Beranda Keislaman Ibadah Karena Sangat Istimewa, Allah Langsung yang Akan Menilai Pahala Puasa Hamba-Nya

Karena Sangat Istimewa, Allah Langsung yang Akan Menilai Pahala Puasa Hamba-Nya

Harakah.id – “Karena puasa itu untuk-Ku, maka Aku satu-satunya yang akan mengganjarnya.

Berpuasa adalah ibadah yang spesial, yang memiliki keistimewaan dan keutamaan dibanding ibadah-ibadah yang lain. Berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan, menggabungkan format ibadah individu dan ibadah sosial. Seseorang juga dituntut untuk mengendalikan banyak hal terkait kebiasaan-kebiasaan dirinya.

Baca Juga: Tiga Kondisi Ketika Doa Pasti Terkabul, Berpuasa Salah Satunya

Nabi Muhammad, sebagaimana yang disampaikan Sahabat Abu Hurairah, membacakan sebuah hadis qudsi terkait puasa:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Allah Swt berfirman, puasa itu untukku dan Aku yang akan langsung mengganjarnya. Seseorang mengabaikan syahwat, keinginannya untuk makan dan minum hanya karena Aku. Puasa merupakan tameng. Ada dua kebahagiaan orang yang berpuasa: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya. Aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak Misik.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam hadis qudsi di atas terlihat bagaimana Allah Swt sangat memuliakan orang yang berpuasa dan menyematkan berbagai macam keutamaan. Salah satunya adalah kerahasiaan Allah dalam mengganjar orang yang berpuasa. “Karena puasa itu untukku, maka Aku satu-satunya yang akan mengganjarnya.

Baca Juga: 6 Nilai Ini Akan Terasa, Kalau Puasa Anda Diterima Allah

Eksklusifitas ganjaran pahala yang dinyatakan oleh Allah Swt ini membuktikan bahwa puasa adalah ibadah yang spesial, yang nilai harganya hanya Allah yang menentukan. Ini juga membuktikan bahwa di balik puasa yang kita lakukan, ada pahala yang sangat besar menunggu untuk dikucurkan.

Mengapa Allah sampai segitunya memuliakan orang yang berpuasa? Allah menjawab, karena dengan berpuasa, seseorang rela meninggalkan keinginannya untuk makan dan minum, serta mengabaikan seluruh bisikan syahwatnya hanya karena dan untuk Allah. Oleh karena itulah, Allah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada orang yang berpuasa.

Barang siapa yang istiqamah berpuasa, dengan arti ia mengendalikan hawa nafsu, syahwat dan kehendaknya kepada maksiat hanya karena Allah Swt, maka bersiap-siaplah untuk merasakan kebahagiaan yang luar biasa kelak di Hari Kiamat, ketika momen pertemuannya dengan Tuhan yang selama ini disembahnya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...