Beranda Headline Islam dan Semangat Nasionalisme Raja-Raja Bolaang Mongondow Pasca Sultan Jakobus Manuel Manoppo

Islam dan Semangat Nasionalisme Raja-Raja Bolaang Mongondow Pasca Sultan Jakobus Manuel Manoppo

Harakah.idRaja-raja Bolaang Mongondow setelah Sultan Jakobus Manuel Manoppo, semua beragama Islam, sebab Islam telah menjadi agama kerajaan.

Bolaang Mongondow memang tidak mengubah bentuk kerajaan menjadi kesultanan. Sehingga di masa Islam sudah menjadi agama raja, keluarganya, dan masyarakat, gelar untuk pemimpin tetaplah disebut sebagai raja. Hanya Sultan Jakobus Manuel Manoppo yang bergelar sultan, sebab Residen Belanda memberinya gelar ini setelah beliau masuk Islam serta meng-Islamkan rakyatnya.

Setelah Sultan Jakobus mangkat, maka tahta diwarisi oleh Raja Adrianus Cornelis Manoppo yang dilantik pada 8 Oktober 1856 M. Beliau merupakan putra dari Raja Cornelis Manoppo, artinya masih saudara kandung dengan Raja Ismail Cornelis Manoppo. Eranya terbilang singkat, sekitar 6 tahun, dari 1856 hingga 1862.

Di masanya, ada seorang ulama bernama Syekh Abdul Latief Rizik al-Makki asy-Syafii yang datang dan mengajarkan Islam di Bolaang Mongondow.

Meski raja belum memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Islam, sebab waktu itu Islam masih terhitung sebagai agama baru dan ulama yang datang mengajarkan Islam juga belum lama di Bolaang Mongondow. Namun, diketahui kalau jiwa tauhidnya amat tinggi. Hal ini yang kemudian membangkitkan semangat nasionalismenya, sehingga beliau menjadi sangat benci terhadap kolonialisme Belanda.

Bagi raja, penjajahan itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Semua manusia sama di hadapan Tuhan, yang membedakan adalah taraf ketakwaan. Sehingga tidak benar jika bangsa yang satu menjajah bangsa yang lain.

Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Mahamengetahui, Mahateliti.”

Meski di masa Sultan Jakobus terdapat pembicaraan kalau Belanda tidak masalah jika raja dan rakyat masuk Islam yang penting tetap loyal kepada Belanda. Namun, agama Islam yang mengajarkan kemerdekaan jelas tidak akan pro penindasan. Sehingga Raja Adrianus pun menentang penjajahan Belanda hingga beliau wafat dan digantikan oleh Raja Johanes Manuel Manoppo.

Raja Johanes Manuel Manoppo dilantik pada 25 September 1862. Eranya terbilang panjang, selama 16 tahun, dari 1862 sampai 1878. Beliau merupakan putra dari Sultan Jakobus.

Bolaang Mongondow termasuk daerah yang penting bagi Belanda. Daerah ini kaya akan sumber emas dan tanahnya sangat subur. Sehingga jelas kalau Belanda ingin bisa terus menguasai hasil alamnya. Sebabnya, Belanda ingin mengangkat raja yang loyal kepada mereka. Tapi, ternyata Raja Johanes layaknya Raja Adrianus juga menentang kolonialisme Belanda.

Rupanya spirit hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) telah merasuk dalam jiwa Raja-raja Bolaang Mongondow, dan membakar semangat nasionalisme mereka, sehingga menjadi amat benci terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.

Hubungan Raja Johanes dengan Belanda sangat tidak baik. Jika ada pembesar Belanda yang ke Bolaang Mongondow, oleh raja hanya memerintahkan Jogugu (Menteri) untuk melayaninya, sementara beliau enggan menemui utusan itu.

Seven Kosel dalam The History of Islam in Bolaang Mongondow, menjelaskan bahwa: Imam Sjafie… persuaded him (raja) to reject plans for a revision of the contract that formed the legal basis for the relationship between Bolaang Mongondow and the Dutch (Imam Syafii… membujuk raja untuk menolak rencana revisi kontrak yang menjadi landasan hukum atas hubungan Bolaang Mongondow dengan Belanda).

Adanya suport dari orang-orang di sekitarnya, tentu menambah semangat Raja Johanes dalam melawan Belanda. Perintah dari Residen Belanda di Manado sering tidak dipatuhi bahkan malah disabotase oleh raja. Hal ini tentu membuat Belanda semakin marah.

Akhirnya, Belanda pun mengasingkannya ke Jawa dengan tuduhan dalang dari perampokan dan berbagai kerusuhan yang terjadi baik di Bolaang Mongondow hingga di Minahasa.

Saat akan mengangkat raja baru, Belanda sangat berhati-hati terutama pada keluarga kerajaan dari marga Manoppo. Diangkatlah Abraham Sugeha (Andi Panungkelan) sebagai Datu Pinonigad (Raja Sementara). Beliau memerintah selama 13 tahun, hingga akhirnya meletakkan jabatan itu, dan dilantiklah Raja Ridel Manuel Manoppo sebagai Raja Bolaang Mongondow.

Di masa-masa ini kebencian atas penjajahan yang dilakukan Belanda juga masih terus mengalir. Raja Ridel mengikuti jejak ayahnya, Raja Johanes, yang melawan Belanda. Hingga pada 1901 Belanda mencopot jabatannya, dan dilantiklah Raja Datu Cornelis Manoppo.

Spirit hubbul wathan minal iman terus terwariskan dalam diri Raja-raja serta masyarakat Bolaang Mongondow. Sehingga berbagai perjuangan dalam upaya melawan penjajahan Belanda terus dilakukan.

Islam tidak hanya menjadi agama baru di Bolaang Mongondow, namun lebih dari itu juga semakin menghembuskan spirit perjuangan membela tanah air. Semangat cinta tanah air ini tentu penting untuk terus diwarisi oleh para penerus bangsa.

REKOMENDASI

Surah Yang Dianjurkan dan Disunnahkan Dibaca Dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Harakah.id - Dalam pelaksanaan salat idul fitri, ada surah-surah yang sunnah dan dianjurkan untuk dibaca. Surah apa saja? Simak artikel di...

Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Harakah.id - Hisab dan Rukyat adalah dua metode yang masyhur digunakan untuk menentukan awal dan akhir dalam penanggalan Hijriyah. Termasuk dalam...

Secercah Kisah Imam al-Bukhari dan Bapaknya; Catatan Singkat Sorogan Buku “Commentary of Forty Hadiths...

Harakah.id - Imam al-Bukhari adalah salah satu ulama yang kontribusinya tidak lagi bisa kita pertanyakan. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, adalah kitab sahih...

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Harakah.id - Apakah boleh membayar zakat dengan uang pinjaman dari rentenir, maka sebenarnya tak perlu ditanyakan, karena dia bukan tergolong orang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...