Beranda Keislaman Ibadah Keutamaan Puasa Hari Asyura, Bacaan Niat dan Artinya

Keutamaan Puasa Hari Asyura, Bacaan Niat dan Artinya

Harakah.idKeutamaan Puasa Hari Asyura disebutkan dalam beberapa hadis Nabi SAW. Dalam puasa ini, niat adalah unsur yang paling menentukan. Penulis mengulas secara ringkas tentang Keutamaan Puasa Hari Asyura, bacaan niat dan artinya.

Umat Islam tengah memasuki tahun baru Islam, 1 Muharram 1442 H. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Untuk itulah Islam menganjurkan umatnya untuk senantiasa mengisi bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan amal shaleh.

Salah satu di antara amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan pada bulan Muharram adalah berpuasa. Dua di antara puasa yang dianjurkan adalah  puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. pada tahun 2020 ini,  puasa Asyura dapat dilakukan pada  tanggal 29 Agustus 2020.

Puasa merupakan ibadah yang mempunyai banyak keistimewaan yang diawali dengan niat kemudian menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sampai waktu berbuka tiba, yaitu ketika Maghrib.

Niat Puasa Asyura di dalam lingkungan mazhab Syafi’i, lafal niat Puasa Asyura sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma fii yaumi asyura’ sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: saya berniat puasa sunnah asyura sunnah karena Allah Ta’ala.

Puasa Asyura mempunyai keutamaan yang sangat luar biasa. Setidaknya terdapat tiga keutamaa bagi orang-orang yang mengamalkan Puasa Asyura.  Tidak hanya itu puasa asyura juga dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi sebagaimana berikut.

Ibadah Puasa Asyura adalah salah satu puasa yang diamalkan pada tanggal 10  Muharram. Rasulullah Saw menyatakan dalam hadisnya bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa pada bulan Ramadhan.

Pertama, puasa asyura merupakan puasa yang terutama setelah puasa padaa bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW mengungkapkan mengenai keutamaan puasa Muharram dalam sabda beliau:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa bulan) Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

سُئِلَ أَىُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ وَأَىُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

Rasulullah SAW ditanya, “Shalat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu dan puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?”

Beliau bersabda, “Shalat yang paling uatama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah malam dan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yakni) Muharram.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)

Kedua,  Puasa yang diistimewakan oleh Rasulullaah SAW. Puasa Asyura merupakan puasa yang istimewa dalam pandangan Rasulullah Saw dan sangat diutamakan beliau. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa, tidak ada puasa sunnah yang lebih diutamakan oleh  Rasulullah Saw melebihi Puasa Asyura.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ . يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ia berkata, saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan puasa satu hari yang diutamakannya atas yang lainnya selain hari ini, hari asyura dan bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)

Yang ketiga, dapat Menghapus dosa yang dilakukan setahun sebelumnya. Keutamaan puasa asyura yang satu ini belum banyak orang yang mengetahuinya. Dengan puasa satu hari di tanggal 10 Muharram dapat menghapuskan dosa seorang hamba yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun sebelumnya, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh  Rasulullah SAW dalam hadisnya:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang Puasa Asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Jika Rasulullah dan para sahabatnya saja mengamalkan puasa asyura, tentu kita umat Islam sebagai umatanya seyogyanya untuk melaksanakan puasa asyuro terlebih puasa ini dilaksanakan hanya satu tahun sekali. Orang yang berpuasa ia tidak akan rugi sedikitpun, justru ia akan mendapat banyak kebaikan-kebaikan dan keutamaan dari ibadah puasanya, terlebih puasa asyura.

Mulai dari diberikan kesehatan, dihapuskan dosanya, mendapatkan maghfirah, dan rahmat dari Allah. Marilah kita jadikan bulan Muharram ini sebagai semangat baru untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...