Beranda Tokoh Jamaluddin Al-Afghani, Sayyid Sunni Yang Belajar kepada Ulama Syiah lalu Bikin Gerakan...

Jamaluddin Al-Afghani, Sayyid Sunni Yang Belajar kepada Ulama Syiah lalu Bikin Gerakan Persatuan Islam

Harakah.idJamaluddin Al-Afghani as-Sayid Muhammad bin Shafdar Al-Husaini, atau dikenal dengan nama Jamaluddin Al-Afghani adalah seorang reformis termuka di abad ke-19. Tempat kelahirannya ada yang menyebut lahir tahun 1839 M di kota Asadabad, dekat Kabul di Afganistan. Atau ada yang menyebutkan Ia lahir di Asadabad di Iran bukan di Afganistan.

Jamaluddin  Al-Afghani as-Sayid Muhammad bin Shafdar Al-Husaini, atau dikenal dengan nama Jamaluddin Al-Afghani adalah seorang reformis termuka di abad ke-19. Tempat kelahirannya ada yang menyebut lahir tahun 1839 M di kota  Asadabad, dekat Kabul di Afganistan. Atau ada yang menyebutkan Ia lahir di Asadabad di Iran bukan di Afganistan. 

Iran, tempat Ia dilahirkan membuat orang yang berasal dari Iran, suka menyebut dengan nama Al-Asadabadi bukan Al-Afghani. Namun dalam perjalanan sejarahnya terkenal sebutan Al-Afghani. Ia dari keluarga penganut mazhab Hanafi. 

Keluarganya disebut berasal keturunan dari Al-Husain (anak Ali bin  Abi  Thalib), cucu Nabi Muhammad SAW. Ia juga keturunan ahli Sunnah yang termasyhur Ali At-Tarmidhi. Dari sinilah kemudian digunakan gelar Sayid di depan namanya. 

Senang Berpetualang ke Banyak Negeri

Al-Afghani dikenal senang berpetualang dari Teheran sampai Al-Najd di Irak, yang menjadi pusat studi keagamaan Syiah. Di kota ini, ia tinggal selama 40 tahun, sebagai murid setia Murtadha Al-Anshari dan dikenal seorang teolog yang terkenal. 

Ia dikenal sering melakukan perjalanan ke pelbagai negara mulai Hejaz, Mesir, Yaman, Turki, Inggris, Rusia hingga Afghanistan. Setiap melakukan  lawatan ke suatu negara sering  menimbulkan propaganda politik, salah satunya adalah Afghanistan. Ketika berkunjung ke negara ini, ia melibatkan diri di arena politik di negerinya. Akhirnya menimbulkan perang saudara silih berganti. 

Jalan pikirannya luas dan populer di mata rakyat menyebabkan timbul ketidaksenangan Amir Shir Ali, penguasa Afghanistan, yang mendapat dukungan Inggris waktu itu. Dan akhirnya Ia diusir dari Afghanistan 1871 M. 

Tahun 1871 M Ia pergi ke India dan di negara ini Ia mendapat sambutan dari pemerintahan setempat. Di India segala kegiatannya dibatasi, yang membuatnya pergi ke Istanbul melalui Mesir. Di Mesir, Ia mengunjungi Universitas Al-Azhar dan diberi penghargaan oleh universitas tersebut. 

Selanjutnya menuju Istanbul yang saat itu mendapat sambutan baik pemerintah setempat. Di Istambul, Ia sering menimbulkan pertentangan dengan para ulama hingga  muncul perselisihan , membuatnya diusir lagi oleh pemerintah Istanbul 1871 M. 

Menetap di Mesir 

Setelah diminta meninggalkan Istambul, Ia kembali ke Mesir tahun 1871 M untuk sekian kalinya , kemudian menetap selama 8 tahun. Ketika Al-Afghani tinggal negeri ini, keuangan sedang dilanda krisis. Di saat itu bangsa Barat ikut campur tangan dalam pemerintahan Khedive Ismail Pasya. Khedive sendiri justru menghamburkan uang hendak memajukan  negerinya. 

Pada 25 Juni 1879 M, Ia diganti Taufik Pasha, anaknya, dan dimasa itu muncul golongan liberal. Di bawah pimpinan Al-Afghani golongan tersebut memiliki pengaruh yang tidak dapat diabaikan. Sebelum naik tahta Taufik menjanjikan akan menyokong cita-cita Al-Afghani. Namun,  hal itu hanya tipudaya semata. Ketika dinobatkan, bulan September 1879 M, Al-Afghani justru diusir dari Mesir, bersama Abu Turab, muridnya dari bangsa Iran yang setia. 

Bertemu Ernest Renan di Paris tahun 1883 M

Ia pergi ke Paris setelah diusir dari Mesir bersama Abu Turab, muridnya bangsa Iran yang setia. Ia pindah ke Paris untuk belajar bahasa Perancis. Di kota ini membentuk perkumpulan Al-Urwah Al-Wutsqa bersama Muhammad Abduh, kemudian menerbitkan majalah dengan nama yang sama, namun hanya bertahan 8 bulan karena Eropa melarang peredarannya. 

Di Perancis, Ia terlihat aktif dalam pelbagai kegiatan politik, salah salah satunya propaganda internasional. Kegiatan politiknya tersebut disiarkan dalam pers Perancis sehingga banyak orang yang membacanya. 

