Beranda Ketika Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Mengkritik Organisasi Islam

Ketika Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Mengkritik Organisasi Islam

Pasca reformasi 1998, tumbuh berbagai macam organisasi sosial kemasyarakatan. Salah satu yang berkembang cukup banyak adalah organisasi-organisasi yang bercorak atau menggunakan simbol-simbol agama Islam. Mulai dari nama hingga tampilan para anggotanya. Aktifitas organisasi-organisasi tersebut juga sering disebut dalam bahasa Arab yang terkesan islami.

Tumbuhnya berbagai organisasi tersebut tidak dapat dilepaskan bangkitnya semangat anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap situasi sosial politik di satu sisi, dan perhatian terhadap agama Islam di sisi lain. Tetapi, keberadaan organisasi-organisasi tersebut menimbulkan pertentangan di antara sesama umat Islam. Pertentangan antar organisasi Islam sebelum 1998 memang sudah ada. Tetapi tumbuhnya organisasi-organisasi baru tersebut justru menciptakan pertentangan yang lebih membingungkan umat. Bahkan mengancam persatuan bangsa dan negara karena sebagian di antaranya menawarkan pandangan yang berimplikasi pada penolakan terhadap eksistensi Negara yang sudah ada. Pada umumnya, para pemimpin organisasi Islam baru tersebut adalah orang-orang yang masih berusia muda. Tidak memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang jelas namun semangat mereka membela Islam sangat besar. Anggota-anggotanya adalah anak-anak muda penuh semangat yang tertarik dengan berbagai aksi heroik disertai simbol-simbol keislaman.

Kondisi ini sebenarnya pernah terjadi menjelang kemerdekaan Indonesia. Saat itu, muncul berbagai organisasi sosial yang menjadi wadah beragam gerakan masyarakat di Nusantara. Masing-masing memiliki corak dan orientasi yang beraneka-macam. Salah satu yang tumbuh saat itu adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang bercorak Islam. Bahkan tidak segan menggunakan nama Islam sebagai nama organisasinya.

Sekalipun menggunakan nama besar “Islam”, tetapi ternyata keberadaan organisasi ini tidak selalu mencerminkan nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Para pemimpinnya berasal dari kalangan yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam. Para anggotanya tidak berperilaku berdasarkan tuntunan agama Islam secara benar.

Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari menyoroti fenomena kemunculan organisasi Islam itu. Hal ini sebagaimana tertulis dalam kitab Risalah Kaff Al-‘Awwam ‘An Al-Khaudh Fi Syirkah Al-Islam (Risalah Pencegah Orang Awam Masuk Organisasi Sarekat Islam, untuk download klik di http://maktabahtahmil.blogspot.com/2016/02/blog-post_9.html). Sebuah kitab yang masih berbentuk manuskrip dan berhasil didigitalisasi oleh website Maktabah Tahmil. Dalam bagian depan naskah yang beredar, terdapat keterangan bahwa salinan naskah ini diperoleh oleh Zaki Khoirul Umam dari Dr. Yahya Mahmudi Sa’id, di Riyadh Arab Saudi pada Muharram 2015. Pada bagian akhir naskah, tertulis keterangan bahwa risalah kecil tersebut selesai ditulis pada malam Kamis, 18 Ramadan 1331 H yang bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 1913.

Seperti dapat dilihat dalam judulnya, kitab ini menyoroti perkembangan organisasi Sarekat Islam (SI). Sarekat Islam pada mulanya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Didirikan oleh H. Samanhudi pada 1905 M. Pada tahun 1912, HOS Cokroaminoto mengubahnya menjadi Sarekat Islam (SI). HOS Cokroaminoto menjadi ketua organisasi tersebut sampai sekitar tahun 1930-an. SI menarik minat banyak orang untuk bergabung. Sejarah mencatat, pada masa kepemimpinan HOS Cokroaminoto, anggota SI mencapai 2,5 juta orang. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, khususnya anak-anak muda. Banyak di antaranya merupakan tokoh pergerakan nasional. Secara pribadi, HOS Cokroaminoto merupakan guru para pemimpin nasional seperti Soekarno, Agus Salim, Semaoen, Kartosoewiryo dan lainnya. Hal ini menunjukkan pengaruh kuat HOS Cokroaminoto dan SI-nya. SI pernah melakukan demonstrasi besar menolak sebuah majalah yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Dengan menggunakan nama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad, SI memobilisasi massa melakukan demonstrasi di Surabaya, Jawa Timur.

