Inilah Alasan Mengapa Surat Al-Fatihah Mempunyai Banyak Nama

0
67

Harakah.idSurat al-Fatihah memiliki banyak nama atau sebutan lain, seperti Umm al-Kitab, Umm Al-Qur’an, dan sebagainya. Inilah alasan mengapa surat Al-Fatihah mempunyai banyak nama.

Surat al-Fatihah menjadi satu di antara surat yang paling istimewa di dalam Al-Qur’an, sebab surat al-Fatihah menjadi rukun di dalam shalat. Pelaksanaan shalat yang meninggalkan pembacaan al-Fatihah membuat shalat bernilai tidak sah alias batal.

Bukti keistimewaan surat al-Fatihah lainnya adalah surat al-Fatihah memiliki banyak nama atau sebutan lain, seperti Umm al-Kitab, Umm Al-Qur’an, dan sebagainya. Imam Jalaluddin al-Suyuthi menyebutkan bahwa menurut orang Arab, memiliki banyak nama berarti menunjukkan kedudukan yang penting atas pemilik nama-nama tersebut. 

Surat al-Fatihah biasa disebut dengan nama Umm Al-Qur’an (Induk dari Al-Qur’an), Umm Al-Kitab (Induk dari Kitab), dan Al-Qur’an al-Adzim (Al-Qur’an yang Agung) karena dilandasi atas hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda: Surat yang dimulai dengan “Segala puji bagi Allah, Tuhan Penguasa alam” merupakan induk dari Al-Qur’an, induk dari al-Kitab, tujuh ayat yang sering diulang, dan Al-Qur’an yang agung. Imam Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini kategori hasan-shohih. 

Imam Bukhari di dalam Shahih-nya menyebutkan bahwa penamaan Umm Al-Qur’an disebabkan oleh peletakan surat al-Fatihah sebagai surat yang pertama di dalam teks Al-Qur’an dan surat yang dibaca ketika memulai rakaat di dalam shalat. Ibn Jarir al-Thabari juga menuturkan bahwa penyebutan al-Fatihan sebagai induk Al-Qur’an karena seluruh makna Al-Qur’an terangkum di dalam al-Fatihah.

Masyarakat Arab menganggap bahwa segala hal yang dapat merangkum suatu hal dengan ringkas disebut sebagai Umm atau Ibu. Atas alasan ini pula, al-Fatihah disebut dengan nama Al-Qur’an al-adzim. Penamaan surat al-Fatihah dengan sebutan Sab’ al-Matsani (tujuh yang sering diulang) dilandasi oleh penggunaan surat al-Fatihah (yang terdiri atas 7 ayat) dan sering dilantunkan dalam kehidupan sehari-hari (sebab wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat). 

Nama lainnya lagi adalah al-Hamd (pujian), karena di dalamnya terdapat kata al-Hamd. Sebagaimana penyebutan surat al-Baqarah, karena di dalamnya disebutkan kata al-Baqarah. Syaikh al-Sindi di dalam Syarah al-Sindi ‘ala Ibn Majah menyebutkan bahwa penamaan al-Fatihah sebagai al-Hamd disebabkan oleh penggunaan kata al-Hamd sebagai jiwa dari surat al-Fatihah.

Selain al-Hamd, surat al-Fatihah juga disebut dengan al-Shalat karena sebuah hadits qudsi yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad berkata: Allah Ta’ala telah berkata kepadaku “Aku membagi al-Shalat (al-Fatihah) menjadi dua bagian, yakni untuk diri-Ku dan untuk hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku: segala apapun yang ia minta”. Menurut sebagian besar mayoritas Ulama, penyebutan al-Shalat juga disebabkan oleh fungsi surat al-Fatihah sebagai syarat sah shalat. 

Dalam sebuah hadits dari Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa ketika itu Abu Sa’id membaca surat al-Fatihah untuk menyembuhkan seseorang yang disengat oleh kalajengking (scorpio).

Kemudian Nabi Muhammad bertanya kepada Abu Sa’id: “Bagaimana engkau bisa mengetahui bahwa surat itu (al-Fatihah) adalah ruqyah?” Berdasar hadis riwayat Imam Bukhari inilah, surat al-Fatihah juga biasa disebut dengan nama al-Ruqyah

Demikian penjelasan singkat tentang alasan mengapa surat Al-Fatihah mempunyai banyak nama. Hal itu karena surat Al-Fatihah mempunyai banyak keistimewaan. Semoga penjelasan tentang alasan mengapa surat al-Fatihah mempunyai banyak nama ini bermanfaat.