Dari kegiatan politik tersebut, Ia mulai dikenal sampai negeri-negeri Islam dan Barat. Ia menetap di Paris selama 3 tahun, membuatnya berhasil mengembangkan cita-citanya. 

Di tahun itu, Ia bertemu dengan Ernest Renan terjadilah perdebatan tentang Islam dan  ilmu pengetahuan dalam Majalah Islam dan Sains. Perdebatan dengan Ernerst berlangsung sengit saling merespon di harian sama 18 Mei 1883 M. 

Ada 3 poin tersebut pada dasarnya membicarakan penyesuaian diri dengan kemajuan baru, antara lain: Pertama, bangsa Arab tidak memberi sumbangan apapun atas kemajuan sains dan tehnologi. Hal ini terjadi, karena sains dan peradapannya dikuasai Bangsa Persia. Saat Bahasa Arab menguasai pemerintahan. 

Kedua, Sains, filsafat dan pemikiran Islam adalah musuh Islam. Disebutkan yang ditekankan dalam Islam hanya perkara-perkara ghaib, serta keimanan kepada qadha dan qadar. 

Ketiga, bangsa Arab telah menjauh dari filsafat. Disebutkan pula Khulafa Al-Rasyidinn yang diselubungi unsur Arab telah gagal menampilkan filsafat dan inovasi sains. Unsur Persia mendominasi Daulah Abbasiyyah, barulah filsafat, sains dan peradapannya menyebar ke seluruh wilayah Islam. 

Pernyataan Ernest Renan itu dipandang Al-Afghani tidak mendasar. Ia merespon semua pernyataan menyeluruh, tidak rasisme dan mengoreksi pemahaman Renan yang tidak cocok dengan sains. Kebangkitan sains, filsafat dan modernis tidak dapat disamakan dengan kemunduran Islam . 

Tidak ada permusuhan antara agama, sains, teologi, filsafat dan traditional-modernisme. Menurut Al-Afghani, yang patut disalahkan adalah pemerintah, karena kurangnya pemahaman ajaran agama Islam. Hal inilah umat Islam perlu melakukan gerakan reformasi dan revitalisasi untuk mengembalikan umat pada zaman keemasannya. 

Al-Afghani mengakui kehebatan intelektual modern Barat. Namun, menurutnya kejayaan tersebut tidak lepas dari kontribusi peradapan Islam pada abad pertengahan. Terlepas itu semua, kemunduran peradapan Islam yang terjadi akibat orang muslim bukan agamanya. Dari kemunduran umat Islam mendorong Al-Afghani menciptakan pemikiran baru agar umat Islam mencapai kemajuan. 

Agama Islam sesuai untuk semua bangsa, zaman dan keadaan. Tidak ada pertentangan antara ajaran Islam dan kondisi yang disebabkan perubahan zaman. Kemunduran umat Islam telah di pengaruhi oleh sifat taklid, statis, telah meninggalkan akhlak yang tinggi dan melupakan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Al-Afghani mengajak umat, pemimpin dan kelompok bersatu membebaskan diri dari interventasi Barat apa yang disebut Pan Islamisme. 

Gerakan Pan Islamisme

Pan Islamisme adalah suatu gerakan yang lahir, akibat kemunduran Islam. Menurut Al-Afghani, lemahnya persaudaraan antara sesama umat Islam. Oleh karena itu, penting dibangun solidaritas umat Islam sedunia atau Pan Islamisme, sehingga umat Islam dalam pemerintahan demokratis. 

Solidaritas umat Islam ini pula menurut Afghani,  umat Islam akan memperoleh kemerdekaannya kembali, dengan cara bersatu melawan penjajah Barat. Pengaruh Pan Islamisme di dunia Islam memang luar biasa, salah satunya terbitnya majalah Al-Manar. 

Gerakan Pan Islamisme tidak hanya berpengaruh dunia Islam yang letaknya di Timur Tengah. Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia  memiliki dampak pengaruhnya. Saat itu,  di Indonesia hampir bersamaan dengan Gerakan Pan Islamisme berdiri Jamaitul Khair di Pekajan, Batavia,  tahun 1901. 

Jamaitul Kheir, suatu organisasi sosial yang membawa semangat tolong-menolong. Organisasi ini, bertujuan mendirikan sekolah modern yang terbuka luas untuk umat Islam. Perkumpulan ini fokus pada pembaharuan lembaga pendidikan modern. 

Jamatul Kheir menurut  Pramudya Ananta Noer dalam Rumah Kaca, menginspirasi lahirnya Boedi Oetomo. Dari inilah kemudian organisasi ini  membangun sekolah berorientasi agama, tetapi bersifat ilmu pengetahuan umum mulai sejarah, ilmu bumi, berhitung. Di sekolah ini bahasa pengantar adalah bahasa Melayu, sedangkan Bahasa Inggris merupakan pelajaran wajib. Memahami sumber-sumber Islam sekolah ini mempergunakan bahasa Arab. 

Keberadaan Jamatul Kheir tidak lama, namun, setidaknya Ia penggerak dunia Islam yang pertama di Indonesia. Organisasi Jamatul Kheir disebut Deliar Noer organisasi sosial modern baik anggaran dasar, rapat hingga prasarana sekolah banyak sedikitnya telah modern. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...