Beranda Keislaman Tafsir Keindahan Majaz Mursal Musababiyah dalam Al-Quran, Qs. Al-Ghafir: 13

Keindahan Majaz Mursal Musababiyah dalam Al-Quran, Qs. Al-Ghafir: 13

Harakah.idSalah satu cara untuk mengetahui atau merasakan secara langsung kemukjizatan Alquran ini adalah dengan cara melihat keindahan bahasanya yang tidak tertandingi.

Alquran adalah kitab suci umat Islam, di dalamnya mengandung pedoman hidup yang komprehensif bagi umat islam. Semua aspek dibahas di dalamnya mulai terkecil hingga yang besar. Selain sebagai pedoman hidup, Alquran ini juga sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Salah satu cara untuk mengetahui atau merasakan secara langsung kemukjizatan Alquran ini adalah dengan cara melihat keindahan bahasanya yang tidak tertandingi, dan untuk bisa mengkaji bahasa Alquran yang indah ini membutuhkan beberapa ilmu bantu diantaranya nahwu, shorof, dan balaghoh.

Bisa dikatakan ilmu balaghoh ada karena adanya Alquran. Karena memang sampai saat ini Alquran-lah satu satunya yang menggunakan bahasa paling indah, dan tiada tandingannya. Ilmu balaghoh tidak lain membahas stilistika bahasa atau sederhananya membahas tentang gaya keindahan bahasa. Jadi memang Alquran inilah yang cocok menjadi objek pertama kajian balaghoh disamping syair-syair, qosidah-qosidah dan lain sebagainya.

Kali ini penulis hanya akan sedikit membahas tentang salah satu bentuk kebalaghohan yang ada di dalam Alquran, yaitu gaya bahasa yang menggunakan bentuk majaz mursal musababiyah. Sederhananya majaz mursal musababiyah ini adalah “kalimat yang dengan sengaja digunakan untuk makna yang bukan aslinya dengan menggunakan hubungan musababiyah (menyebutkan akibat dan tidak menyembunyikan sebabnya)”. Contohnya yang terdapat dalam surat Al Ghafir ayat 13:

….وينزّل لكم من السماء رزقا….

Dan Allah menurunkan rizki dari langit untuk kalian

Di dalam ayat ini menyebutkan bahwa Allah menurunkan rizki dari langit untuk manusia. Sebenarnya bukan rizki yang Allah turunkan dari langit, akan tetapi hujan yang turun dari langit, yang kemudian dari hujan tersebut dapat mendatangkan rizki entah berupa tanaman subur hingga berbuah, air sumur tidak kekeringan, padi di sawah menjadi subur yang akhirnya panen besar dan mendapatkan uang, dan-lain lainnya. Karena tidak mungkin Allah secara langsung menurunkan rizki berupa buah-buahan atau uang secara langsung dari langit sekaligus.

Bagaimana? Indah bukan? Bahasa Alquran dengan kebalaghohannya. Ternyata bukan sekedar keindahan saja yang ada dalam penggunakan majaz mursal musababiyah di dalam ayat ini, masih ada makna lain di balik penggunaan kalimat rizki bukan kalimat hujan di sini.

Jadi, jika diilustrasikan seperti ini. Seandainya di dalam ayat tadi menggunakan kata hujan bukan kata rizki. Ketika hujan itu turun dan justru menyebabkan banjir, mungkin sebagian dari kita akan ada yang menyalahkan Allah karena di dalam ayat disebutkan bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan. Tapi nyatanya, di dalam ayat tadi disebutkan bahwa yang Allah turunkan itu rizki bukan hujan. Jadi kalau hujan turun lalu banjir, itu kan bukan rizki, ya berarti bukan Allah yang menurunkannya. Jadi kalo banjir itu terjadi ya karena kesalahan manusianya sendiri.

Coba kalian kaitkan kasus ini dengan surat Ar Rum ayat 41 yang artinya: “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,,,”. Dan surat An Nisa ayat 79 yang artinya: “kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpamu itu kesalahan dirimu sendiri,,,”. Sudah semakin jelas bukan jika ditambah dengan kedua ayat ini yang masih ada keterkaitan dengan kasus banjir karena hujan tadi.

Jadi kalo hujan terus banjir ya jangan sepihak menyalahkan Allah, ngaca dulu, pasti ada yang salah pada diri kita, entah itu membuang sampah sembarangan, membangun gedung-gedung di tempat saluran air, tidak mau menjaga sungai selalu bersih, atau yang lainnya. Toh kalau mau menyalahkan Allah yang telah menurunkan hujan, ayat di atas tadi kan sudah menyebutkan bahwa yang Allah turunkan rizki bukan hujan. Jadi, yuk mari kita perhatikan lagi sampah-sampah kita, saluran pembuangan air kita, agar tidak lagi terjadi banjir.

Keindahan Majaz Mursal Musababiyah dalam Al-Quran, Qs. Al-Ghafir: 13 ini diikutip dari pengajian Jawahir al-Balaghoh dengan Prof. Dr. K.H. D. Hidayat, MA. Keindahan Majaz Mursal Musababiyah dalam Al-Quran, Qs. Al-Ghafir: 13 semoga dapat menambah wawasan kita bersama. Semoga Keindahan Majaz Mursal Musababiyah dalam Al-Quran, Qs. Al-Ghafir: 13 memacu kita semakin giat mempelajari Al-Quran.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...