fbpx
Beranda Keislaman Hadis Ketika Ibn Hibban Meriwayatkan Sebuah Hadis Dari 10 Guru yang Berasal Dari...

Ketika Ibn Hibban Meriwayatkan Sebuah Hadis Dari 10 Guru yang Berasal Dari 10 Wilayah Berbeda

Harakah.idIbn Hibban, sebagaimana layaknya muhaddis lain, harus menempuh ribuan kilometer hanya untuk mencari satu hadis. Dalam sebuah riwayat yang ditulisnya, tercatat Ibn Hibban pernah menerima satu hadis dari +10 guru yang berasal dari +10 wilayah yang berbeda.

- Advertisement -

Tak heran jika hadis dikenal sebagai sebuah rumpun keilmuan yang sulit. Selain harus mengandalkan kekuatan akal, hadis juga menuntut pembelajarnya untuk memiliki kebulatan tekad dan kesediaan untuk mengorbankan banyak hal; usia, uang dan waktu. Para muhaddis di bentang abad ketiga sampai abad keempat sudah menunjukkan hal itu. Kisah mengenai seorang muhaddis yang harus menempuh rute ribuan kilometer hanya untuk mengonformasi sebuah hadis, adalah kisah biasa yang hampir dialami setiap imam hadis dalam proses membukukan kitab hadis.

Tak sampai di situ. Pertaruhan demi pertaruhan juga harus dihadapi. Tak jarang, setelah menempuh ratusan sampai ribuan kilo, orang yang dituju ternyata sudah meninggal dunia, atau berpindah ke wilayah lain yang belum tentu juga menjamin kepastian keberadaan sang rawi. Mereka yang tekadnya rapuh, bisa dipastikan akan tumbang dan bertolak balik menuju kampung halamannya.

Tak terkecuali Imam Ibn Hibban, sang pengarang Sahih Ibn Hibban. Dalam sebuah riwayat mengenai hadis rejeki dalam kitabnya, Imam Ibn Hibban tercatat menerima hadis tersebut dari 10 lebih orang guru yang berasal dari 10 lebih wilayah yang berbeda.

أخبرنا إسحاق بن إبراهيم بن إسماعيل ببست، والحسن بن سفيان الشيباني بنسا، ومحمد بن العباس المزني بجرجان، وعمر بن محمد بن بحر الهمداني بصغد، ومحمد بن المعافي بن أبي حنظلة بصيدا، ومحمد بن الحسن بن قتيبة اللخمي بعسقلان، وعبدالله بن سلم ببيت المقدس، وعمر بن سعيد بن سنان الطائي بمنبج، والحسين بن عبدالله بن يزيد القطان بالرقة، ومحمد بن أحمد بن عبيد بن فياض بدمشق في اخرين، قالوا حدثنا هشام بن خالد الأزرق قال حدثنا الوليد بن مسلم عن ابن جابر عن إسماعيل بن عبيد الله بن أبي المهاجر عن أم الدرداء عن أبي الدرداء قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الرزق ليطلب العبد كما يطلبه أجله

Dalam hadis ini, ada sepuluh orang guru yang disebut oleh Ibn Hibban, yang seluruhnya lalu meriwayatkan hadis dari Hisyam bin Khalid al-Arzaq. Menariknya, Ibn Hibban juga menyebutkan lokasi kesepuluh gurunya itu tinggal. Mereka antara lain:

  • Ishaq bin Ibrahim bin Ismail di Kota Bust
  • Al-Hasan bin Sufyan al-Syaibani di Kota Nasa
  • Muhammad bin Al-Abbas al-Muzanni di Kota Jurjan
  • Umar bin Muhammad bin Bahr al-Hamadani di Kota Shughd
  • Muhammad bin al-Mu’afi bin Abi Handzalah di Kota Shayd
  • Muhammad bin al-Hasan bin Qutaybah al-Lakhmi di Kota Asqalan
  • Abdullah bin Salmi di Kota Baytul Maqdis
  • Umar bin Sa’ad bin Sinan al-Tha’i di Kota Manbij
  • Al-Husayn bin Abdillah bin Yazid al-Qatthan di Kota Riqqah
  • Muhammad bin Ahmad bin Ubayd bin Fayyadl di Kota Damaskus

Dalam rangkaian sanad yang disebutkan Ibn Hibban, masih ada kalimat “fi akharin” yang mengindikasikan bahwa masih ada beberapa guru yang ditemuinya untuk mendengar hadis tersebut.

Dari sini kita bisa menyimpulkan betapa kuat hafalan Imam Ibn Hibban, yang mampu menghafal percabangan sanad hadis yang diterimanya lengkap dengan lokasi tempat gurunya tinggal. Yang patut diingat, ini hanyalah satu hadis dari sekian ribu hadis yang dicantumkan Imam Ibn Hibban dalam kitab Sahihnya.

REKOMENDASI

Mbah Maimoen Zubair, Ulama Pakubumi yang Lahir Bersamaan Dengan Pekikan Sumpah Pemuda 1928

Harakah.id - Mbah Maimoen Zubair al-maghfurlah adalah salah seorang ulama pakubumi yang lahir bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Selama hidupnya, Mbah Maimoen...

Bukan Untuk Diperdebatkan Haram-Halalnya, Maulid Nabi Adalah Momentum Meniru Keteladanan Muhammad

Harakah.id - Maulid Nabi sebenarnya adalah momentum berharga untuk meniru dan belajar dari keteladanan Nabi Muhammad. Maulid Nabi bukan justru waktu...

Kiai Abbas Di Pertempuran Surabaya 1945, Dari Membentuk Telik Sandi Sampai Menghancurkan Pesawat Dengan...

Harakah.id - Kiai Abbas di pertempuran Surabaya 1945 tidak hanya berperan sebagai pasukan, tapi juga komandan dan perumus strategi perlawanan. Selain...

Felix Siauw, Buku Muhammad Al-Fatih 1453 dan Kedaulatan Negara dalam Bayang-Bayang Bahaya Eks HTI

Harakah.id - Felix Siauw kembali membuat negeri ini heboh. Heboh sebab pembatalan surat edaran Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Disdik Babel) yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...