Beranda Keislaman Muamalah Inilah Hukum Demonstrasi Menurut Islam, Perhatikan Juga Adab dan Syaratnya

Inilah Hukum Demonstrasi Menurut Islam, Perhatikan Juga Adab dan Syaratnya

Harakah.idAksi demo akhir-akhir ini mengingatkan kita bahwa di Indonesia sudah banyak sekali terjadi demo atau unjuk rasa yang muncul dari berbagai permasalahan. Inilah hukum demonstasi menurut Islam.

Aksi demo akhir-akhir ini mengingatkan kita bahwa di Indonesia sudah banyak sekali terjadi demo atau unjuk rasa yang muncul dari berbagai permasalahan. Demo buruh adalah salah satu demo yang masih terus terjadi setiap tanggal 1 Mei yang bertepatan dengan Hari buruh Internasional, dimana setiap tahunnya jumlah pendemo selalu meningkat. Biasanya pendemo datang dari berbagai daerah dengan menyerukan tuntutan-tuntutan yang tidak jauh dari persoalan kesejahteraan buruh. 

Unjuk rasa atau Demonstrasi (demo) sendiri diartikan sebagai sebuah bentuk gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya di lakukan untuk menyatakan pendapat atau penentangan terhadap kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak. Dikutip dari Kompasiana.com, kegiatan berdemonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat dimuka umum, dan pelaksanaan nya dijamin oleh undang-undang dan terdapat dalam Pasal 1 ayat 1 UU No 9 Tahun 1998. Dalam undang-undang inilah, pelaksanaan demonstrasi diatur dengan cukup informatif.

Unjuk rasa atau Demonstrasi (demo) kali ini juga datang dari para buruh dan mahasiswa yang menyerukan rasa kecewanya terhadap pemerintah yang mengesahkan RUU Cipta kerja yang kemudian menjadi UU Cipta Kerja. Demo ini berlangsung berlarut-larut. Jika dilihat dari seruan-seruan yang dilontarkan oleh para demonstran, sekilas yang kita tangkap adalah tentang mereka yang memperjuangkan hak seluruh rakyat Indonesia, karena UU tersebut dianggap merampas hak masyarakat dan lebih menguntungkan penguasa dan oligarki. Tujuan ini dapat diartikan sebagai tujuan untuk kemaslahatan masyarakat. 

Dalam Nash Alquran dan Hadist memang tidak ada dalil yang secara terang-terangan membahas tentang demonstrasi. Namun terdapat kaidah al-Ashlu fi al-Asya’ al- Ibahah yang artinya segala sesuatu asalnya adalah diperbolehkan, selama tidak bertentangan dengan syariat. Selama unjuk rasa atau demonstrasi yang dilakukan tidak bertentangan dengan syariat maka melaksanakan demo diperbolehkan. 

Melihat realita unjuk rasa yang terjadi di beberapa media menggambarkan suasana demonstrasi yang berujung kericuhan. Aksi demonstrasi yang berlangsung tak jarang memakan korban jiwa, baik luka-luka bahkan sampai meninggal dunia. Sifat anarkis inilah yang malah menimbulkan kemudharatan atau kerusakan. Banyak fasilitas umum yang kemudian rusak karena aksi demo yang tidak terkontrol dengan baik. 

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Hasanuddin Abdul Fatah menyampaikan bahwa pada prinsipnya Islam memperbolehkan aksi demonstrasi untuk menyampaikan pendapat terhadap kebijakan yang dinilai kurang baik atau merugikan masyarakat. Dengan catatan dilakukan dengan tertib dan tidak merusak. 

Dalam melakukan kepemimpinannya, seorang pemimpin bertumpu pada kaedah fikih berupa

تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

Tata kelola pemimpin kepada rakyatnya harus diiringi dengan Maslahat. 

Dari sini, kita bisa melihat bahwa kebijakan pemerintah itu harus mempertimbangkan aspirasi rakyatnya. Dalam konteks Indonesia, pemerintah tidak boleh menciptakan suatu undang-undang yang merugikan rakyatnya, suatu kebijakan harus berdasarkan kepentingan masyarakat secara umum, bukan untuk golongan tertentu. 

Ketika kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dinilai kurang baik bahkan merugikan masyarakat, maka perlu ada pihak yang mengingatkan dalam upaya amar ma’ruf nahi munkar. Demonstrasi inilah salah satu upaya mengingatkan pemerintah terhadap kebijakan yang telah mereka tetapkan. Meskipun demonstrasi adalah suatu tindakan yang diperbolehkan, tetapi kita harus memperhatikan beberapa hal. Menurut salah satu dosen PAI Fakultas Hukum Faiz Mufidi, penting menyikapi demonstrasi dengan baik. 

Pertama, kita harus benar-benar tahu apa-apa yang sedang diperjuangkan, dengan mempelajari atau menganalisis materi yang diajukan. Kedua, dalam suasana demonstrasi harus ada pemimpin yang dapat mengatur kondisi demo dengan bijak. Ketiga, seperti yang dipaparkan di atas bahwa demonstrasi tidak boleh dilakukan secara anarki, supaya tidak menjadi kemadlaratan.

Dar’’ul mafasid muqaddam ala jalbil mashalih,  begitulah bunyi kaidah yang menjelaskan bahwa menolak sebuah kemudharatan harus lebih di dahulukan dari pada menarik sebuah kemaslahatan. Jika kita kaitkan dengan aksi demo sebelum-sebelumnya yang dilaksanakan dengan begitu anarkis, memakan korban jiwa serta menimbulkan rusaknya beberapa fasilitas umum, tentu hal itu termasuk dalam kemudharatan. Maka aksi demonstrasi yang seperti itu tidak diperbolehkan. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam demonstrasi ke depan adalah bagaimana agar aksi demonstrasi yang dilakukan berjalan dengan tertib, dan suara rakyat atau demonstran dapat sampai kepada pihak yang berwenang tanpa ada korban jiwa dan kerusakan-kerusakan yang lainnya. Sepanjang tidak ada cara lain untuk mencapai kemaslahatan Ummat kecuali dengan berdemonstrasi. 

Demikian hukum demonstrasi menurut Islam. Semoga ulasan singkat tentang hukum demonstrasi menurut Islam ini bermanfaat untuk pemabca sekalian.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...