Beranda Keislaman Ibadah Keutamaan Menghidupkan Malam Lebaran dengan Ibadah

Keutamaan Menghidupkan Malam Lebaran dengan Ibadah

Harakah.idIbadah di malam Idul Fitri adalah sangat berat. Karena pada umumnya orang lebih memilih berhura-hura dibanding meluangkan waktu bermunajat kepada Allah.

Idul Fitri merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Keistimewaan hari ini karena terkandung sejumlah kemuliaan di dalamnya. Kemuliaan itu bukan saja yang bersifat duniawi, tetapi juga ukharwi. Kemuliaan ukhrawi di dalamnya tak dapat dilepaskan dari banyaknya amalan-amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan pada hari tersebut.

Setidaknya para ahli fiqih menyebut ada tujuh amalan sunnah. Ketujuh amalan tersebut didasarkan kepada teladan Rasulullah SAW. Baik dari perkataan maupun praktik langsung yang beliau lakukan, atau praktik para sahabat saat bersama dengan beliau. Salah satu yang dianjurkan pada malam hari Idul Fitri adalah menghidupkannya dengan melakukan ibadah. Ibadah di malam Idul Fitri adalah sangat berat. Karena pada umumnya orang lebih memilih berhura-hura dibanding meluangkan waktu bermunajat kepada Allah.

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu hari libur nasional. Tidak jarang, sebagian orang memanfaatkannya untuk berhura-hura. Bahkan dengan aktifitas yang bertentangan dengan tuntunan agama. Ini tentu kurang baik. Karena sejatinya, perayaan Idul Fitri justru untuk merenungkan kembali nikmat-nikmat Allah yang diharapkan dapat menghadirkan rasa penuh syukur dalam hati. Rasa syukur kepada Allah itulah yang akan membawa seseorang semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan beribadah, seperti berzikir, bertakbir, bertahlil., bertasbih, bershalawat, shalat sunnah malam, dan kegiatan yang bernilai ibadah lainnya. Sebuah riwayat mengatakan,

“Barang siapa menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan niat mencari ridha Allah, hatinya tidak akan mati pada hari dimana hati umat manusia mati.” (HR Al-Thabarani).

Hadis ini diperselisihkan kualitasnya oleh para ahli hadis. Ada yang menganggapnya shahih, adapula yan menilainya sebagai hadis daif. Terlepas dari ikhtilaf di kalangan ahli hadis, para ahli fiqih berpandangan bahwa menghidupkan malam Idul Fitri atau Idul Adha memiliki keutamaan tersendiri. Hal ini karena para ahli fiqih memandang ibadah pada malam Idul Fitri sebagai amaliah sunnah yang mengandung keutamaan (fadhail amal). Bukan berkaitan dengan akidah ataupun halal dan haramnya suatu perbuatan.

Maksud tidak matinya hati adalah hati dapat berfungsi sebagaimana tujuan penciptaannya. Hati manusia merupakan alat untuk menerima hidayah dari Allah. Hati yang hidup adalah hati yang mudah menerima hidayah-Nya.

Ada sekian banyak manusia yang memiliki hati, tetapi mereka enggan menerima hidayah. Mereka lebih mementingkan keinginan dirinya sendiri dibanding mengikuti petunjuk Allah. Mereka lebih senang memperturutkan hawa nafsunya, dibanding menjalankan perintah agama. Mereka lebih senang berkumpul dalam forum hura-hura dan ahli maksiat, dibanding majelis zikir atau majelis ilmu dan ulama serta orang-orang saleh. Ini menandakan hati yang tidak berfungsi sebagaimana tujuan penciptaannya. Inilah hati yang mati.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...