Sekalipun memiliki reputasi nasional serta melahirkan tokoh-tokoh besar di zamannya, tetapi SI memerlukan waktu untuk membenahi organisasi dan kualitas kadernya. Selama masa pembentukan itulah muncul ketegangan dengan sesama umat Islam. Hal ini mendorong KH. Hasyim Asy’ari memberi catatan tersendiri. Catatan terhadap praktik sosial keagamaan merupakan bentuk kepedulian Kiai Hasyim terhadap masyarakat Muslim agar senantiasa menjalankan ajaran agama dengan baik. Hal ini sebagaimana dapat dilihat dalam kritik beliau terhadap praktik sosial-keagamaan yang populer di Indonesia pada masanya, seperti Peringatan Maulid Nabi, yang terkadang terdapat praktik-praktik yang dinilai kurang sesuai dengan tuntunan Islam. Kiai Hasyim menulis anotasi berjudul Al-Tanbihat Al-Wajibat Li Man Yashna’ Al-Maulid Bi Al-Munkarat (Peringatan Wajib atas Orang Yang Mengadakan Peringatan Maulid dengan Kemungkaran). Peringatan Maulid Nabi merupakan kegiatan yang populer di masyarakat. Sebenarnya memiliki nilai-nilai yang baik. Tetapi terkadang pelaksanaannya tidak sesuai dengan cara-cara yang benar menurut syariat Islam. Cara-cara yang salah itulah yang disebut munkarat (kemungkaran). Sebagai seorang terpelajar, Kiai Hasyim menuangkan keprihatinannya tersebut melalui catatan yang di kemudian hari diterbitkan dalam bentuk buku (kitab).

Kembali kepada Risalah Kaff Al-‘Awwam, beberapa catatan yang diberikan oleh Kiai Hasyim di antaranya mengenai dampak buruk kemunculan organisasi tersebut. Kiai Hasyim mengawali catatannya dengan menjelaskan posisi pembentukan organisasi dalam pandangan Islam. Menurut beliau, hal itu termasuk perkara baru (baca: bid’ah) yang bisa saja mubah namun bisa juga dilarang. Prinsipnya, adalah kesesuaian organisasi tersebut dengan hukum syarak. Kiai Hasyim membagi perkara bid’ah menjadi tiga macam; mubah, hasan dan haram. Di antara yang haram adalah bid’ah Syirkah Al-Islam (Sarekat Islam). Kiai Hasyim menulis,

ومن ذلك البدعة المحدثة في هذا الزمان المسماة بشركة الاسلام فإنها مخالفة للشرع من وجوه كثيرة منها أنها مبنية على تحليف الناس على فعل وترك أمور كثيرة وقد قال تعالى لا تقسموا طاعة معروفة أي المطلوب منكم طاعة معروفة لا اليمين النفاقية الكاذبة المنكرة وقال الربيع سمعت الشافعي يقول ما حلفت بالله صادقا ولا كاذبا ولاجادا ولا هازلا وهذا التحليف لا يجري على قاعدة الشرع وليس له أصلا يرجع إليه في كتاب الله ولا في حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم

Di antaranya adalah bid’ah baru di zaman ini yang disebut dengan istilah Sarekat Islam. Ia bertentangan dengan syarak dari banyak segi. Di antaranya, Sarekat Islam dibangun di atas pengambilan sumpah masyarakat untuk melakukan atau meninggalkan banyak hal. Padahal Allah telah berfirman, “Janganlah bersumpah. Lakukanlah ketaatan yang sudah kalian kenal.” Maksudnya, yang diperintahkan kepada kalian adalah menjalankan ketaatan yang sudah dikenal. Bukan bersumpah yang penuh kemunafikan, kedustaan, dan kemunkaran. Ar-Rabi’ berkata, “Saya pernah mendengar As-Syafi’i berkata, ‘Saya tidak pernah bersumpah demi Allah, baik dalam posisi benar maupun salah, serius maupun bercanda.’” Sumpah organisasi ini tidak berjalan sesuai kaidah syarak serta tidak punya dasar dalam Kitabullah, tidak pula dalam hadisnya Rasulullah.

ثم ان هذه اليمين لأكثر الداخلين فيها يمين فاجرة وقد قال صلى الله عليه وسلم اليمين الفاجرة تعقم الرحم وتقل العدد

Kemudian, sumpah organisasi ini, bagi banyak pengikutnya, merupakan bentuk sumpah yang jahat. Padahal, Rasulullah SAW telah bersabda, “Sumpah jahat memutus silaturahim dan menyedikitkan jumlah.”

