Beranda Keislaman Muamalah Kamu Punya Teman Cepu dan Tukang Ngadu? Begini Kata Al-Quran...

Kamu Punya Teman Cepu dan Tukang Ngadu? Begini Kata Al-Quran…

Harakah.idAkhir-akhir ini banyaknya terlintas di sosial media kita mengenai kata “cepu”. Kata tersebut merupakan bahasa gaul anak zaman sekarang. Lalu apakah Islam sendiri mengenal kata cepu?

Banyaknya tindakan cepu membuat beberapa orang merasa privasinya tidak terjaga. Banyaknya kejadian dari artis-artis tanah air yang privasinya bocor akibat ulah teman mereka sendiri khususnya dalam sosial media mereka. Cepu sendiri sebenarnya merupakan bahasa gaul yang memiliki arti “tukang mengadu” seperti tindakan sebuah pengkhianatan atau orang yang menusuk dari belakang. Orang-orang cepu akan membicarakan kita dari belakang ke orang lain dengan memberitahu perbuatan aib ke orang lain. Sikap cepu ini sangat berbahaya karena mereka akan membocorkan rahasia orang lain karena kepentingan mereka untuk menjatuhkan orang lain.

Dalam Islam orang yang cepu juga disebut dengan tajassus (mencari kesalahan orang lain dengan memata-matai). Tajassus ialah sebuah usaha untuk mengetahui cela atau aib orang lain, menyelidiki orang lain dan menelitinya dengan lebih lanjut. Menurut Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi tajassus ialah memata-matai dan membuka hal yang ditutupi orang lain. Teman yang cepu dapat dikatakan sudah melakukan tindakan tajassus, karena membocorkan rahasia orang lain pada orang yang tidak mengetahuinya.

Al-Qur’an telah menjelaskannya terkait hal ini dalam QS. al-Hujurat[49] : 12 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Dalam Tafsir A-Mishbah (Quraish Shihab) menjelaskan tindakan tajassus dapat menimbulkan kerenggangan hubungan sesama. Tajasuss merupakan kelanjutan dari dugaan, sedang dugaan ada yang dibenarkan dan ada yang tidak dibenarkan, tajassus juga demikian. Dibolehkannya tajassus jika dalam konteks sebuah pemeliharaan negara yang bersifat umum seperti memata-matai musuh negara dan sebagainya. Adapun tajassus yang berkaitan dengan urusan pribadi seseorang maka ini sangat terlarang. Manusia dipenuhi dengan aib, oleh karenanya haruslah sesama bersaudara kita menjaga aib saudaranya sendiri sebagaimana aib dan dosa diri sendiri yang kita jaga. Seperti HR. Tirmidzi:

وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.

Jadilah manusia yang tidak cepu dan mengumbar aib orang lain, apalagi di zaman sekarang aib itu dibocorkan sendiri oleh teman dekat. Di dunia Instagram dikenal dengan “Close Friends”. Bijaklah dalam menggunakan sosial media dengan memposting hal-hal yang tidak berbau aib. Wallahua’lam.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...