Beranda Keislaman Ibadah Keutamaan Duduk di Majlis Taklim, Meskipun Cuma Duduk dan Tidak Paham

Keutamaan Duduk di Majlis Taklim, Meskipun Cuma Duduk dan Tidak Paham

Harakah.id – Dalam agama Islam menuntut ilmu merupakan kewajiban. Di Indonesia, banyak majelis taklim yang bisa menjadi oase untuk memenuhi kewajiban belajar seumur hidup.

Banyak manfaat yang bisa didapat seseorang dari mengikuti kajian di majelis taklim. Di antaranya terjalinnya silaturahmi, bertambah wawasan hingga meningkatkan kualitas dalam habluminallah atau hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

Menuntut ilmu di majlis taklim juga menjadi cara yang aman dan mudah dalam memahami dan mendalali ilmu, terutama ilmu agama. Jamaah biasanya hanya perlu mendengarkan. Kemudian jika ada pertanyaan, maka akan langsung bisa disampaikan kepada ustadz, kiyai atau tokoh yang pengampu. Atau bisa juga dengan berdiskusi sesama jamaah.

Baca Juga: Ketika Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Mengkritik Organisasi Islam

Selain mengikuti majlis taklim, mengikuti sekolah formal juga merupakan kegiatan mencari ilmu dan memiliki keutamaan-keutamaan sebagaimana didapat oleh orang yang sedang berada di dalam suatu majlis ilmu.

Di era globalisasi sekarang ini terdapat juga perkumpulan-perkumpulan yang membahas tentang keilmuan, baik agama maupun dunia melalui internet. Orang-orang yang termasuk di dalamnya dengan niat mencari ilmu maka dia akan akan mendapakatkan keutamaan mencari ilmu.

Diriwayatkan dari Nabi Saw sesugguhnya beliau bersabda:

عَنْ سُهَيْلِ بن حَنْظَلَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ، فَيَقُومُونَ حَتَّى يُقَالَ لَهُمْ قُومُوا، قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وبُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ”

Dari Suhail bin Handzalah, Rasulullah Saw bersabda, “tidaklah suatu kaum duduk untuk barzikir kepada Allah kemudian mereka berdiri, kecuali ada yang memanggil mereka, ‘berdirilah kalian, maka sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan mengganti keburukan-keburukan kalian dengan kebaikan.” [HR. Thabrani]

Baca Juga: Tiga Kebiasaan Krusial yang Turut Mematangkan Keilmuan Imam al-Syafi’i

Di dalam kitab Tanbih al Ghafilin, Imam Abu Laits mengatakan bahwa barang siapa yang selesai dari menuntut ilmu atau duduk bersama orang-orang alim dalam suatu majlis taklim meskipun tidak dapat menghafalkan satu pun dari apa yang dia dengar atau pelajari, maka baginya ada 7 kemuliaan:

  • Mendapatkan keutamaan orang yang mencari ilmu.
    Meski tidak menghafal atau tidak mampu memahami dengan sempurna apa yang dia pelajari, tetapi dia akan tetap mendapatkan pahala mencari ilmu.
  • Selama masih duduk di dalam majlis taklim tersebut, maka dia akan tertahan untuk melakukan dosa atau kesalahan. Maksudnya adalah karena dirinya disibukkan dengan menuntut ilmu, maka akan berkurang waktunya untuk melakukan hal-hal yang sia-sia.
  • Ketika keluar dari rumahnya menuju majlis ta’lim akan turun rahmat untuknya.
  • Ketika sudah berada di majlis ta’lim dan duduk bersama yang lain akan senantiasa mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah Swt.
  • Selama mendengarkan apa yang disampaikan di dalam majlis taklim tersebut, maka akan ditulis kebaikan baginya.
  • Malaikat akan mengelilinginya dengan sayap-sayapnya karena ridha dengan apa yang dia kerjakan dengan berada di dalam suatu majlis taklim.
  • Setiap langkahnya menuju majlis ta’lim akan menghapus dosanya dan mengangkat derajatnya serta menambah kebaikannya.

Baca Juga: Syeikh Muhammad Rajab Dieb Hadir di Majelis Kliwonan Habib Luthfi di Bulan Rajab

Semoga setelah mengetahui begitu banyak keutamaan bagi para penuntut ilmu, kita menjadi orang yang semakin mencintai ilmu dan lebih mendekatkan diri kepada perkumpulan-perkumpulan yang bersifat keagamaan dan keilmuan, di tempat-tempat ibadah, sekolah maupun internet sekalipun.

Dan semoga kita menjadi orang-orang yang lebih jelih lagi dalam memilih majlis taklim.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...