah كفر. Saat berdampingan dengan istilah iman atau ketuhanan, maka maknanya menjadi kafir lawan dari iman. Jika berdampingan dengan nikmat, maka bermakna kufur / tidak mensyukuri nikmat. Jika berdampingan dengan penyebutan kekuasaan Tuhan maka barmakna inkar. Jika melihat peristiwa masa lalu dan penyebutan dengan istilah lain, maka bisa jadi bermakna kafir Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani. Metode tersebut dapat dipelajari dalam kajian semantik yang lebih dalam tentang relasi kata sehingga dapat memiliki makna yang berbeda.

Artikel “Inilah 4 Makna Kata Kafir dalam Al-Qur’an yang Harus Kamu Tahuadalah kiriman Achmad Muzakki Abdirrozak, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...