Beranda Keislaman Akhlak Jangan Tergoda Pada Cinta Buta Wahai Para Pencari Ilmu

Jangan Tergoda Pada Cinta Buta Wahai Para Pencari Ilmu

Harakah.idBelajar ilmu pengetahuan perlu fokus. Apalagi ilmu agama. Nasihat penting bagi mereka yang sedang fokus belajar, “Jangan tergoda pada cinta buta wahai para pencari ilmu.”

Ilmu merupakan sesuatu hal yang harus di miliki oleh siapa pun. Dengan ilmu, manusia memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain. Ilmu menjadi pembeda antara manusia satu dangan manusia yang lain. Sehingga ilmu menjadi anugrah yang terindah bagi pemiliknya.

Para Ulama-Ulama terdahulu seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Syafi’i dan para ulama’ lainya merupakan contoh orang-orang yang begitu luas keilmuaanya sehingga namanya akan tetap dikenang meski jasadnya sudah terpendam di dalam tanah.

Seseorang yang memliki ilmu akan mudah dalam segala, baik urusan yang berkaitan masalah dunia maupun agamanya.  Agama Islam sendiri bahkan mewajbkan pemeluknya untuk mencari ilmu. Bahkan dalam Islam pahala mencari sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah Seperti hadis yang diriwayatkan  Imam Tirmidzi dari Anas Bin Malik berakata dari Rasulullah bersabdah

: مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ العِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Barang siapa keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali (H.R Tirmdzi)

Selain itu masih banyak lagi Keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh orang berilmu. Begitu mulia ilmu membuat  ulama’-ulama’  terdahulu biasa melakukan rihlah atau perjalanan jauh meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu. 

Bahkan sahabat bernama Abu Ayyub al-Anshori rela melakukan perjalanan selama satu bulan dari Madinah ke Mesir hanya untuk mencari satu hadis saja. Memang tidak mudah bagi seseorang  yang ingin mendapatkan sebuah ilmu. Mereka harus rela mengorbakan harta, waktu kegemeran bahkan nyawa mereka sendiri.

Ketika proses pencarian ilmu tentunya banyak godaaan dan cobaan yang datang menghampiri. Godaan tesebut  Kalau bagi teman-teman yang pernah mondok tentunya tak asing lagi dengan penyakit kulit yang biasa gudik.

Selain itu, umumnya para pencari ilmu ini tergoda oleh syahwatnya. Apalagi bagi para pencari ilmu yang usia masih remaja tentunya usia ini merupakan puncak gejolak syawat seseorang. Cinta kepada lawan jenis kadang membuat sang pencari ilmu lupa tujuan awalnya untuk mencari ilmu. Apabila cinta lawan jenis ini datang, mereka mulai tidak fokus lagi untuk belajar karena  waktu dan fikiran habis untuk seseorang yang ia cintai.

Ketertarikan kepada lawan jenis memang tidak salah, apalagi di usia remaja. Tentu kita ketahui usia ketertarikan akan lawan jenis merupakan tanda manusia memasuki usia puber atau baligh. Ketertarikan kepada lawan jenis tentunya akan dialami oleh siapa pun.

Pada kitab Talimul Mutalim dikisahkan ada seorang ulama’ bernama Syaikh Najmuddin Umar bin Muhammad an-Nasafi yang terposana kecantikan budal Umul Waladnya. Syaikh Najmuddin kemudian mengarang syair untuk budak Ummul Waladnya.

سلام على من تيمتني بظرفها # ولمعة خذيها ولمحة طرفها

“Salam bagi seseorang yang telah memikatku dengan paras cantiknya# dengan kilauan pada kedua pipi dan lirikan kedua matanya”

سبتني وأصبتني فتاة مليحة # تحيرت الأوهام في كنه وصفها

“Aku terjerat dan tergoda oleh seorang wanita yang manis # Akal pun kacau dalam mensifatinya”

فقلت ذريني وأعذرني فانه # شغفت بتحصيل العلم وكشفها

“Tapi aku berkata, tinggalkan aku dan maafkan aku # Karena aku telah terbuai dengan menuntut ilmu dan menyingkap rahasianya”

Dalam syair tersebut jelas bagaimana seorang Syaikh Najmuddin sebagai manusia biasa juga pernah tertarik akan kecantikan wanita. Namun tekadnya yang kuat untuk mencari ilmu membuat beliau tidak tergoda akan kecantikan budaknya.

Beliau lebih memilih untuk fokus menimba ilmu sebagai bekal kehidupannya di masa depan. Untuk itu  bagi para pencari ilmu, mari kita belajar kepada syaikh Najmuddin untuk tetap fokus pada tujual awal sebagai pencari ilmu dengan menggunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk belajar dan mendekatkan diri kepada Allah agar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Jangan sampai waktu kita habis tebuai pada cinta buta yang menggelapkan mata. Maka bagi seorang ketika mencari ilmu harus rela mengatakan kepada kekasihnya: maafkan aku dan tinggalkan aku karena tekad dan tujuanku hanya untuk mencari ilmu.

Demikian nasihat penting yang perlu diperhatikan para pencari ilmu, “Jangan Tergoda Pada Cinta Buta Wahai Para Pencari Ilmu.” Sekali lagi, “Jangan Tergoda Pada Cinta Buta Wahai Para Pencari Ilmu.”

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...