الوجه الثاني أكثر أهلها يتعصبون لصاحبهم فيذبون عنه ويشمرون عن ساق الجد في نصرته ظالما او مظلوما ويبغضون من لم يدخل فيها ولورجلا صالحا وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس منا من دعا إلى عصبية وليس منا من قاتل على عصبية وليس منا من مات على عصبية أخرجه في الجامع الصغير وفي الفتاوى الخيرية “هي أن يبغض الرجل الرجل لانه من بني فلان او من قبيلة كذا وهي من موانع قبول الشهادة قال الاستاذ أبو الوفا الهورين والوجه في ذلك ارتكاب المحرم الموجب للفسق انتهى وبغض اهل الشركة من يدخل فيها إن لم يكن سبب أخر من هذا القبيل

Sisi kedua, kebanyakan pengikutnya fanatik terhadap kawannya. Mereka akan membelanya dan berusaha menolongnya. Baik dalam posisi salah maupun tidak bersalah. Mereka marah (benci) kepada orang yang belum masuk organisasinya sekalipun orangnya saleh. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, “Bukan golongan kami orang yang mengajak kepada fanatisme.” “Bukan golongan kami, orang yang berperang membela fanatisme.” “Bukan golongan kami, orang yang mati di atas fanatisme.” Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Al-Jami’ Al-Shaghir. Dalam kitab Al-Fatawa Al-Khairiyyah dikatakan, “(Fanatisme) adalah marahnya seseorang pada orang lain karena orang lain itu berasal dari keluarga fulan atau dari kabilah fulan. Fanatisme dapat menjadi sebab ditolaknya kesaksian. Ustadz Abul Wafa Al-Hurain mengatakan, hal itu karena ia telah melakukan perbuatan yang diharamkan dan dapat menjatuhkannya dalam kefasikan.” Kemarahan-kebencian pengikut Sarekat Islam terhadap orang yang tidak masuk organisasi tersebut, jika bukan karena sebab lain, merupakan bagian dari fanatisme semacam ini.

الوجه الثالث أكثر رؤسائها من الجهلة فسقة لايصلون ولايصومون وليس لهم اهتمام في الدين ولا رغبة في العلم وقد ثبت في الحديث النهي عن ترئيس الجهال ومصاحبة من لا يرغب في العلم لانه سبب الضلال والاضلال

Sisi ketiga, kebanyakan pemimpinnya adalah orang-orang bodoh dan fasik. Mereka tidak shalat dan tidak berpuasa. Mereka tidak punya kepedulian terhadap agama, tidak pula punya kecintaan terhadap ilmu agama. Padahal telah ditetapkan dalam hadis, larangan mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin serta bergaul dengan orang-orang yang tidak punya rasa cinta terhadap ilmu agama. Hal itu karena ia dapat menjadi sebab kesesatan dan penyesatan.

الوجه الرابع أن فيها التحليف بغير الله سبحانه وتعالى

Sisi keempat, di dalam organisasi tersebut diterapkan penyumpahan dengan selain Allah SWT.

الوجه الثامن أنها تؤدي الى التفرقة بين دين الاسلام وبين المسلمين فترى أكثر أهل الشركة يبغض المسلم الذي لم يدخل فيها ولو أباه او ابناه او أخاه أو معلمه إلا من عصمه الله تعالى قد قال الله تعالى إنما المؤمنون إخوة وقال صلى الله عليه وسلم المسلم أخو المسلم لايظلمه ولايخذله ولايحقره والتقوى ههنا ويشير إلى صدره ثلاث مرات …

Sisi kedelapan, organisasi ini menyebabkan perpecahan di antara agama Islam dan di antara sesama umat Islam. Engkau akan melihat bahwa kebanyak pengikut organisasi membenci seorang Muslim yang tidak masuk ke dalamnya. Sekalipun ayahnya, anaknya atau saudaranya. Atau gurunya, kecuali orang yang diberi perlindungan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, kaum mukmin adalah saudara. Rasulullah SAW bersabda, seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Tidak akan menzalimi, merendahkan dan menghinakan Muslim lainnya. Takwa itu di sini. Rasulullah mengisyaratkan ke dada sebanyak tiga kali.

الوجه التاسع أن الدخول فيها يقوي المبتدعين ويزيدهم جراءة على الافتراء والاغراء بالباطل ويروج ما افتروه ووضعوه ويحصل به لهم الطمع في إضلال الناس واستدرابهم من بدعة إلى بدعة ويوصلون بذلك إلى إهمال الشريعة المطهرة والانسلاح منها فكان الدخول فيها إغراء بالباطل وإعانة عليه والاعانة على ذلك ممنوعة في الشرع

Sisi kesembilan, bergabung dengan organisasi ini dapat menguatkan para pembuatnya dan dapat menambah keberanian mereka dalam kebohongan dan propaganda kebatilan. Hal itu dapat membuat kebohongan mereka laku. Di situlah kemudian muncul harapan mereka dalam menyesatkan masyarakat, memasukkan mereka dari bid’ah ke dalam bid’ah lainnya. Hal itu semua dapat menghantarkan kepada penghancuran syariat yang suci dan tercerabut darinya. Bergabung ke dalamnya adalah bentuk propaganda kebatilan dan membantu kebatilan. Menolong kebatilan adalah perkara yang dilarang dalam syarak.

