Beranda Keislaman Akhlak Kepedulian Kita Terhadap Korban Ledakan Lebanon, Apa Hanya untuk Yang Muslim?

Kepedulian Kita Terhadap Korban Ledakan Lebanon, Apa Hanya untuk Yang Muslim?

Harakah.idNamun, yang menjadi tanda tanya sebagian kalangan adalah, apa hanya akan peduli pada sesama muslim sebab mereka saudara seiman? Atau, peduli dalam konteks general pada semua korban entah muslim maupun nonmuslim? Tak bisa dipungkiri, kalau banyak juga kalangan yang membatasi nalar kepeduliannya hanya untuk sesama muslim saja.

Asap jingga mewarnai langit pelabuhan di Kota Beirut, Lebanon, pada selasa, 04 Agustus 2020. Kemudian, tak disangka, dari asap jingga itu terjadi ledakan. Ledakan yang terjadi akibat dipicu 2.750 ton Amonium Nitrat yang terbakar itu tercatat mengakibatkan 135 orang meninggal dan 5.000 orang luka-luka per-6 Agustus kemarin (dilansir dari CNN). Selain itu, lebih dari 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, dan masih banyak orang yang belum ditemukan.

Apa ledakan itu punya motif dan merupakan kesengajaan dari suatu kelompok? Atau, murni kecelakaan akibat keteledoran menyimpan 2.750 ton Amonium Nitrat? Itu masih belum pasti dan masih terus diselidiki sampai sekarang. Namun, yang pasti, 135 orang meninggal, 5.000 orang luka-luka, dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, jelas ledakan itu memberi dampak kerusakan yang besar, plus kesedihan yang juga amat besar. Asap jingga menyisahkan kesedihan, dan menguji nalar kepedulian kita sebagai muslim.

Kenapa sebagai muslim harus peduli? Sebab memang demikian ajaran Islam. Ia adalah ajaran kasih sayang yang mengajarkan untuk saling mengasihi antar sesama makhluk hidup. Ini sejalan dengan spirit dalam hadis sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak menebar manfaat bagi sesama manusia (termasuk makhluk hidup lainnya).

Tanpa mengurangi penghormatan saya pada Nabi Muhammad SAW, sedikit berandai, apa beliau akan peduli? Jawabnya, pasti ya. Nabi SAW adalah manusia dengan hati selembut sutera, pasti akan sangat peduli. Jangankan mendengar 135 orang meninggal, 5.000 orang luka-luka, dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, melihat ada seorang yang kelaparan saja Nabi SAW akan sangat peduli.

Bahkan saat mendengar tangisan seekor unta pun, Nabi SAW menjadi sedih dan peduli dengan tangisan itu. Apatah lagi mendengar tangisan ratusan ribu orang korban ledakan Lebanon, pasti Nabi SAW akan peduli, sangat peduli. Sebagai manusia yang mengaku umatnya, muslim juga harus punya rasa kepedulian yang tinggi sebagaimana Nabi SAW.

Namun, yang menjadi tanda tanya sebagian kalangan adalah, apa hanya akan peduli pada sesama muslim sebab mereka saudara seiman? Atau, peduli dalam konteks general pada semua korban entah muslim maupun nonmuslim? Tak bisa dipungkiri, kalau banyak juga kalangan yang membatasi nalar kepeduliannya hanya untuk sesama muslim saja.

Persentase pemeluk agama di Lebanon (berdasar Wikipedia) mencakup muslim 54% yang terbagi atas 27% Sunni dan 27 % Syiah. Kristen 40.4%, Druze 5.6%, dan ada beberapa pemeluk Yahudi, Budha serta agama minoritas lainnya. Sehingga Lebanon termasuk daerah Timur Tengah yang memiliki keragaman dalam beragama. Jadi, tak hanya muslim di sana. Bahkan, muslim di sana juga banyak Syiah. 

Lantas, untuk siapakah nalar kepeduliaan umat muslim ditujukan?

Jawabnya adalah untuk semua korban dalam ledakan itu tanpa memandang status agama dari para korban. Kepeduliaan adalah bagian dari kemanusiaan, dan kemanusiaan tak memandang status agama apa pun. Sehingga, seandainya sekalipun tak ada muslim di sana, sebagai muslim kita pun tetap harus peduli. Sebab Islam adalah agama yang mengedepankan spirit kemanusiaan.

Sehingga nalar kepedulian muslim tak terbatas hanya pada sesama muslim saja, namun mencakup seluruh manusia, juga seluruh makhluk hidup.

Contoh dari sikap nalar kepedulian tanpa memandang status agama telah dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat dijelaskan, sepeninggal Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ra bertanya pada Aisyah r.ha seputar amalan Nabi SAW. Aisyah pun mengatakan pada ayahnya–Abu Bakar ra–kalau Nabi SAW sering memberi makan seorang Yahudi tua yang buta.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan, saat Nabi SAW berdakwah pada suatu kaum dan diperlakukan semena-mena, dilempari hingga berdarah. Nabi SAW tak menyimpan dendam sama sekali di hatinya. Sehingga saat malaikat penjaga gunung menawarkan jasa untuk menimpahkan gunung pada kaum itu, Nabi SAW tak mengijinkannya, malahan justru mendoakan kaum itu. Nabi SAW tetap peduli pada keselamatan kaum itu.

Dalam hal ini Nabi SAW memberi contoh, kalau nalar kepedulian tak memandang status agama. Sehingga nalar kepedulian muslim tak hanya sebatas hanya pada sesama muslim, namun bagi seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...