Beranda Keislaman Ibadah Ketika Orang Syiah Berpuasa, Ramadan Dalam Alam Pikir Syiah

Ketika Orang Syiah Berpuasa, Ramadan Dalam Alam Pikir Syiah

Harakah.id Orang syiah berpuasa sebagaimana layaknya orang Sunni berpuasa. Ya mereka menahan lapar dan dahaga. Tapi memang ada beberapa detail-detail kecil yang jadi perbedaan.

Sedari jenjang MI hingga Madrasah Aliyah pastinya pembaca setia harakah.id diajarkan Fikih ibadah. Terlebih lagi fikih yang diajarkan adalah Fikih kaum Sunni. Fikih di kalangan Sunni masih banyak variannya. Jika sekolah di Ma’arif maka diajarkanlah Fikih yang sesuai dengan Bathsul masail atau kitab-kitab turats yang dijadikan acuan ustadz/kiainya. Begitu pula jika sekolah di Amal usaha Muhammadiyah maka diajarkan Fikih yang sesuai Putusan Tarjih. Berbeda jauh saat menapaki jenjang Perguruan tinggi, terlebih lagi jika masih memilih Prodi keagamaan, khususnya Hukum keluarga Islam (HKI) dan Perbandingan mazhab. Otomastis sang dosen mengajarkan atau memperkenalkan Fikih kaum Syiah. 

Aliran Syiah di masa sekarang berpusat di dua negara. Pertama adalah Iran dan yang kedua adalah Suriah. Di iran adalah Syiah Isna ‘Asyariyah, lalu Pemerintah Suriah yang kini masih dikuasai Bashar al-Asaad menganut Syiah Alawiyyin. Di Indonesia, warga Syiah tergabung dalam Ikatan Jamaah Ahlul bait Indonesia (IJABI) dan Ahlulbait Indonesia (ABI). IJABI pimpinan Jalaluddin rahmat ini berkiblat ke marja’ Lebanon, sementara ABI ke Iran. Seingat saya, Ormas ABI yang merupakan pecahan dari IJABI pernah menerbitkan “Buku Putih Mazhab Syiah”. Prof. Dr. Quraish shihab memberi kata pengantar buku tersebut.

Terkait masalah Puasa, orang syiah berpuasa dengan praktek yang berbeda dengan Sunni. Paman saya ada yang menganut Syiah. Ketika waktunya berbuka puasa (kumandang adzan maghrib) tak langsung menyantap makanan yang dihidangkan. Beliau menunggu langit benar-benar gelap. Lalu tak pernah sekalipun saya melihat beliau menunaikan sholat tarawih ke amsjid. Suatu hari ketika saya tanyai, alasannya adalah tarawih berjamaah itu Bid’ah. “Iya bid’ah… tapi kan bid’ah hasanah.” Saya timpali begitu. Eh dia jawab, “Hasanah apanya, itu hasil kreasi Bapaknya Hafshah” jawabnya. Saya lupa kaum syiah itu benci sekali kepada Amirul mukminin Umar bin khattab.

Perbedaan orang syiah berpuasa, lebih jauh diungkap Prof. ali Ahmad As-Salus dalam Ensiklopedi Sunnah dan Syiah (jilid 2). Pertama, masalah Rukyatul hilal. Di kalangan Syiah harus saksikan dua orang. Tapi keduanya tak boleh keluar dari kelompok Jakfariyah. Artinya mereka tidak berpedoman kepada persaksian di luar kelompoknya. Kedua, Syarat sah puasa. Tidak sah puasa orang yang tidak beriman. Maksudnya pengertian iman versi mereka.

Ketiga, berbohong saat berpuasa. Berbohong bisa batalkan puasa khususnya berbohong kepada Imam mereka. Keempat, I’tikaf. I’tikaf tidak sah kecuali di salah satu empat tempat berikut: Masjidil haram, masjid Nabawi, Masjid Jami’ Kufah dan Masjid Bashrah. I’tikaf juga bisa batal karena berbohong, yaitu berbohong kepada para Imam mereka. Terakhir, di kalangan Syiah, hari Ghaidir adalah hari istimewa dibanding Idul fitri dan Idul adha. Kaum syiah pada hari Ghaidir juga disunnahkan berpuasa. Berpuasa pada hari itu sama seperti puasa seumur dunia dan menyamai 100 umrah yang mabrur.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...