Beranda Keislaman Akhlak Kaum Rebahan Harus Tahu Jenis-Jenis Tidur; Ada yang Dilarang, Ada Juga yang...

Kaum Rebahan Harus Tahu Jenis-Jenis Tidur; Ada yang Dilarang, Ada Juga yang Dianjurkan…

Harakah.idMeski remeh, pekerjaan bernama tidur juga memiliki potensi mendatangkan pahala. Kaum rebahan harus tahu, ada tidur yang dilarang dan ada juga yang dianjurkan. Masing-masing ada manfaat dan konsekuensinya…

Tidur adalah kegiatan wajib yang mesti dipenuhi sebagai bentuk perhatian kita terhadap tubuh yang diberi oleh Allah SWT. Para ahli menyebutkan bahwa batas maksimal tidur yang harus dipenuhi oleh seorang manusia adalah 8 jam sehari. Tidur yang cukup akan memberikan efek positif bagi tubuh dan menjaga stamina badan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Namun, memilih waktu tidur tidak boleh asal-asalan. Ada waktu-waktu yang tidak dianjurkan bagi kita untuk tidur ketika itu. Namun ada juga waktu-waktu yang manusia dianjurkan tidur kala itu. Menurut para ulama, waktu-waktu tidur juga memiliki efek, baik secara fisik maupun secara ruhani.

Berikut beberapa jenis tidur dan waktunya, baik yang dianjurkan maupun yang dilarang, yang telah dirumuskan oleh para ulama:

  • Haylulah

Yaitu tidur setelah subuh. Kata Haylulah diambil dari kata hala yahulu haulan yang bermakna mencegah atau menghalangi. Bahasa orang dulu, kalau kita tidur di pagi hari, rejeki kita akan dipatok ular. Ya benar. Kebiasaan tidur haylulah akan menghalangi datang rejeki kepada seseorang. Jenis ini sangat tidak dianjurkan.

  • ‘Aylulah

Yaitu tidur setelah waktu ashar. Kata ‘Aylulah diambil dari kata illat, yang bermakna penyakit. Kebiasaan tidur setelah ashar menimbulkan beberapa efek samping: datangnya penyakit, rentan mengalami stress dan depresi serta mengurangi kekuatan hafalan seseorang. Mayoritas mereka yang tidur setelah ashar, ketika bangun akan merasa letih dan lelah meskipun baru bangun dari tidur. Kalian yang merasa sering lupa dan susah menghafal, coba deh kurangi tidur setelah ashar. Jadi sangat tidak dianjurkan!

  • Qaylulah

Yaitu tidur 10 menit seteah dzuhur. Qaylulah dipetik dari kata qalil, artinya sedikit. Dalam bahasa yang lebih trend, kita kenal istilah “power snap”; yaitu tidur sejenak barang 15-30 menit hanya untuk merenggangkan otot dan mengembalikan stamina tubuh. Qaylulah juga bisa dilakukan sebelum melakukan shalat tahajjud atau qiyamul lail. Qaylulah sangat baik dan dianjurkan serta dimasukkan sebagai sunnah Rasulullah SAW.

Itulah tiga macam tidur. Dua yang pertama tidak dianjurkan, sedangkan yang kedua sangat dianjurkan. Para ulama menyamakan fungsi tidur qaylulah sebelum qiyamul lail sama seperti fungsi sahur sebelum kita berpuasa. Dengan melakukan sahur, seseorang akan lebih mudah dan kuat untuk menjalankan puasa. Dengan melakukan qaylulah, seseorang juga akan lebih mudah, nikmat dan nyaman dalam melaksanakan qiyamul lail.

Jadi, tidur boleh. Tapi jangan sampai memilih waktu yang tidak tepat dan bisa melahirkan efek negatif ya?!

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...