Beranda Keislaman Ibadah Ternyata Inilah Keutamaan Ibadah Puasa Sunnah di Bulan Dzulqa’dah

Ternyata Inilah Keutamaan Ibadah Puasa Sunnah di Bulan Dzulqa’dah

Harakah.idDi antara waktu kesunnahan berpuasa adalah berpuasa pada bulan-bulan Haram yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Sebentar lagi bulan Syawal akan berlalu, dan kita akan tiba di bulan Dzulqa’dah. Dalam bulan Syawal kita telah mengenal waktu kesunnahan khusus untuk berpuasa selama enam hari. Namun, bulan selanjutnya yaitu bulan Dzulqa’dah juga memiliki fadhilah puasa tersendiri. Berikut penjelasannya berdasarkan pendapat para ulama.

Di antara waktu kesunnahan berpuasa adalah berpuasa pada bulan-bulan Haram yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Ini merupakan pendapat jumhur ulama fikih yaitu mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanafi sebagaimana dijelaskan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaytiyah (28/95)..

Pendapat ini dilandaskan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

Artinya: “Seutama-utama shalat setelah shalat Maktubah (wajib) adalah shalat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharam.” (HR: Muslim, no. 1163).

Jumhur ulama memperluas kesunnahan puasa yang dijelaskan dalam hadis di atas kepada tiga bulan haram yang lain, termasuk bulan Dzulqa’dah. Sedangkan mazhab Hanbali hanya mencukupkan pada bulan Muharram saja.

Dari tiga mazhab yang menyatakan kesunnahan puasa dalam bulan haram, ada pendapat yang berbeda terkait rincian hari kesunnahan berpuasa. Mazhab Hanafi menyatakan kesunnahan puasa bulan haram hanya berlaku pada hari kamis, jumat dan Sabtu. Adapun para ulama mazhab Syafi’i menyatakan kesunnahan puasa berlaku di semua hari dalam bulan haram.

Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Majmu’ (6/386):

قَالَ أَصْحَابُنَا وَمِنْ الصَّوْمِ الْمُسْتَحَبِّ صَوْمُ الاشهر الحرم وهي ذوالقعدة وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ

Artinya: para ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa diantara puasa sunat itu adalah puasa pada bulan-bulan haram, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Kesunnahan puasa di sini berlaku pada seluruh bulan. Bahkan Ibn Rajab menyebutkan dalam Lathaiful Ma’arif (123) ada sebagian ulama salaf yang membiasakan berpuasa pada seluruh bulan haram misalnya Ibn Umar dan Hasan Al-Basri.

Jadi kita boleh melakukan puasa kapan saja pada bulan Dzulqa’dah sebagai puasa sunat bulan haram. Bahkan bagi yang memiliki kesanggupan diperbolehkan untuk memperbanyak puasa pada semua bulan-bulan haram.

Imam Nawawi menjelaskan:

فأما من لا يَشُقَّ عَلَيْهِ فَصَوْمُ جَمِيعِهَا فَضِيلَة

Artinya: bagi orang yang tidak merasa terbebani fisiknya, maka ia dapat berpuasa pada keseluruhan bulan haram. Ini juga menjadi suatu fadhilah.

Demikian penjelasan tentang keutamaan berpuasa di bulan Dzulqa’dah. Semoga kita diberi kesempatan agar dapat menunaikannya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...