Beranda Keislaman Akhlak Keutamaan Membersihkan Masjid, Meneladani Nabi SAW dengan Menjaga Kebersihan

Keutamaan Membersihkan Masjid, Meneladani Nabi SAW dengan Menjaga Kebersihan

Harakah.id Masjid memang merupakan tempat yang senantiasa dijaga kebersihannya oleh umat Islam. Hal ini bukan saja karena masjid menjadi tempat beribadah umat Islam, tetapi juga karena memang ada anjuran dalam agama.

Keutamaan Membersihkan Masjid. Ada pemandangan yang tidak asing di kalangan kita umat Islam. Kita sering menyaksikan masjid-masjid dengan suasana bersih. Sekalipun masjid berada di tempat yang jauh dari perkotaan, kita biasanya melihat suasananya bersih.  Jarang ada masjid yang dibiarkan kotor begitu saja. Kecuali sebagian masjid yang memang tidak ada pengelolanya. Namun, yang biasanya kurang terjaga adalah bagian kamar mandi masjid. Padahal, bagian ini adalah bagian yang vital karena biasanya kamar mandi masjid berdekatan dengan tempat wudu. Jika tidak dijaga betul kebersihannya, maka najis-najis dari kamar mandi bisa terbawa ke tempat wudu, bahkan hingga ke dalam masjid.

Masjid memang merupakan tempat yang senantiasa dijaga kebersihannya oleh umat Islam. Hal ini bukan saja karena masjid menjadi tempat beribadah umat Islam, tetapi juga karena memang ada anjuran dalam agama. Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitabnya. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab berkata,

 السَّابِعَةَ عَشْرَةَ يُسَنُّ كَنْسُ الْمَسْجِدِ وَتَنْظِيفُهُ وَإِزَالَةُ مَا يُرَى فِيهِ مِنْ نُخَامَةٍ أَوْ بُصَاقٍ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ ثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى بُصَاقًا فِي الْمَسْجِدِ فَحَكَّهُ بِيَدِهِ وَفِي الصَّحِيحِ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ فِي هَذَا وَهُوَ مُجْمَعٌ عَلَيْهِ

Ketujuh belas, disunnahkan menyapu masjid, membersihkannya dan menghilangkan benda-benda yang tampak (menggangu pandangan) seperti dahak, ludah, dan semacamnya. Terdapat hadis dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Anas RA bahwa Nabi SAW melihat ludah di masjid. Lalu beliau membersihkannya dengan tangannya. Dalam kitab shahih, terdapat banyak hadis dalam masalah ini. Kesunnahan ini adalah perkara yang disepakati oleh para ulama (Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab, jilid 2, hlm. 177)

Berdasarkan keterangan Imam An-Nawawi di atas, dapat dipahami bahwa dasar keutamaan membersihkan masjid adalah sebuah hadis shahih. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim itu, disebutkan Nabi SAW membersihkan bekas ludah yang masih tampak.

Dalam studi ilmu hadis, praktik Nabi SAW semacam ini disebut dengan hadis fi’li atau hadis yang berbentuk perbuatan Nabi SAW. Perbuatan Nabi SAW ini bukan berdasarkan tradisi dan adat-istiadat masyarakatnya. Masjid –selain Masjidil Haram, merupakan tempat ibadah yang baru ada di Madinah. Masjid Nabawi sendiri dibangun setelah Nabi SAW berhijrah ke kota tersebut. Jadi, ketika perbuatan semacam itu dilakukan oleh Nabi SAW, ia memiliki dimensi pensyariatan. Ada dorongan agar umatnya mengikutinya. Yaitu menjaga kebersihan masjid. Dengan membersihkan dan menjaga kebersihan masjid, kita bisa meneladani perbuatan Rasulullah SAW. Meneladani perbuatan Rasulullah SAW dalam hal yang dapat bernilai ibadah, merupakan perkara yang dianjurkan.

Kisah Perempuan yang Rajin Membersihkan Masjid Nabawi

Keterangan ini diperkuat dengan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi SAW sangat menghargai orang yang senang membersihkan masjid. Imam Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ – أَوْ شَابًّا – فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا – أَوْ عَنْهُ – فَقَالُوا: مَاتَ، قَالَ: “أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي” قَالَ: فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا – أَوْ أَمْرَهُ – فَقَالَ: “دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ” فَدَلُّوهُ، فَصَلَّى عَلَيْهَا، ثُمَّ قَالَ: “إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ” , (م(

Dari Abu Hurairah, bahwa seorang ada perempuan berkulit hitam –atau seorang pemuda, rajin membersihkan sampah yang ada di masjid. Rasulullah SAW kemudian merasa kehilangan, dan menanyakan keberadaannya. Para sahabat menjelaskan bahwa ia telah wafat. Rasulullah SAW berkata, “Kenapa kalian tidak memberitahuku?’ Perawi berkata, “Seakan para sahabat mengecilkan peran perempuan tersebut atau pemuda tersebut.” Nabi SAW berkata, “Tunjukkan kepadaku makamnya.” Para sahabat menunjukkannya, lalu beliau shalat di atas kuburnya. Nabi SAW berkata, “Kuburan-kuburan ini, penghuni-penghuninya dipenuhi kegelapan. Sungguh, Allah Azza Wa Jalla menerangi mereka disebabkan doaku untuk mereka.” (HR. Muslim).

Hadis ini menggambarkan betapa orang yang rajin membersihkan masjid mendapat perhatian langsung dari Rasulullah SAW. Ketika wafat, Rasulullah SAW mendoakannya. Mencari kuburannya dan mendoakannya di atas makamnya. Inilah keutamaan yang diberikan Rasulullah SAW kepada mereka yang mau membersihkan masjid.

Demikian keutamaan membersihkan masjid. Semoga dapat kita teladani bersama. Meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang peduli dengan kebersihan masjid.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...