وبالجملة فالمخالفة للشرع التي تضمنتهه شركة الاسلام كثيرة يطول حصرها ومما يدل على ابتداع هذه الشركة أن العلماء الذين هم أعلام الدين وأئمة المسلمين من الصحابة والتابعين وتابع التابعين وغيرهم ومن مؤلف الكتب في الشريعة المطهرة مع شدة حرصهم على تعليم الناس الفرائض والسنن وعلى تقوية الدين وإظهار شريعة سيد المرسلين لم ينقل عن أحدهم أنه ذكر هذه الطريقة التي هي تحليف الناس ودونها في كتابه ولا تعرض لها في مجلس والعادة تحيل ان يكون مثل هذه سنة حسنة وتغيب عن هؤلاء العلماء والأئمة الذين هم قدوة المؤمنين وإليهم الرجوع في جميع الاحكام

Secara umum, penyimpangan syarak yang terdapat dalam Sarekat Islam sangat banyak dan akan panjang jika dirinci. Di antara dalil yang menunjukkan kebid’ahan organisasi ini adalah bahwa para ulama yang menjadi simbol tertinggi dalam agama dan para imam umat Islam dari golongan sahabat, tabiin, tabiit tabiin dan lainnya dari para penyusun kitab-kitab syariat yang suci, dengan segenap kesungguhan mereka mengajarkan masyarakat kewajiban-kewajiban dan kesunnahan-kesunnahan, dan menguatkan agama, menyebarkan syariat Sayyidil Mursalin, tidak pernah dinukil dari seorang pun dari mereka semua, yang menyebutkan metode ini; yaitu menyumpah masyarakat yang menjadi anggota. Tidak seorang pun menuliskannya dalam kitabnya, tidak pula menyinggung dalam majelis ilmu mereka. Adat kebiasaan menilai mustahil metode semacam ini sebagai sunnah yang baik dan hilang dari para ulama dan para imam yang mana mereka adalah para panutan kaum beriman, dan kepada mereka lah rujukan dalam semua masalah hukum.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan Risalah ini adalah tentang otentisitasnya. Naskah yang beredar di internet merupakan naskah hasil digitalisasi. Terdapat banyak bagian yang kurang jelas. Tetapi terkait penisbatan hal ini cukup jelas tertera nama Hasyim Asy’ari. Tertulis dalam bagian sampul, hadzihi al-risalah al-musammah bi kaff al-‘awwam ‘an al-khaudh fi syirkah al-islam li al-mu’allif al-‘uwaijiz al-fani muhammad hasyim asy’ari (Ini adalah risalah yang diberi nama Kaff Al-Awwam ‘an Al-Khaudh Fi Syirkah Al-Islam miliki penyusun yang lemah dan fana, Muhammad Hasyim Asy’ari). Kitab ini sepertinya belum pernah diterbitkan, termasuk dalam kitab Irsyad Al-Sari, sebuah antologi karya Syaikh Hasyim Asy’ari.

Kedua, tentang konteks zaman. Kehidupan berorganisasi merupakan fenomena baru dalam dunia Islam. Umat Islam sedang mencari bentuk dan wadah perjuangan yang relevan dalam konteks dunia modern. Beberapa kelemahan organisasi, baik dalam kedisiplinan pengurus maupun anggota adalah masalah yang lumrah dihadapi. Karenanya, kritik bercorak normatif yang disampaikan Hadratus Syaikh hendaknya diposisikan sebagai kritik konstruktif agar kehidupan berorganisasi diselaraskan dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, tentang organisasi Syirkah Al-Islam dalam kitab ini. Apakah benar merupakan pengaraban Sarekat Islam, sebuah organisasi modern pertama dalam sejarah Islam di Indonesia. Mengingat kitab ini ditulis, berdasarkan informasi di dalamnya, pada tahun 1913 M. Tahun secara resmi organisasi Sarekat Islam berdiri menggunakan nama barunya. Organisasi ini berkembang dengan sangat cepat sejak dipegang HOS Cokroaminoto. Bahkan membuka cabang di Mekah. Konon, sebagian ulama pendiri NU pernah menjadi anggotanya. Tetapi, kritik Kiai Hasyim ini mungkin belum menyebar terlalu luas. Selain bahwa di kalangan ulama tradisionalis belum berkembang semangat pentingnya berorganisasi secara modern. Sarekat Islam, bagaimana pun menjadi eksperimen pertama umat Islam Indonesia yang memberikan pengalaman berharga dalam memperjuangkan nasibnya di hadapan penjajahan. Setelah kelahirannya, muncul beragam organisasi yang menggunakan simbol-simbol keislaman.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...