Beranda Muslimah Inilah Juru Bicara Kaum Hawa Pada Masa Rasulullah

Inilah Juru Bicara Kaum Hawa Pada Masa Rasulullah

Harakah.idDialah ‘Asma binti Yazid yang memiliki gelar sang juru bicara kaum hawa pada masa Rasulullah. Nama lengkapnya adalah ‘Asma binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyah Al-Ausiyyah.

Pada zaman sekarang banyak kita temui wanita-wanita milenial yang memiliki keilmuan sangat luas bahkan menguasai berbagai macam keilmuan. Namun sebaik-baik wanita adalah yang selaras antara kepandaian dan keimanannya kepada Allah. Hal ini mengantarkan memori kita pada sekelumit kisah salah satu shahabiyah yang kepandaian dan kecerdasannya dapat dijadikan cermin teladan bagi muslimah masa kini.

Dialah ‘Asma binti Yazid yang memiliki gelar sang juru bicara kaum hawa pada masa Rasulullah. Nama lengkapnya adalah ‘Asma binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyah Al-Ausiyyah Rhadiallahu’anha.

Beliau adalah wanita mulia yang berbait kepada Rasulullah dalam bait Aqabah pada tahun pertama Hijriyah.

Dimasa awal perjuangan Islam, beberapa perempuan memiliki peran penting, salah satunya Asma binti Yazid yang dikenal sebagai shahabiyah anshar yang memiliki keilmuan sangat luas dan wanita pertama anshar yang masuk Islam.

Dimana awal perjuangan Islam, beberapa perempuan memiliki peran penting, salah satunya Asma binti yazid yang dikenal sebagai shahabiyah anshar yang memiliki keilmuan sangat luas dan wanita pertama anshar yang masuk Islam. Di antara peran penting Asma pada saat itu dalam menegakkan Agama Allah ia pernah mengambil bagian pada perang Yarmuk yang terjadi pada tahun 13 Hijriyah. Di situ Asma berusaha keras menyediakan senjata, memberi air minum, menguatkan semangat kaum Muslimin, bahkan ia juga mengobati kaum Muslimin yang terluka. Tidak hanya itu beliau juga menyandang gelar seorang ahli hadis yang mulia. Hal ini dipersaksikan oleh Ibnu Abdil Barr beliau mengatakan bahwa Asma adalah wanita yang cerdas dan bagus Agamanya.

Pernyataan ini didukung karena Asma binti Yazid sangat aktif ikut dalam mendengarkan hadits-hadits yang disampaikan Rasulullah saw. Dan sering bertanya terkait persoalan-persoalan yang menjadikan ia paham urusan Agama.

Salah satu keistimewaan dari Asma adalah beliau memiliki kepekaan indera, kejelian perasaan serta kehalusan perasaan. Karena keistimewaan dan kecerdasan yang dimiliki Asma inilah, dirinya dijadikan kepercayaan para wanita zamannya sebagai wakil mereka untuk berbicara kepada Rasulullah tentang perkara yang mereka hadapi.

Pernyataan ini selaras dengan riwayat yang menyebutkan bahwa suatu ketika ‘Asma mendatangi Rasulullah saw. dan bertanya: “wahai Rasulullah sesungguhnya aku adalah utusan yang mewakili sejumlah perempuan Muslimah. Seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakana dan mengikuti pendapatku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan perempuan. Kami beriman kepadamu dan mengkutimu. Namun, kami adalah kaum wanita yang terbatas dan lemah. Para wanita selalu duduk di rumah, kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”.

Mendengarkan pertanyaan Asma tersebut Rasulullah saw.menolahkan wajahnya kepada para sahabat dan bersabda, “apakah kalian pernah mendengarkan kata-kata seorang wanira yang bertanya tentang perkara Agama yang lebih baik dari pertanyaan ini?”.

Para sahabat menjawab, “benar,kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!”.

Kemudian Rasulullah bersabda: “kembalilah wahai Asma dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara meraka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.

Maka kembalilah Asma sambal bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah saw. (HR. Muslim)

Waktu terus bergulir, Asma selalu menyampaikan ajaran-ajaran Rasulullah saw. kepada kaum perempuan. Sehingga ia mendapat julukan “sang juru bicara wanita”.

Itulah sedikit kisah sejarah dari salah seorang shahabiyah yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah sehingga dengan itu ia menjadi kepercayaan kaum Muslimah pada zamannya dalam menyakan segala macam permasalahan yang mereka hadapi dan ia pun gigih dalam menyampaikan hadits-hadits dari Rasulullah saw. kepada wanita, hingga diketahui Asma berhasil meriwatarkan 81 hadits dari Rasulullah saw. dari kisah Asma diatas ada beberapa hikmah yang dapat dipetik yaitu tentang bagaimana menjadi perempuan yang shalehah, berani, beriman dan bertaqwa kepada Allah swt dan Rasulullah saw.

Artikel kiriman dari Rosnaeni, Mahasiswa IAIN Samarinda 

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...