Beranda Fikih Inilah Tiga Unsur Niat Salat Fardhu yang Wajib Terpenuhi

Inilah Tiga Unsur Niat Salat Fardhu yang Wajib Terpenuhi

Harakah.idTidak bisa sembarangan, ada tiga hal yang wajib terpenuhi agar niat salat kita sah

Pada saat kita melakukan salat fardhu, kita wajib melakukan niat di dalam hati saat takbiratul ihram. Salat fardhu dihukumi tidak sah tanpa melakukan niat. Hal ini karena niat merupakan salah satu bagian rukun salat fardhu yang wajib dilakukan.

Selain itu, ada tiga unsur yang perlu diperhatikan saat kita melakukan niat dalam salat fardhu. Jika tiga unsur ini terpenuhi, maka niat salat fardhu yang kita lakukan dinilai cukup dan sah. Sebaliknya, jika tiga unsur ini tidak terpenuhi, maka niat salat fardhu tersebut dinilai tidak cukup dan tidak sah. Jika niatnya tidak sah, maka secara otomatis salat fardhu secara keseluruhan juga dinilai tidak sah.

Tiga unsur niat salat fardhu ini disebutkan oleh Syaikh Salim al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Najah berikut;

النية ثلاث درجات : ان كانت الصلاة فرضا، وجب قصد الفعل، والتعيين، والفرضية.

Niat itu mempunyai tiga tingkatan. Jika salat yang dikerjakan adalah salat fardhu, maka harus menyengaja melaksanakan salat, ta’yin atau menentukan salat fardhu yang sedang dilaksanakan, dan fardhiyah atau mengucapkan kefardhuan.”

Pertama, menyengaja melaksanakan salat (qosdul fi’li). Karena itu, orang yang salat fardhu harus mengucapkan اُصَلِّىْ (saya salat) ketika melakukan niat dalam hati saat takbiratul ihram. Ini untuk menegaskan bahwa dia hanya menyengaja melaksanakan salat, bukan melakukan yang lain.

Kedua, ta’yin atau menentukan salat fardhu yang sedang dilaksanakan. Misalnya, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ atau Shubuh. Jika orang yang salat fardhu tidak menentukan jenis salat fardhu yang sedang dilaksanakan, maka niatnya tidak sah.

Ketiga, mengucapkan kefardhuan. Agar  orang yang salat fardhu benar-benar menyengaja melaksanakan salat fardhu, maka dia harus mengucapkan kalimat fardhu الفرض))  pada saat niat.

Ketiga unsur niat salat fardhu ini jika semuanya digabungkan, maka akan berbunyi sebagai berikut (contoh salat Shubuh);

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ

Usholli fardhos shubhi

“Saya salat fardhu shubuh.”

Selain tiga unsur di atas, maka hukumnya sunnah diucapkan ketika melakukan niat salat fardhu, seperti menyebutkan jumlah rakaat, menghadap kiblat, dan lainnya.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...