Inilah yang Dilakukan Para Malaikat Ketika Ikut Mengadakan Jum’atan

0
104

Harakah.idPara malaikat mengadakan jum’atan. Para malaikat ketika ikut mengadakan jum’atan, mereka memberikan pahala ibadah mereka kepada para imam, muadzin, khatib dan jamaah jumatan di seluruh penjuru dunia. Para malaikat ketika ikut mengadakan jum’atan menjadi satu keistimewaan dalam ibadah shalat jum’at.

Shalat Jum’at merupakah ibadah wajib bagi umat muslim setiap hari Jum’at. Ibadah shalat Jum’at tidak hanya dilakukan umat manusia, tetapi juga dilakukan oleh para malaikat. 

Syaikh Muhammad bin Abu Bakr al-Ushfuri di dalam kitab al-Mawaidz al-Ushfuriyyah menjelaskan bahwa ketika air bah (banjir bandang) menggenangi bumi (dalam beberapa riwayat lain menyebutkan bahwa air bah yang dimaksud adalah air bah pada masa Nabi Nuh), Allah menciptakan sebuah menara di samping Ka’bah yang diberi nama Bait al-Ma’mur.

Panjang menara tersebut dikira-kirakan dengan perjalanan selama lima ratus tahun (silakan dibayangkan sendiri perihal melakukan traveling selama lima ratus tahun tanpa henti). 

Ketika hari Jum’at telah tiba, Malaikat Jibril naik ke atas Bait al-Ma’mur untuk mengumandangkan adzan. Selanjutnya, Malaikat Israfil naik ke atas mimbar dan berkhutbah. Kejadian ini ditutup dengan shalat Jum’at yang diimami oleh Malaikat Mikail yang diikuti oleh seluruh malaikat sebagai ma’mum. 

Ketika shalat Jum’at telah selesai dilaksanakan, Malaikat Jibril berkata,

ما حصل لى من الثواب لاجل الاذان وهبته لجميع المؤذنين في وجه الارض

Artinya: “Aku tidak mendapatkan pahala atas adzan yang kukumandangkan. Aku telah memberikannya kepada orang-orang yang mengumandangkan adzan Jum’at di bumi”.

Malaikat Israfil juga berkata, 

ما حصل لى من الثواب للخطبة وهبته لجميع الخطباء في وجه الارض

Artinya: “Aku juga tidak mendapatkan pahala dari khutbah yang aku sampaikan. Aku telah memberikannya kepada para Khatib yang telah berkhutbah di bumi”.

Kemudian Malaikat Mikail ikut menimpali, 

ما حصل لي من الثواب لاجل الامامة وهبته لمن يؤم يوم الجمعة في وجه الارض

Artinya: “Aku juga tidak mendapatkan pahala sebagai imam shalat Jum’at. Aku memberikannya kepada orang-orang yang mengimami sholat Jum’at di bumi”. 

Ungkapan Malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail; kemudian diikuti oleh ungkapan para malaikat lainnya yang berkata, 

ما حصل لنا من الثواب من الجماعة وهبناه لجميع من صلى صلاة الجمعة خلف الامام

Artinya: “Kami juga tidak mendapatkan pahala dari shalat Jum’at berjamaah. Kami memberikannya kepada seluruh orang muslim di bumi yang melaksanakan shalat Jumat di belakang imam”. 

Lalu Allah berfirman, 

يا ملائكتي اتتكرمون على عبادي وانا اكرم الاكرمين يا ملائكتي اشهدكم اني قد غفرت لهم و هذا مخصوص في هذه الامة ولا نصيب هذا لسائر الامم الماضية

Artinya: “Wahai malaikat-Ku, apakah kalian memuliakan hamba-Ku? Padahal Aku adalah Dzat yang Maha Mulia. Wahai malaikat-Ku, Aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku mengampuni dosa mereka. Ini semua diperuntukkan secara khusus bagi umat Muhammad dan tidak berlaku bagi umat-umat sebelumnya”. 

Semoga kisah ini mengajarkan umat manusia untuk memahami bahwa shalat Jum’at bukan hanya ihwal kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi juga dipahami sebagai sebuah kebaikan yang sungguh kerugian sangat besar jika menyia-nyiakannya. Amin.