Inilah Dua Doa Penjaga Keimanan yang Perlu Dihapal

0
372

Harakah.idRasulullah Saw jauh-jauh hari telah mengajarkan kepada kita umatnya untuk mengamalkan sebuah doa agar kita diberikan ketetapan dan keteguhan dalam iman dan Islam. Inilah doa penjaga keimanan.

Allah Subhanu Wata’ala merupakan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebagai salah satu bukti dari rahman (Maha Pengasihnya), adalah Allah memberikan berbagai macam kenikmatan terhadap hamba-Nya tanpa membeda-bedakan dari mana asalnya dan latar belakangnya.

Dalam memberikan kenikmatan-Nya Allah tidak pernah memandang apakah ia beriman atau tidak, semuanya Allah kasih tanpa membeda-bedakan. Kecuali sifat arrahim-Nya (Kasih sayangnya) yang murni dan khusus untuk orang-orang mukmin semata.

Di antara sekian banyaknya kenikmatan yang Allah berikan, ada nikmat yang terbesar dan paling berharga bagi setiap mukmin karena tidak semua orang mendapatkannya. Yaitu adalah nikmat ditetapakannya iman dan Islam dalam hati sanubari.

Nampaknya keimanan memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. Karena tanpa adanya iman, maka manusia akan hidup tanpa adanya arah yang jelas. Fungsi iman dalam diri seseorang adalah untuk mengendalikan (mengontrol) perilaku dan hawa nafsu dalam diri sehingga dapat terhindar dari perbuatan dosa dan kesalahan.

Kehadiran iman semakin penting karena menjadi prasyarat diterimanya sebuah ibadah atau amal shaleh yaitu karena dilakukan dalam keadaan beriman.

Tetapi kadar keimanan dalam diri seseorang tidaklah tetap. Karena Allah senantiasa menguji setiap hamba-Nya sewaktu-waktu apabila Allah menghendaki. Hal itu dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat keimanan seorang hamba kepada Tuhan-Nya.

Sehingga tingkat keimanan itu dapat berubah-ubah. tidak sedikit orang (hamba) yang pada awalnya teramat taat dan rajin dalam beribadah dan beramal shaleh lalu keimanannya runtuh sampai-sampai menjadi  orang yang kufur bahkan menyekutukan keesaan Allah dengan yang lain. Apalagi di zaman yang penuh dengan fitnah seperti sekarang, tentu inilah yang perlu  diperhatikan oleh setiap orang mukmin.

Oleh karena itu, Rasulullah Saw jauh-jauh hari telah mengajarkan kepada kita umatnya untuk mengamalkan sebuah doa agar kita diberikan ketetapan dan keteguhan dalam iman dan Islam. Ini adalah doa penjaga keimanan.

Doa ini dapat kita jumpai di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi nomor 2.066 dan 3.444, doanya sebagai berikut:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Ya Muqallibal qulubi tsabbit qalbi ‘ala dinika.” (H.R. Imam Tirmidzi Nomor 3.444).

Artinya: Wahai Dzat yang Maha membolak balikkan hati, teguhkanlah hati saya agar tetap terus berpijak  di atas agamamu.

Doa ini sudah tidak asing lagi bagi orang mukmin, karena hampir setiap hari dibaca. Yakni ketika melaksanakan shalat pada rakaat terakhir. Doa ini disunnahkan untuk dibaca (diamalkan) ketika duduk tasyahud akhir sebelum salam. Membaca doa ini setiap tasyahud akhir merupakan termasuk  sunnah muakkad.

Rasulullah menyatakan bahwa iman dalam diri seseorang itu selalu berubah sewaktu-waktu. Mengalami pasang surut (naik turun). Yang dikhawatirkan adalah ketika iman dalam keadaan turun dan datang godaan kepada kita yang membuat kita terkecoh dan melakukan perbuatan dosa. Untuk itulah kemudian pentingnya selalu istiqomah (konsisten) mengamalkan doa tersebut agar Allah senantiasa menjaga dan menetapkan iman dalam diri kita supaya tetap stabil.

Selain doa yang terdapat dalam hadis Imam Timirdzi tersebut, kita juga dapat mengamalkan doa yang digunakan  oleh Sahabat Mu’adz yaitu yang mengutip dari redaksi Alqur’an Surat Ali Imran ayat 7.

بَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab

Artinya:“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)

Kedua doa diatas merupakan beberapa contoh amalan doa agar kita umat muslim senantiasa diberikan ketetapan dan kekokohan dalam iman dan islam.  Doa-doa tersebut dapat diamalkan oleh orang-orang mukmin dalam kehidupan sehari-hari. dalam keadaan dan kondisi apapun hendaknya setiap mukmin selalu berusaha menjaga agama dan keimanannya kepada Allah.

Terus mengupgrade (memperbarui) keimanannya dengan memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa. lebih dari itu, apabila melakukan kesalahan, selalu mengiringinya dengan kebaikan dan amal shaleh. Serta langsung bersitighfar memohon ampun kepada Allah. Hal-hal itulah yang dapat membersihkan hati dan meningkatkan keimanan dalam diri kita. 

Inilah dua doa penjaga keimanan yang perlu dihapal. Dengan fadhilah (keutamaan) dan barokah dari istiqomah membaca doa-doa di atas, harapannya adalah Allah meneguhkan hati kita semua dalam keimanan kepadaNya,  dan pada akhirnya sampai menghadapNya dalam keadaan terbaik (husnul khatimah).