Beranda Keislaman Hadis Ketika Kita Hidup Berdampingan dengan Al-Qur’an, Inilah yang Akan Terjadi

Ketika Kita Hidup Berdampingan dengan Al-Qur’an, Inilah yang Akan Terjadi

Harakah.idDan perlu kita ketahui adalah ketika kita hidup berdampingan dengan al-Qur’an, maka al-Qur’an tersebut akan menjadi penerang hidup kita baik di dunia maupun di akhirat.

Berdampingan dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur’an sendiri merupakan mukjizat terbesar yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an juga menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa, Zabur diturunkan kepada Nabi Daud dan Injil diturunkan kepada Nabi Isa.

Seperti yang kita ketahui bahwa al-Qur’an akan menjadi syafaat kita setelah kita meninggal dunia. Al-Qur’an memiliki peran penting dalam kehidupan kita karena pada dasarnya al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia.

Al-Qur’an merupakan petunjuk arah kehidupan kita untuk bisa sampai pada hidup yang sempurna yang diridhoi oleh Allah swt. Al-Qur’an merupakan kitab yang tetap tidak ada perubahan setiap masanya seperti halnya kitab-kitab agama lain.

Hal ini menegaskan bahwa memang al-Qur’an tidak terbatas ruang dan waktu. Al-Qur’an memiliki begitu banyak sekali informasi mengenai dunia dan isinya, namun bukan berarti al-Qur’an itu dapat dikategorikan sama halnya dengan buku ilmu pengetahuan.

Informasi yang diberikan al-Qur’an hanyalah bersifat umum. Ini bertujuan agar al-Qur’an tidak terbatas dengan waktu dan agar manusia dapat terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dijelaskan oleh al-Qur’an secara umum, namun dapat dijelaskan secara lebih-lebih spesifik oleh manusia dengan bantuan ilmu pengetahuan (sains).

Tidak hanya sebatas ilmu pengetahuan, al-Qur’an juga telah mengatur adanya berbagai hal yaitu dalam hal ibadah, hukum, jual beli, dan lain-lain. Yang memang itu adalah aturan yang harus dijalani dalam hidup kita. Al-Qur’an memiliki bahasa yang indah, tidak bisa dibilang syair ataupun puisi namun al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri dalam kebahasaan.

Kita sebagai manusia haruslah menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hdiup kita, agar kita senantiasa berada di jalan yang lurus daan benar. Kita sering kali lupa bahkan sangat acuh terhadap kitab suci kita sendiri, bahkan tidak sedikit yang memang sama sekali tidak bisa membaca al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan betapa acuh nya kita sehingga tidak ada kemauan untuk mempeljarinya. Apakah kita terlalu sibuk memikirkan dunia sehingga kita tidak dapat menyishkan waktu kita untuk mempeelajari atau membaca nya? Padahal yang kita ketahui adalah barang siapa yang membaca dan mempelarinya bahkan mengajari dalam belajar al-Qur’an maka mereka semua akan mendapatkan pahala.

Dalam hadits dijelaskan perumpamaan orang-orang yang membaca al-Qur’an dan yang tidak membacanya.

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا

“Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an adalah sebuah Utrujjah, rasanya lezat dan bau nya juga sedap. Sedang orang yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti buah kurma, rasanya manis namun bau nya tidak ada. Adapun orang Fajir yang membaca al-Qur’an adalah seperti buah Raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang fajir yang tidak membaca al-Qur’an adalah sperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan banya juga tidak sedap”.

Ketika kita dapat hidup berdampingan dengan al-Qur’an, menjadikannya pedoman hidup maka di situlah kita akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa, nikmat yang mana sampai akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan apapun terkait duniawi. Bahkan Ketika bulan Ramadhan pun Allah menganjurkan kita untuk senantiasa membca al-Qur’an karena di dalam bulan tersebut pahalla kebaikan yang kita lakukan akan berlipat ganda.

Al-Qur’an mempunyai peranan penting dalam setiap langkah yang kita jalani, berbagai hujjah al-Qur’an dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik lagi.

Belajar ataupun mengajar al-Qur’an merupakan salah satu kewajiaban bagi setiap muslim, dengan harapan bahwa setiap apa-apa yang kita baca dan kite pelajari akan menjadi syafaat untuk diri kita di akhirat nanti. Dan perlu kita ketahui adalah ketika kita hidup berdampingan dengan al-Qur’an, maka al-Qur’an tersebut akan menjadi penerang hidup kita baik di dunia maupun di akhirat. Demikian ulasan Berdampingan dengan Al-Qur’an.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...