fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Inilah Penjelasan Mengapa Jum’at Menjadi Hari Paling Mulia dalam Islam

Inilah Penjelasan Mengapa Jum’at Menjadi Hari Paling Mulia dalam Islam

Harakah.idJum’at menjadi hari paling mulia dalam Islam. Mengapa bisa demikian? Inilah penjelasan mengapa Jum’at menjadi hari paling mulia dalam Islam.

- Advertisement -

Telah banyak diterangkan dalam banyak riwayat bahwa hari Jum’at adalah hari yang paling istimewa di antara hari-hari yang lain. Hal ini dibuktikan dengan satu-satunya shalat yang dinamai dengan nama hari oleh syari’at adalah shalat Jum’at (tidak ada nama shalat yang lain, seperti shalat Senin, shalat Selasa. Dan seterusnya). Mengapa hari Jum’at begitu istimewa?

Alasan yang pertama adalah karena hari Jum’at hari penciptaan langit dan bumi. Hal ini juga berkaitan dengan penamaan ‘jum’at’, sebab ‘jum’at’ memiliki arti ‘terkumpul’. Simpulannya hari Jum’at adalah hari terkumpulnya langit dan bumi. Keterangan ini dijelaskan oleh Ibnu Jarir at-Thabari dalam Tafsir at-Thabari tentang penjelasan surat al-Anbiya’ ayat 30 yang berbunyi:

أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak melihat (mengetahui) bahwa sesungguhnya langit dan bumi pada mulanya adalah suatu hal yang satu, kemudian Kami pisah di antara mereka…”.

Alasan yang kedua adalah karena hari Jum’at adalah hari yang ‘sangat istimewa’ bagi Nabi Adam. Hal ini disebabkan Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan dari surga oleh Allah pada hari Jum’at. Selain itu, hari Jum’at juga hari terjadinya kiamat (tapi masih menjadi rahasia di jumat bulan dan tahun berapa). Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah (Shohih Muslim nomor 854):

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة

Artinya: “Sebaik-baik hari ketika matahari telah terbit adalah hari Jum’at. Pada hari inilah, Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan dari surga, dan pada hari ini (hari Jum’at) juga kiamat terjadi”

Alasan yang ketiga adalah karena hari Jum’at menjadi penghapus dosa (mayoritas Ulama’ menyatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil) di antara dua Jum’at. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah (Sunan Ibnu Majah nomor 1086):

عن ابي هريرة ان رسو ل الله صلى الله عليه و سلم قال الجمعة الى الجمعة كفارة ما بينهما ما لم تغش الكباءر

Artinya: “Hari Jum’at hingga Jum’at selanjutnya (Jum’at minggu depan) menjadi penghapus dosa di antara dua Juma’at tersebut selama terhindar dari dosa-dosa besar”. Hadits ini dinyatakan shohih oleh Imam Ibnu Majah. 

Alasan yang keempat adalah karena hari Jum’at menjadi satu-satunya hari shalat Dhuhur ‘diganti’ menjadi ‘lebih ringan’ dengan shalat Jum’at dua raka’at. Di hari selain Jum’at, shalat Dhuhur tetap dilaksanakan sejumlah empat raka’at, kecuali dalam keadaan yang memperbolehkan qashar

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...