Beranda Keislaman Doa Kamu Aktivis Sarkub dan Hobi Ziarah Kubur? Jangan Lupa Baca Doa Masuk...

Kamu Aktivis Sarkub dan Hobi Ziarah Kubur? Jangan Lupa Baca Doa Masuk Area Pemakaman Berikut Ini…

Harakah.id Doa masuk area pemakaman berikut ini adalah salah satu bentuk etika seseorang ketika hendak berziarah dan mengunjungi mereka yang sudah wafat.

Jika kamu hobi ziarah kubur, jangan lupa membaca doa masuk area pemakaman ini!

Berbicara mengenai ziarah kubur, Imam Ibnu Hajar al-Haitami pernah menjelaskan dalam al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah, bahwa hukum berziarah kubur adalah sunnah. Menurutnya, berziarah kubur merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Ia menambahkan bahwa kesunnahan tersebut bukan hanya terletak pada ziarahnya saja melainkan juga pada saat mengadakan perjalanan untuk melakukannya.

Rasulullah saw bersabda:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا مُعَرِّفُ بْنُ وَاصِلٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّ فِي زِيَارَتِهَا تَذْكِرَةً حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا مُعَرِّفُ بْنُ وَاصِلٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّ فِي زِيَارَتِهَا تَذْكِرَةً

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Mu’arrif bin Washil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Buraidah dari ayahnya, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku telah melarang kalian menziarahi kuburan, sekarang berziarahlah ke kuburan, karena dalam berziarah itu terdapat peringatan (mengingatkan kematian).” [HR. Abu Daud]

Hadis ini berstatus sahih, diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam Sunan Abu Daud, kitab al-Janaaiz, bab fii Ziyaarah al-Qubuur.

Dalam pandangan penulis, kesunnahan tersebut bukan tanpa alasan melainkan karena terdapat banyak manfaat dan keuntungan, di antaranya sebagai media untuk mengingat kematian, pengingat tidak terbuainya dengan kemewahan dunia, dapat melunakkan hati yang keras, menjauhkan diri kemaksiatan, tabbaruk (mendapatkan berkah), memperbanyak zikir dan membaca Alquran, menyadari dosa dan bertaubat karenanya.

Umat Islam dapat menziarahi siapa saja dan dimana saja, baik menziarahi mereka yang beragama Islam atau mereka yang bukan beragama Islam. Namun perlu dicatat bahwa menziarahi orang muslim atau bukan orang muslim memiliki manfaat dan faedahnya masing-masing. Di antara mereka yang sunnah diziarahi adalah Nabi, orang tua, orang saleh dan lain sebagainya.

Pada saat memasuki area ziarah kubur, zaair (peziarah) hendaknya tidak langsung duduk, melainkan membaca doa yang menjadi kesunnahan baginya, yaitu doa masuk area pemakaman. Doa ini senantiasa dibacakan oleh Rasulullah tatkala beliau berziarah ke pemakaman Baki’.

Berikut adalah doanya:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ، وَأتاكُمْ ما تُوعدُون، غَداً مُؤَجَّلُونَ، وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأهْلِ بَقِيعِ الغَرْقَدِ

“Assalaamu’alaikum daara qaumi mu’miniin wa aataakum maa tuu’aduun ghadan muajjalun wa innaa insyaa allah bikum laahiquun, allahummaghfir li ahli baqii’ilgharqad”

Artinya: Keselamatan bagi kalian wahai (penduduk) desa mukminin, telah datang kepada kalian apa yang telah dijanjikan. Pada saatnya atas kehendak Allah kami juga akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah dosa-dosa penghuni pemakaman Baki’ Gharqad.

Dalam riwayat lain, redaksi ucapan salam dan doa masuk area pemakaman adalah sebagai berikut:

 السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ

“Assalaamu’alaikum ‘alaa ahliddiyaar minal mu’miniin walmuslimiin”

Artinya: kesalamatan bagi kalian yang menempati tempat ini (pemakaman) wahai orang-orang muslim dan mukmin).

Namun secara subtansi, baik redaksi salam pertama maupun redaksi salam kedua adalah sama. Kita boleh menggunakan yang mana saja, keduanya sama baik dan sahih.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...