Inilah Cara Berterima Kasih Kepada Rasulullah Atas Jasanya Memberi Petunjuk Kita

0
1802

Harakah.idBersyukur dan berterima kasih kepada Rasulullah adalah suatu keniscayaan. Inilah cara berterima kasih kepada Rasulullah.

Bersyukur atas nikmat adalah hal yang wajib bagi seorang yang beriman. Adanya rasa syukur dalam diri seseorang menandakan bahwa ia seorang yang beriman, sebab ia menyadari bahwa kenikmatan yang diperolehnya merupakan anugerah dari Allah ta’ala. Dari rasa syukur itulah akan timbul sikap memanfaatkan nikmat dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Namun, bersyukur tidak hanya kepada Allah sebagai Dzat pemberi nikmat, akan tetapi juga kepada makhluk-Nya sebagai perantara sampainya nikmat kepada seseorang. Allah ta’ala telah menjelaskan dalam firman-Nya ;

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَ

Artinya: Bersyukurlah kepada-Ku atas nikmat yang telah Aku karuniakan kepadamu dan bersyukurlah juga kepada kedua orang tuamu karena melalui keduanya kamu bisa hadir di muka bumi ini. (Qs. Luqman: 14)

Bersyukur kepada Allah yakni berupa menyembah dengan melaksanakan syariat dan taat kepada-Nya, dan bersyukur kepada kedua orang tua berupa berbakti kepada  dengan berupaya melaksanakan perintah dan mewujudkan keinginannya.

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa bersyukur tidak hanya kepada Allah Swt. namun juga kepada makhluk-Nya sebagai perantara sampainya nikmat kepada orang tersebut. Sikap syukur kepada makhluk minimal dengan ucapan terima kasih, dan yang paling utama yakni dengan berbuat baik kepada seluruh makhluk-Nya. Sejatinya, setiap nikmat yang Allah ta’ala anugerahkan kepada hamba-Nya melalui perantara, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta.

Kaitannya nikmat paling agung bagi seorang muslim yang teramat wajib disyukuri ialah iman dan islam, dan cara paling tepat untuk menyukurinya ialah dengan menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Dan Nabi Muhammad Saw. sebagai perantara tersampaikannya nikmat iman dan islam kepada kita, maka kita wajib menunjukkan sikap syukur kepada Nabi Muhammad Saw. 

Sebagaimana yang telah dijelaskan diawal, minimal sikap syukur kita kepada makhluk yakni dengan ucapan terima kasih atau jazakallaahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka hal itu juga perlu kita lakukan kepada Nabi Muhammad Saw.

Dari Abdullah bin Abbas Ra. bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda ;

مَنْ قَالَ : جَزَى اللَّهُ عَنَّا مُحَمَّدًا بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ، أَتْعَبَ سَبْعِينَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ

Artinya : Siapa pun yang mengucapakan “Jazakallahu ‘anna Muhammadan bi maa huwa ahluhu” (semoga Allah membalas Nabi Muhammad Saw. atas kebaikannya kepada kami dengan sesuatu yang sesuai kedudukannya), maka akan melelahkan tujuh puluh malaikat pencatat amal menulis kebaikannya selama seribu hari. (Riwayat Imam Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Ausath nomor hadits 237)

Nabi Muhammad Saw. menjelaskan betapa besarnya kebaikan yang diperoleh bagi seseorang yang membaca kalimat tersebut sebagai ungkapan terima kasih kepada Rasulullah Saw. Diharapkan dengan membaca kalimat tersebut dapat mengingatkan kita tentang jasa dan perjuangan Nabi Muhammad Saw. untuk umat manusia begitu besar, terlebih bagi keselamatan dan kebahagiaan umatnya.

Patutlah bagi kita untuk bersyukur atas karunia iman dan islam serta menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad Saw. Sebagian Ulama ketika ditanya tentang nikmat apa yang paling besar ? maka mereka akan menjawab “Nikmat yang paling besar ialah anugerah menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad Saw.” 

Sikap syukur kepada Nabi Muhammad Saw. tidak hanya berhenti pada jazakallahu ‘anna Muhammadan bi maa huwa ahluhu, akan tetapi kita juga dituntut untuk meneladani perilku keseharian dan jalan hidup Nabi Muhammad Saw. sebagaimana yang telah ditetapkan oleh syariat agama.