Beranda Keislaman Ibadah Keutamaan Membaca Al-Quran di Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Adab-Adabnya

Keutamaan Membaca Al-Quran di Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Adab-Adabnya

Harakah.idAda beberapa keutamaan serta keistimewaan yang dimiliki oleh Al-Quran. Sayyid Muhammad dalam kitab Madza Fis Sya’ban Hal. 45 menulis tentang keutamaan tersebut.

Ada beberapa keutamaan serta keistimewaan yang dimiliki oleh Al-Quran. Sayyid Muhammad dalam kitab Madza Fis Sya’ban Hal. 45 menulis tentang keutamaan tersebut. Di antaranya;

  1. Bernilai ibadah dalam membacanya.
  2. Al-Qur’an akan memberikan syafa’at bagi ahli qur’an.
  3. Seseorang yang mencintai Al-Qur’an, maka Allah akan mencintainya.
  4. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang kekal dan akan terus dijaga oleh Allah keautentikan Al-Qur’an tersebut dari masa ke masa.
  5. Bagi pembaca Al-Qur’an, ia tidak akan dilanda rasa jenuh dan bosan, sedangkan bagi pendengarnya tidak akan menolaknya.
  6. Membaca Al-Qur’an akan membersihkan karatnya hati.
  7. Akan mendapatkan keberkahan dalam membaca Al-Qur’an.

Tentunya beberapa keutamaan-keutamaan serta kekhususan-kekhususan yang dimiliki Al-Qur’an tidak akan diperoleh bagi pembacanya ketika ia lalai dalam membaca Al-Qur’an, bahkan bisa saja Al-Qur’an akan melaknat orang yang lalai dalam membaca Al-Qur’an, sebagaimana Imam al-Ghazali menyampaikan dalam kitabnya (Ihya’ Ulumuddin, j. 1, hal. 274:

قال أنس بن مالك رب تال للقرآن والقرآن يلعنه

“Anas bin Malik berkata: banyak dari kalangan pembaca, namun Al-Qur’an melaknat mereka”

Ada beberapa adab yang harus diketahui dan diperhatikan bagi pembaca Al-Qur’an, sebagaimana Syeikh Muhammad Jamaluddin dalam kitabnya yang bertajuk “mauidhotul mukminin inti sari dari ihya’ ulumuddin” beliau mengatakan bahwa ada dua adab yang harus diperhatikan bagi pembaca Al-Qur’an ketika hendak membaca Al-Qur’an yaitu: (1) adab yang bersifat dhahir, (2) adab yang bersifat bathin.

Syeikh Muhammad Jamaluddin, dalam kitab Mauidhotul Mukminin, hal. 71, mengatakan bahwa adab dhahir bagi pembaca Al-Qur’an ada delapan perkara, sebagai berikut:

  1. Bagi orang yang hendak membaca Al-Qur’an harus dalam keadaan memiliki wudlu’serta bersikap tenang-beradap dalam membacanya baik dalam keadaan duduk atau berdiri seraya menghadapkan kepalanya ke arah qiblat dan tidaklah duduk dalam keadaan menyombongkan diri.
  2. Bagi pembaca Al-Qur’an selayaknya membagi bacaan Al-Qur’an, sebagaimana para sahabat Nabi melakukan hal tersebut dengan menghatamkan Al-Qur’an di setiap hari jum’at, dan memeta-metakan Al-Qur’an menjadi tujuh bagian.
  3. Bagi pembaca Al-Qur’an selayaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil, karena hal itu sangat dianjurkan, karena maksud dari membaca ialah merenungi bacaan serta tartil.
  4. Dianjurkan pula untuk menangis ketika sampai dalam bacaan Al-Qur’an yang mengandung kesedihan, dan hal itu bisa diperoleh dengan berandai-andai akan ancaman, serta janji-janji Allah.
  5. Hendaknya bagi pembaca Al-Qur’an betul-betul memperhatikan hak-hak dari setiap ayat, ketika sampai di ayat sajadah maka hendaknya bersujud dan juga memperhatikan hak-hak dari setiap huruf Al-Qur’an mulai dari makhorijul hurufnya hingga hukum-hukum waqof.
  6. Bagi pembaca Al-Qur’an, hendaknya ia memulainya dengan membaca ta’addzud, seperti “A’udzubillahi as-sami’ al-‘alim min as-syaithoni ar-rajim”.
  7. Memelankan bacaan dengan tujuan agar terhindar dari riya’ dan berbuat-buat, hal itu sangat dianjurkan.
  8. Memperbagus bacaan serta tertib dalam bacaannya dengan tanpa memanjang bacaan secara berlebihan yang dapat mengubah terhadap susunan bacaan.

Sedangkan adab membaca Al-Qur’an yang bersifat bathin ada tujuh perkara:

  1. Memahami akan keagungan ayat Al-Qur’an.
  2. Bagi pembaca Al-Qur’an hendaknya menghadirkan qalbunya dalam membaca Al-Qur’an.
  3. Menghilangkan bisikan nafsu dan fokus terhadap bacaan Al-Qur’an.
  4. Merenguni kandungan ayat Al-Qur’an.
  5. Mencoba memahami setiap ayat dari Al-Qur’an yang mencakup tentang sifat-sifat Allah, pekerjaan-pekerjaanNya serta beberapa keadaan para Nabi.
  6. Menghindari perkara-perkara yang dapat mencegah akan memahami ayat-ayat Al-Quran, karena mayoritas manusia enggan memahami ayat-ayat Al-Quran.
  7. Mengkhususkan dirinya akan khitob yang disampaikan oleh Al-Quran.

Apabila adab dalam membaca Al-Qur’an senantiasa diperhatikan dan diamalkan, maka keutamaan-keutamaan serta kekhususan-kekhususannya Al-Qur’an akan ia peroleh khususnya di bulan yang penuh berkah yaitu bulan Sya’ban. Allahummarhamna Bil Qur’an.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...