Beranda Keislaman Ibadah Kesunnahan-Kesunnahan Sebelum Melaksanakan Ihram

Kesunnahan-Kesunnahan Sebelum Melaksanakan Ihram

Harakah.id – Zulhijah merupakan bulan istimewa dalam agama Islam. Pada bulan ini, rukun Islam ke lima serentak ditunaikan oleh seluruh umat muslim di dunia yang telah mampu menunaikannya, sehingga bulan ini dikenal dengan nama bulan haji. Bagi para jamaah yang menunaikan ibadah haji memiliki banyak kesempatan untuk beramal saleh sebagai tabungan yang akan menjadi pemberat timbangan amalnya di hari perhitungan kelak. Mereka dapat mengerjakan amalan-amalan sunnah baik sebelum maupun setelah ihram.

Ihram adalah berniat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah atau keduanya. Hal tersebut sebagaimana yang termaktub dalam kitab Majmu Syarh Muhazzab karya Imam Nawawi. Adapun niat ihram telah dipaparkan pada tulisan sebelumnya. Telah menjadi maklum bahwa bulan haji merupakan ladang pahala bagi para jamaah haji. Pasalnya, mereka dapat mengerjakan banyak ibadah, baik sunnah maupun wajib dengan tingkat kekhusyukan di luar daripada biasanya. Oleh karena itu, berikut adalah ikhtisar dari kitab Majmu Syarh Muhazzab juz 7 halaman 210 mengenai beberapa kesunnahan ihram yang dapat dilakukan oleh jamaah haji maupun umrah ataupun keduanya.

Pertama adalah mandi ihram. Kesunnahan ini berdarkan hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwasannya Nabi Muhammad saw mandi terlebih dahulu sebelum ia berihram. Kesunnahan mandi untuk ihram bukan hanya bagi laki-laki, melainkan juga untuk perempuan, meskipun ia sedang haid atau nifas sekalipun. Hal ini berdasarkan riwayat Qasim bin Muhammad, bahwasannya Asma’ binti Umais melahirkan anaknya, Muhammad bin Abi Bakar di baida’ (padang pasir). Setelah Abu Bakar mengabarkan hal tersebut kepada Rasulullah, beliau berkata “suruh dia mandi kemudian berihram”. Mandi ini merupakan sunnah muakadah dan makruh bagi yang meninggalkannya, baik bagi laki-laki, perempuan (yang berhadas besar atau tidak), anak-anak dan setiap orang yang hendak melakukan ihram.

Kedua adalah memakai kain ihram yang berwarna putih. Nabi menganjurkan penggunaan kain berwarna putih karena ia adalah sebaik-baiknya pakaian umat muslim. Seperti halnya yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi dan Imam lainnya dengan kualitas sanad yang shahih.

Ketiga adalah memakai wewangian. Bisa dilakukan dengan berbagai minyak wangi dan parfum seperti misik dan sebagainya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah ra, ia berkata: “Aku memakaikan wewangian kepada Rasulullah sebelum beliau melakukan ihram…”.

Keempat adalah shalat sunnah dua rakaat. Kesunnahan ini berdasarkan hadis Nabi saw riwayat Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya dari Ibn Umar bahwa Rasulullah saw ketika tiba di masjid Zii al-Hulaifah, beliau salat 2 rakaat kemudian menunggangi (untanya kembali), ketika untanya berlabuh, Nabi berihram.

Kesunnahan-kesunnahan tersebut dikerjakan sebelum berihram. Adapun setelah ihram, ada hal yang tidak boleh dilakukan (dari kesunnahan tersebut) seperti memakai wewangian. Demikianlah hal-hal yang sunnah dilakukan sebelum ihram. Semoga dapat bermanfaat.

Wallahu a’lam.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...