Beranda Keislaman Ibadah Keutamaan Ibadah Haji dan Umroh bagi Perempuan, Inilah Tuntunan Lengkapnya

Keutamaan Ibadah Haji dan Umroh bagi Perempuan, Inilah Tuntunan Lengkapnya

Harakah.id Ibadah haji bagi seorang perempuan seumpama dengan jihad, apalagi bagi mereka yang tidak menyanggupi untuk berkontribusi dalam peperangan.

Perempuan dalam kacamata Islam memiliki peran yang tak kalah penting dengan laki-laki, membuatnya terhormat dan terpandang. Perempuan dapat melakukan hal yang serupa dengan laki-laki dalam segala aspek syariat; ibadah, muamalah, dan hal yang berkaitan dengan peperangan.

Dan pelaksanaan ibadah haji adalah salah satu dari rukun Islam yang sudah ditetapkan sebagai suatu kebutuhan setiap individu dengan proses perjuangan pada setiap langkahnya ke Mekah demi tercapainya ibadah tersebut.

Diwajibkannya ibadah haji-pendapat yang paling rajih-adalah tahun 9 Hijriah. Di mana saat itu Rasulullah SAW juga melaksankan ibadah tersebut dengan Abu Bakar RA dan bersamanya para umat muslim. Bertujuan untuk menjadikannya sebuah dalil agar di tahun berikutnya tidak ada kaum musyrik yang melaksanakan ibadah haji dan tidak bertawaf tanpa busana. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh kaum terdahulu.

Ibadah haji bagi seorang perempuan seumpama dengan jihad, apalagi bagi mereka yang tidak menyanggupi untuk berkontribusi dalam peperangan. Sebagaimana yang dikatakan Aisyah RA: “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa berjihad (berperang) adalah perbuatan paling mulia, bolehkah kami berjihad (berperang)?” Rasulullah pun menjawab: “Tidak, tetapi jihad paling mulia adalah melaksanakan haji.” (HR. Bukhari)

Tidak diperkenankan bagi perempuan untuk melaksanakan Haji dan Umroh kecuali dengan suaminya atau mahramnya. Dan diperbolehkan apabila bersamanya orang yang sudah dipercayakan dari keluarganya. Tetapi alangkah baiknya jika didampingi oleh orang yang mahram dengannya, karena keamanannya lebih terjamin.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian perempuan melaksanakan ibadah Haji kecuali dengan yang mahram.” Sebagaimana tidak diperkenankannya seorang perempuan selama masa ‘iddah-nya dari talak ataupun wafat suaminya. Yaitu selama tiga bulan bagi istri yang sudah talak (cerai), dan empat bulan sepuluh hari bagi yang ditinggal wafat suaminya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 234.

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا۝

Dan orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari.”

Dalam hal pakaian ihram, perempuan diperkenankan memakai apa saja dan tidak ada spesifikasi seperti halnya ihram laki-laki. Namun, dianjurkan bagi perempuan untuk memakai pakaian berwarna putih dan memperlihatkan wajah serta telapak tangannya ketika ihram.

Dan Rasulullah SAW juga membatasi mana yang boleh dipakai ketika ihram dan mana yang tidak. Sebagaimana hadits Ibnu Umar RA, “Aku telah mendengar Nabi SAW melarang ihram (perempuan) dengan sarung tangan dan niqob (cadar), dan wewangian di pakaiannya. Dan kenakanlah pakaian yang mereka sukai dari berbagai warna yang cerah, atau sutera,atau yang elok dipandang, atau celana panjang, atau gamis, atau sandal.” (HR. Abu Dawud) selama tidak menutupi telapak tangan dan wajah, dan tidak memakai wewangian.

Adapun peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perempuan adalah:

  1. Mengutamakan tawafnya perempuan, karena dikhawatirkan perempuan tersebut tiba-tiba haidh saat bertawaf dan membutuhkan kehati-hatian yang khusus dan meninggalkan tawafnya. Maka, bagi perempuan diperbolehkan melaksanakan manasik lainnya kecuali tawaf.
  2. Bagi perempuan yang bertawaf dan saat itu bersamaan dengan laki-laki, maka jadikanlah tawafnya tidak berdesakan. Apalagi yang hendak mencium hajar aswad. Hendaknya antara laki-laki dan perempuan tetap ada jarak, atau tidak membuatnya berdesakan.
  3. Dan diperbolehkan bagi perempuan untuk berangkat ke Mina sejak malam hari, dan tidak meninggalkan shalat shubuh di Muzdalifah.
  4. Perempuan juga bisa melakukan haji badal, selama ia pernah melakukan ibadah haji sebelumnya.

Itulah berberapa keringanan dan peraturan-peraturan bagi perempuan seputar pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Dan antara laki-laki dengan perempuan juga memiliki persamaan terhadap ibadah tersebut.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...