Beranda Khazanah Ketika Tuhan 'Lupa' Membelenggu Setan di Bulan Ramadan

Ketika Tuhan ‘Lupa’ Membelenggu Setan di Bulan Ramadan

Harakah.id – Ini adalah catatan raport seorang hamba yang tak berhenti bertikai di Bulan Ramadan. Hamba-hamba yang menjadi setan baru bagi manusia. Setan-setan yang lebih berbahaya dibanding setan imajiner yang selalu dibayangkan berwajah darah dan bertanduk api.

Selama ini kita yakin bahwa setan akan dibelenggu oleh Allah SWT ketika Ramadan tiba. Artinya, bisikan-bisikan untuk melakukan hal-hal negatif, terminimalisir dengan sendirinya karena si pembisik tak bebas berkeliaran seperti di bulan-bulan lainnya. Namun yang seringkali kita lupakan adalah, setan tidak selalu berwujud abstrak seperti yang dibayangkan selama ini. Justru seringkali, manusia adalah perwujudan paripurna dan konkret dari setan yang selama ini kita musuhi.

Ramadan telah melewati separuh usianya. Beberapa hari lagi ia akan pergi dan kembali di putaran matahari selanjutnya. Rasanya iklim Ramadan yang bisa sama-sama kita rasakan tahun ini sangat berbeda dengan apa yang biasa kita rasakan di tahun-tahun sebelumnya. Entah mengapa Ramadan tahun ini lebih tampak seperti Ramadan yang mengijinkan setan-setan untuk tetap beroperasi dan menjalankan agenda-agendanya.

Ramadan adalah bulan favorit. Bukan hanya karena ia membentuk satu momentum sosial tertentu, Ramadan juga pintar menyuguhkan satu suasana yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman. Sautan ayat al-Qur’an yang ditadarusi di langgar-langgar, kecipak air wudhu yang membentuk nuansa menjelang tarawih dan dorongan untuk melakukan kebaikan-kebaikan, adalah beberapa sajian kehidupan teduh yang ditawarkan oleh Ramadan.

Entah mengapa Ramadan, khususnya di Indonesia, sangat tampak sebagai bulan toleransi. Kalau kita amati sosial media, pemberian takjil dan tradisi buka bersama menjadi ajang pembuktian dari semangat kesatuan dan kerukunan yang selama ini dianut oleh bangsa Indonesia. Tak pandang agama dan aliran. Sekelompok pemuda Kristen yang berjejer di jalan menjajakan takjil gratis, rumah-rumah ibadah Hindu dan Budha yang menggratiskan buka puasa dan kegiatan sosial lainnya menunjukkan ada yang spesial di Bulan Ramadan. Pemandangan semacam ini jelas-jelas menjadi bukti bahwa setan benar-benar tengah mendekam di neraka hingga kita benar-benar lupa soal keperbedaan dan sentimen kelompok yang merupakan asal muasal dari segala bentuk keterbelahan dan perpecahan. Ramadan adalah saat yang tepat untuk melihat manusia betul-betul menjadi manusia dengan kemanusiaannya.

Tahun ini tampaknya Ramadan tidak [di]hadir[kan] dengan wajahnya yang selalu ditunggu dan dirindukan. Apakah karena Tuhan lupa memenjara setan di neraka? Atau justru kita yang kecolongan karena setan sudah berlatih sejak lama bagaimana cara mereka menjadi manusia. Atau minimal berlatih tentang cara bagaimana DNA mereka tertanam dalam hati dan pikiran manusia; mengalir dan berdesir bersamaan dengan darah manusia.

Tak ada keteduhan, kedamaian dan ketentraman. Ramadan kali ini kami, para manusia, membalutnya dengan amarah dan kebencian. Tak ada tatapan kasih sayang, yang ada hanyalah prasangka-prasangka buruk dan kecurigaan. Tak ada perkataan-perkataan yang menenangkan, yang ada hanyalah provokasi dan dorongan untuk menjatuhkan orang lain. Tak lagi dzikir yang diucapkan dengan lirih, yang ada hanyalah slogan yang diteriakkan dengan uang nan menakutkan. Tak ada lagi kebaikan, karena kita sama-sama susah menilai kebohongan dan kebenaran.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...