Beranda Keislaman Akhlak Ketika Sepasang Suami Istri Menceritakan Adegan Ranjangnya Kepada Orang Lain, Begini Hukumnya

Ketika Sepasang Suami Istri Menceritakan Adegan Ranjangnya Kepada Orang Lain, Begini Hukumnya

Harakah.id  Menceritakan adegan ranjang seringkali terjadi, utamanya di lingkaran persahabatan. Ia tidak lagi menjadi rahasia dan diceritakan kepada orang lain dengan biasa-biasa aja. Bagaimana hukumnya?

Menceritakan adegan ranjang di malam pertama biasa terlontar kepada seorang teman pengantin baru yang baru melepas masa lajang. Bolehkah kita menceritakannya?

Terkait hal ini, Nabi SAW pernah bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di hadapan Allah pada hari kiamat nanti, ialah seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya, dan seorang istripun menyetubuhinya, kemudian menceritakan rahasia (adegan ranjangnya  kepada orang lain). (HR. Muslim).

Al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis di atas merupakan dalil tentang keharaman bagi pasangan suami istri untuk menceritakan adegan ranjang keduanya kepada orang lain, baik itu cerita soal gaya ataupun rayuannya. Sedangkan apabila yang bersangkutan hanya sekedar mengatakan bahwa dirinya telah berjima, tanpa ada maksud tertentu, maka hukumnya makruh karena hal itu dapat menurunkan harga diri. Sementara itu, jika yang bersangkutan menceritakannya dengan tujuan yang sangat penting, semisal untuk mengingkari tuduhan negatif, maka hukumnya tidak makruh.

Baca Juga: Bolehkan Seorang Suami Masturbasi Menggunakan Tangan Istrinya?

Tak hanya itu, dalam hadis riwayat Ahmad, Nabi SAW menggambarkan orang yang menceritakan adegan ranjangnya sama seperti setan laki-laki dan setan perempuan yang bersetubuh di jalanan dan disaksikan ramai-ramai.

فَلَا تَفْعَلُوا فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

Janganlah kalian melakukan itu (menceritakan adegan ranjang). Karena hal itu sama seperti setan laki-laki yang bertemu setan perempuan di jalan, kemudian keduanya langsung melakukan hubungan intim, sedangkan yang lain menyaksikannya. (HR. Ahmad).

Demikianlah penjelasan singkat tentang keharaman menceritakan apa yang terjadi di atas ranjang seseorang kepada orang lain.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...