Beranda Keislaman Ibadah Jauhilah Orang-Orang Yang Mengaku Sebagai Wali, Pesan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari

Jauhilah Orang-Orang Yang Mengaku Sebagai Wali, Pesan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari

Harakah.id Pada zaman Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, muncul beberapa orang yang mengaku-aku sebagai guru tarekat, menjadi khalifah dalam tarekat, bahkan ada yang mengaku-aku sebagai wali, padahal orang tersebut adalah orang bodoh yang tidak mengetahui dasar-dasar agama seperti rukun-rukun ibadah dan syarat-syaratnya.

Ada sebagian masyarakat yang lebih senang dengan perkara-perkara klenik. Mereka terkadang lebih mengikuti seseorang yang dianggap memiliki kelebihan ‘gaib’ dibanding dengan ulama yang ahli ilmu, mengajarkan ilmunya, arif billah dan menjalankan ketaatan pada syariat Allah.

Pada zaman Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, muncul beberapa orang yang mengaku-aku sebagai guru tarekat, menjadi khalifah dalam tarekat, bahkan ada yang mengaku-aku sebagai wali, padahal orang tersebut adalah orang bodoh yang tidak mengetahui dasar-dasar agama seperti rukun-rukun ibadah dan syarat-syaratnya.

Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari berpesan agar masyarakat untuk menjauhi orang semacam itu. Dalam kitab Risalah Tamyiz al-Haq min al-Bathil karya al-‘Allamah Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari al-Tabuirani al-Jumbani, hal. 10, disebutkan;

فراميلا سديريٸ اهل الإسلام والإيمان كولا أتوري نبيه سكع تياعكع عاكن٢ دادوس كورو طريقة توين دادوس خليفة، توين عاكن٢ دادوس ولي، معكا فونيكا تياع بودو بوتن سومراف فرضونيفون وضو فرضونيفون أدوس لن سأسامينيفون، بوتن سومراف نجس ظاهر نجس باطن لن بوتن عركصا شريعة إسلام، كدوس نبيه سكع ماجن. فقد قال العلماء رحمهم الله: ما اتخذ الله من ولي جاهل ولو اتخذه وليا لعلمه. سناجن تياعكع كسبات كاطه كرامتی. فإذا رأيت من يطير فی الهواء ويمشی علی الماء ويخبر عن المغيبات ويخالف الشرع بارتكاب المحرمات بغير سبب محلل أو يترك الواجبات بغير سبب مجوز فاعلم أنه شيطان نصبه الله فتنة للجهلة وخليفة عن إبليس فهم قطاع طريق الله علی عباده وأعداء أولياء الله الداعين إلی رشاده، وهم المشار إليهم فی الخبر: أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال. قيل: من؟ قال: أٸمة مضلون سٸلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا، فجانبهم تربح وتغنم، وقاطعهم تُسلَّم وتسلم. قال تعالی: وَأَصْلِحْ وَلاَ تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ.

Oleh karena itu, wahai saudara ahli islam dan iman, saya harap untuk menjauhi orang-orang yang mengaku-aku sebagai guru tarekat, menjadi khalifah dalam tarekat, atau pun mengaku-aku sebagai wali, padahal orang tersebut adalah orang bodoh yang tidak mengetahui fardlunya wudlu, fardlunya mandi, dan lain sebagainya, tidak mengetahui najis lahir dan najis batin, dan tidak menjaga syariat islam, sebagaimana menjauh dari harimau. Para ulama mengatakan: “Allah tidak menjadikan (sebagai kekasih-Nya) seorang wali yang bodoh, apabila Allah menjadikan seseorang sebagai wali, kekasih-Nya, maka Ia akan mengajarinya (menjadikannya sebagai ahli ilmu).” Walaupun orang tersebut mempunyai banyak keramat. Ketika kamu menyaksikan orang yang mampu terbang di udara, berjalan diatas air, dan mengabarkan berita-berita gaib, namun ia menyelisihi syariat dengan melakukan hal-hal yang diharamkan tanpa adanya sebab yang menghalalkannya, atau meninggalkan berbagai kewajiban tanpa sebab yang memperbolehkannya, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia adalah syetan yang dijadikan Allah sebagai fitnah atau ujian bagi orang-orang bodoh, dan sebagai penggantinya iblis. Mereka adalah para penyamun di jalan menuju Allah kepada para hamba-hamba-Nya, para musuh kekasih Allah yang mengajak kepada petunjuk-Nya. Mereka lah yang diisyaratkan Nabi Saw dalam khabarnya: “Aku lebih mengkhawatirkan selain Dajjal atas kalian semua daripada Dajjal”. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa mereka itu?” Nabi Saw menjawab: “Para pemimpin yang menyesatkan, mereka ditanyai (tentang masalah agama), lalu berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. Jauhilah mereka, maka engkau akan beruntung dan mendapatkan harta rampasan. Putuskan hubungan dengan mereka, maka engkau akan diselamatkan dan mendapat keselamatan.” Allah ta’ala berfirman: “dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” Wallah a’lam bi al-shawab

Demikian nasihat dan pesan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk senantiasa menjaga ketaatan kepada ajaran agama yang benar. Waspada terhadap tipu daya sebagian orang yang berupaya mengambil keuntungan melalui klaim-klaim berbau agama, padahal kenyataannya ia melanggar aturan agama.

Bagus Ahmadi, PP. MIA Pacet Moyoketen Boyolangu Tulungagung

 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...