Inilah Cucu Kesayangan Rasulullah Selain Hasan dan Husain

0
4687

Harakah.idPada umumnya, umat Islam lebih mengenal cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Hasan dan Husain. Padahal, cucu Nabi bukan hanya mereka. Dalam sejarah, Nabi memiliki cucu lain. Ia adalah Umamah binti Abul Ash bin Rabi’.

Pada umumnya, umat Islam lebih mengenal cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Hasan dan Husain. Padahal, cucu Nabi bukan hanya mereka. Dalam sejarah, Nabi memiliki cucu lain. Ia adalah Umamah binti Abul Ash bin Rabi’.

Umamah adalah cucu kesayangan Nabi. Seorang anak perempuan dari pasangan Abul Ash bin Rabi’ dan Zainab binti Rasulillah SAW.  Zainab adalah anak perempuan tertua Rasulullah SAW. Anak pertama Nabi adalah Qasim, yang dengannya Nabi diberi nama kunyah Abul Qasim.

Dalam catatan singkat ini, kita akan mengulas profil Umamah binti Abul Ash. Cucu kesayangan Rasulullah.

Cucu dari Puteri Tertua Nabi

Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah Al-Kubra dan dikaruniai enam orang anak. Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan yang paling kecil Fathimah. Qasim dan Abdullah wafat ketika keduanya masih kecil. Zainab tumbuh dewasa lalu menikah dengan seorang lelaki bernama Abul Ash Rabi’. Abul Ash bin Rabi’ adalah keponakan Khadijah. Khadijah memandang Abul Ash adalah lelaki yang bertanggungjawab dan berakhlak baik. Rasulullah SAW pernah membuktikan kemuliaan sikap Abul Ash.

Ketika dua puteri Nabi lainnya diceraikan suaminya karena beriman kepada Nabi Muhammad, Abul Ash tidak menceriakan istrinya. Keduanya tetap harmonis sekalipun berbeda agama. Zainab menjadi Muslim, Abul Ash masih dalam keyakinan lamanya. Bahkan sampai Nabi Muhammad berhijrah ke Madinah, keduanya tetapi saling menyayangi.

Zainab wafat pada tahun delapan hijriah. Umamah yang masih kecil akhirnya dirawat oleh Rasulullah SAW. Para sahabat menceritakan betapa Rasulullah SAW sangat mencintai cucu perempuannya tersebut.

Potret Kasih Sayang Rasulullah

Beberapa riwayat hadis menceritakan tentang interaksi Nabi dengan Umamah. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari,

عن أبي قتادة رضي الله عنه: (أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يصلي وهو حامل أمامة بنت زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم ولأبي العاص بن الربيع، فإذا سجد وضعها، وإذا قام حملها)

Dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah shalat sedang beliau menggendong Umamah puteri  Zainab binti Rasulillah dan Abul Ash bin Rabi’. Ketika sujud, beliau melekatakkan Umamah. Ketika hendak berdiri, beliau menggendongnya lagi. (HR Al-Bukhari).

Riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah memberi kalung emas kepada Umamah, tidak kepada istri-istri beliau.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: (أُهْدِيَ لرسول الله صلى الله عليه وسلم قلادة من جِزع (خرز) ملمعة بالذهب، ونساؤه مجتمعات في بيت كُلهن، وأُمامة بنت أبي العاص بن الربيع جارية (صغيرة) تلعب في جانب البيت بالتراب، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كيف ترينَ هذه؟ فنظرن إليها فقلن: يا رسول الله ما رأينا أحسن من هذه ولا أعجب! فقال: ارددنها إليَّ، فلما أخذها قال: والله لأضعنّها في رقبة أحب أهل البيت إليّ، قالت عائشة: فأظلمت عليّ الأرض بيني وبينه خشية أن يضعها في رقبة غيري منهن، ولا أراهن إلا قد أصابهن مثل الذي أصابني، ووجَمْنا جميعاً، فأقبل حتى وضعها في رقبة أمامة بنت أبي العاص، فسُرِّيَ عنّـا) رواه الطبراني.

Dari Aisyah RA yang berkata, “Rasulullah SAW mendapatkan hadiah kalung yang dihiasi emas. Istri-istri beliau berkumpul di satu rumah. Umamah binti Abil Ash adalah seorang bocah perempuan yang sedang bermain tanah di samping rumah. Rasulullah SAW bertanya, ‘Bagaimana kalung ini menurut kalian?’ Para istri Nabi memandang kalung indah itu. Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, kalung ini sungguh indah dan mengagumkan.’ Nabi berkata, ‘Kembalikan kalung itu kepadaku.’ Ketika Nabi telah memegangnya, beliau berkata, ‘Demi Allah, aku akan meletakkannya di leher anggota keluargaku yang paling aku cintai.’ Aisyah berkata, ‘Lalu bumi terasa gelap untukku, khawatir jika Rasulullah memberikan kalung itu kepada madu-maduku. Madu-maduku aku lihat punya kekhawatiran yang sama. Ternyata, Rasulullah berpaling dan memasangkan kalung itu di leher Umamah binti Abil Ash. Kami pun lega. (HR Al-Thabarani).

 عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – دَخَلَ عَلَى أَهْلِهِ وَمَعَهُ قِلادَةُ جَزْعٍ فَقَالَ: [لأُعْطِيَنَّهَا أَرْحَمَكُنَّ. فَقُلْنَ يَدْفَعُهَا إِلَى بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ. فَدَعَا بِابْنَةِ أَبِي الْعَاصِ مِنْ زَيْنَبَ فَعَقَدَهَا بِيَدِهِ وَكَانَ عَلَى عَيْنِهَا غَمَصٌ فَمَسَحَهُ بِيَدِهِ. هَكَذَا قَالَ غَمَصٌ]

Dari Ali bin Zaid bahwa Rasulullah SAW masuk rumah membawa kalung emas. Beliau berkata, ‘Saya akan memberikannya kepada orang yang paling aku cintai.’ Istri-istri Rasulullah menduga bahwa beliau akan memberikannya kepada puteri Abu Bakar. Tetapi Rasulullah memanggil puteri Abul Ash bin Rabi’ dan Zainab. Di matannya, terdapat kotoran. Rasulullah SAW mengusapnya dengan tangannya.’ Begitulah, redaksi yang digunakan adalah ghamas (kotoran mata). (HR Ibnu Sa’d dalam Thabaqat).

Sebagai cucu kesayangan Rasulullah, Umamah diperebutkan oleh para lelaki terhormat saat itu. Umar bin Khatthab, Ali bin Abi Thalib hingga Muawiyah bin Abi Sufyan tertarik untuk menikahinya. Tetapi sejarah mencatat bahwa Ali bin Abi Thalib lah yang menikahi Umamah setelah wafatnya Fathimah binti Rasulullah. Imam Ad-Dzahabi mencatat,

 تَزَوَّجَ بِهَا عَلِيُّ بنُ أَبِي طَالِبٍ فِي خِلاَفَةِ عُمَرَ، وَبَقِيَتْ عِنْدَهُ مُدَّةً، وَجَاءتْهُ الأَوْلاَدُ مِنْهَا. وَعَاشَتْ بَعْدَهُ، حَتَّى تَزَوَّجَ بِهَا المُغِيْرَةُ بنُ نَوْفَلِ بنِ الحَارِثِ بنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ الهَاشِمِيُّ، فَتُوُفِّيَتْ عِنْدَهُ بَعْدَ أَنْ وَلَدَتْ لَهُ يَحْيَى بنَ المُغِيْرَةِ. مَاتَتْ فِي دَوْلَةِ مُعَاوِيَةَ بنِ أَبِي سُفْيَانَ، وَلَمْ تَرْوِ شَيْئاً.

Ali bin Abi Talib menikahinya pada masa pemerintahan Umar. Dan masih di sampingnya selama beberapa waktu (sampai Ali wafat), Ali memiliki beberapa orang anak dari Umamah. Umamah masih hidup setelah wafatnya Ali. Ia menikahi Mughirah bin Naufal bin Harits bin Abdul Mutallib Al-Hasyimi. Umamah wafat di samping Mughirah setelah melahirkan Yahya bin Mughirah. Umamah wafat pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia tidak meriwayatkan hadis satu pun. (Siyar A’lam Nubala, jilid 1, hlm. 335)

Demikian cucu kesayangan Rasulullah SAW selain Hasan dan Husain. Dalam sejarah Islam, sekalipun terdapat keterangan bahwa Umamah memiliki anak dari suami-suaminya; Ali bin Abi Thalib dan Mughirah bin Naufal, tetapi biografi anak-anaknya tidak terlalu banyak ditemukan.

Di antara anak Ali dan Umamah adalah Muhammad Al-Ausath. Dalam sejarah Islam, sekalipun terdapat keterangan bahwa Umamah memiliki anak dari suami-suaminya; Ali bin Abi Thalib dan Mughirah bin Naufal, tetapi biografi anak-anaknya tidak terlalu banyak ditemukan. Karenanya, sebagian sejarawan menilai sebenarnya Umamah tidak memiliki keturunan, baik dari Ali bin Abi Thalib maupun Mughirah bin Naufal.

Demikian cucu kesayangan Rasulullah SAW selain Hasan dan Husain.