fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Ternyata Inilah Keutamaan Ibadah Puasa Sunnah di Bulan Dzulqa’dah

Ternyata Inilah Keutamaan Ibadah Puasa Sunnah di Bulan Dzulqa’dah

Harakah.idDi antara waktu kesunnahan berpuasa adalah berpuasa pada bulan-bulan Haram yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Sebentar lagi bulan Syawal akan berlalu, dan kita akan tiba di bulan Dzulqa’dah. Dalam bulan Syawal kita telah mengenal waktu kesunnahan khusus untuk berpuasa selama enam hari. Namun, bulan selanjutnya yaitu bulan Dzulqa’dah juga memiliki fadhilah puasa tersendiri. Berikut penjelasannya berdasarkan pendapat para ulama.

Di antara waktu kesunnahan berpuasa adalah berpuasa pada bulan-bulan Haram yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Ini merupakan pendapat jumhur ulama fikih yaitu mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanafi sebagaimana dijelaskan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaytiyah (28/95)..

Pendapat ini dilandaskan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

nucare-qurban

Artinya: “Seutama-utama shalat setelah shalat Maktubah (wajib) adalah shalat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharam.” (HR: Muslim, no. 1163).

Jumhur ulama memperluas kesunnahan puasa yang dijelaskan dalam hadis di atas kepada tiga bulan haram yang lain, termasuk bulan Dzulqa’dah. Sedangkan mazhab Hanbali hanya mencukupkan pada bulan Muharram saja.

Dari tiga mazhab yang menyatakan kesunnahan puasa dalam bulan haram, ada pendapat yang berbeda terkait rincian hari kesunnahan berpuasa. Mazhab Hanafi menyatakan kesunnahan puasa bulan haram hanya berlaku pada hari kamis, jumat dan Sabtu. Adapun para ulama mazhab Syafi’i menyatakan kesunnahan puasa berlaku di semua hari dalam bulan haram.

Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Majmu’ (6/386):

قَالَ أَصْحَابُنَا وَمِنْ الصَّوْمِ الْمُسْتَحَبِّ صَوْمُ الاشهر الحرم وهي ذوالقعدة وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ

Artinya: para ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa diantara puasa sunat itu adalah puasa pada bulan-bulan haram, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Kesunnahan puasa di sini berlaku pada seluruh bulan. Bahkan Ibn Rajab menyebutkan dalam Lathaiful Ma’arif (123) ada sebagian ulama salaf yang membiasakan berpuasa pada seluruh bulan haram misalnya Ibn Umar dan Hasan Al-Basri.

Jadi kita boleh melakukan puasa kapan saja pada bulan Dzulqa’dah sebagai puasa sunat bulan haram. Bahkan bagi yang memiliki kesanggupan diperbolehkan untuk memperbanyak puasa pada semua bulan-bulan haram.

Imam Nawawi menjelaskan:

فأما من لا يَشُقَّ عَلَيْهِ فَصَوْمُ جَمِيعِهَا فَضِيلَة

Artinya: bagi orang yang tidak merasa terbebani fisiknya, maka ia dapat berpuasa pada keseluruhan bulan haram. Ini juga menjadi suatu fadhilah.

Demikian penjelasan tentang keutamaan berpuasa di bulan Dzulqa’dah. Semoga kita diberi kesempatan agar dapat menunaikannya.

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...