Beranda Download Khutbah Islam Adalah Agama Kemanusiaan, Sesuai Fitrah dan Memudahkan Umatnya

Islam Adalah Agama Kemanusiaan, Sesuai Fitrah dan Memudahkan Umatnya

Harakah.idIslam adalah agama yang mudah. Ajarannya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Oleh: M. Nurul Huda[1]

Khotbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Pada permulaan khotbah siang hari ini, perkenankan khatib untuk mengajak kita semua: “Mari sama-sama kita tingkatkan kadar ketakwaan kita kepada Allah, yakni dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya.”

Karena, hanya dengan takwa, manusia akan menjadi makhluk yang mulia.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Islam adalah agama yang mudah. Ajarannya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Tak ada dan tak akan pernah ada satu pun ajaran Islam yang memberatkan dan mengancam eksistensi kemanusiaan.

Kita ambil contoh. Misalnya,, ibadah kurban yang baru saja kita laksanakan kemarin.

Sebagaimana kita ketahui bersama. Awalnya, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail. Namun, ketika penyembelihan hendak dilaksanakan, ternyata Allah menggantinya dengan seekor domba.

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Dan kamu tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[2]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Perintah menyembelih Ismail ini sebenarnya adalah respon terhadap kondisi zaman saat itu dan bahkan sebelum itu, yang mana banyak terjadi pengurbanan manusia. Yakni, manusia mengurbankan manusia.

Kebiasaan atau tradisi kurban berupa manusia itu dilakukan sebagai bentuk persembahan kepada dewa-dewa yang mereka sembah.

Di Eropa Utara, misalnya. Orang-orang Viking yang awalnya mendiami Skandinavia mengurbankan pemuka-pemuka agama mereka kepada Dewa Perang Odin. Suku Aztec di Meksiko pun demikian. Mereka menyerahkan jantung dan darah manusia kepada Dewa Matahari.

Lain lagi dengan di Irak. Yang dikurbankan adalah bayi-bayi. Bayi-bayi mungil itu dikurbankan dan dipersembahkan kepada Dewa Baal. Ada lagi di Mesir. Masyarakat mengorbankan gadis tercantik kepada Dewi Sungai Nil.[3]

Nah, lewat syariat kurban akhirnya kita menjadi paham, bahwa kurban dalam Islam adalah penegasan bahwa tak ada manusia yang boleh dikurbankan. Dengan tujuan dan alasan apapun.

Penyembelihan manusia adalah suatu hal yang tak pernah disyariatkan Allah SWT. Justru, Islam sangat mengecam bilamana ada manusia yang dikurbankan. Perintah yang diterima dan dijalani Ibrahim beserta anaknya semata-mata hanya merupakan ujian dari Allah.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Orientasi kemanusiaan dalam setiap syariat Allah, bisa juga kita lihat dari kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah. Tak ada satu pun ajaran Islam yang berat dan memberatkan manusia.

Bila satu ketika, kita menemukan ada satu dua syariat agama yang terkesan berat dan kita nilai memberatkan, niscaya itu disebabkan karena ketidaktepatan kita dalam memahami syariat tersebut. Atau bisa jadi, kita yang terlalu malas dan dikuasai hawa nafsu sehingga enggan menjalankannya.

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Allah tak menjadikan kesukaran, kesulitan, bagimu dalam beragama”[4]

Pada ayat lain, Allah juga berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”[5]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Kita punya harta, Allah tak menyuruh kita membayar dengan semua harta itu. Yang disyariatkan hanya dua setengah persen. Begitu pula dengan haji, yang wajibnya hanya sekali seumur hidup.

Kita punya waktu, Allah tak perintahkan kita salat menyembahNya sepanjang waktu. Hanya lima kali dalam sehari.

Kita punya tenaga, Allah tak wajibkan kita untuk berpuasa setahun penuh. Melainkan hanya sebulan saja dalam setahun itu. 

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Ketika kita berpuasa namun sedang dalam perjalanan. Allah memberikan kita kelonggaran untuk tidak berpuasa dan boleh berbuka namun harus menggantinya di hari lain.

Bilamana untuk bersuci ternyata tidak ada air atau ada air namun hanya cukup untuk dikonsumsi, kita boleh bertayamum.

Kita salat namun dalam keadaan yang tidak mungkin berdiri, kita boleh salat sambil duduk. Dan seterusnya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Hikmah dari adanya kemudahan-kemudahan dalam Islam ini adalah agar hati manusia tidak lari menjauh dari agama. Dan juga, agar mempermudah manusia dalam menjalankan syariat agama itu sendiri.[6]

Terakhir, yang perlu diingat dan kita perhatikan adalah bahwa Islam memang agama yang mudah, namun bukan berarti boleh dimudah-mudahkan atau digampang-gampangkan. Semua ada batasan dan aturannya. Kapan kita harus mengambil kemudahan itu dan kapan kita harus menjalankan ibadah normal sebagaimana biasanya.

يَسِّرُوا ، وَلاَ تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا ، وَلاَ تُنَفِّرُوا

“Permudahlah dan jangan mempersulit. Buat mereka gembira dan jangan buat mereka lari.”[7]

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


[1] Mahasiswa Pascasarjana IIQ Jakarta, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

[2] QS. ash-Shaffat [37]: 107

[3] M. Quraish Shihab, Haji dan Umrah bersama M. Quraish Shihab (Tangerang: Lentera Hati, 2012), 492-493.

[4] QS. al-Hajj [22]: 78

[5] QS. al-Baqarah [2]: 185

[6] Ali Ahmad Al-Jurjawi, Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu, Beirut: Dar al-Fikr, 1997, vol. 1, hal. 197.

[7] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, al-Jami’ al-Shahih (Kairo: Dar al-Sya’b, 1987), vol. 1, hal. 27.

Download khutbah jumat “Islam Adalah Agama Kemanusiaan, Sesuai Fitrah dan Memudahkan Umatnya” di sini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...