Beranda Download Khutbah Khotbah Jum’at Harakah, Kebersamaan Itu Berkah, Segera Temukan Ia

Khotbah Jum’at Harakah, Kebersamaan Itu Berkah, Segera Temukan Ia

Harakah.idIslam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan. Yang dalam bahasa agama disebut ber-jama’ah.

Khotbah Jum’at Harakah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Pada kesempatan khotbah siang hari ini, izinkan khatib mengajak kita semua untuk sama-sama kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Yakni dengan cara menjalankan perintah dan meninggalkan laranganNya. Takwa inilah yang akan menuntun kita menjadi makhluk yang mulia di sisi Allah SWT.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sungguh, manusia paling mulia di antara kamu sekalian adalah yang bertakwa”[1]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan. Yang dalam bahasa agama disebut ber-jama’ah. Dalam banyak ibadah, kita bisa lihat. Misalnya dalam salat lima waktu. Salat yang dilakukan secara berjama’ah adalah salat yang lebih baik daripada dikerjakan seorang diri.

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan selisih 27 derajat.”[2]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Memang, saat ini, secara fisik terbatasi atau dibatasi dengan adanya virus Corona. Pemerintah membatasi jumlah peserta dalam sebuah kerumunan. Baik itu, sifatnya sosial, budaya, atau juga ibadah.

Namun, hal ini bukan berarti kita tidak lagi bisa berjamaah. Covid-19 bukanlah penghalang kita untuk senantiasa berjamaah. Yang harus kita ingat, kebersamaan atau berjamaah tidak hanya dalam urusan fisik. Dalam hal semangat dan cita-cita pun sama. Kita harus selalu bersama. Satu suara. Satu semangat.

Boleh jadi, di antara kita sekarang ini ada yang jarang sekali bertemu. Namun semangat, cita-cita, visi misi, harus tetap menyatu. Meskipun, kita juga boleh-boleh saja berbeda dalam hal-hal furu’iyyah, namun kita tetap satu dalam naungan:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّٰهِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Harus kita akui, bahwa bersama atau berjamaah itu tidak harus seragam dan serupa dalam semua hal. Sejak dulu, Allah—boleh dikata—memang merestui-menghendaki kita berbeda.[3]

Adanya sekian banyak mazhab, aneka tafsir Al-Qur’an, beragamnya syarah hadis, macam-macam pandangan para ulama adalah salah satu buktinya. Yakni, bahwa keragaman atau perbedaan yang bukan dalam “tujuan” itu adalah hal harusnya kita sikapi biasa saja.

Berbeda boleh. Yang tidak boleh adalah berpecah-belah, bertengkar, berkelahi.

Bukankah kita, para lelaki, berbeda dengan istri kita di rumah? Bukankah kita tidak satu karakter dengan istri? Bukankah, seringkali kita tidak satu suara dengan istri dalam banyak hal. Namun, tetap saja, keluarga kita tetap langgeng dan awet.

Mengapa? Karena kita memiliki cita-cita yang sama, cita-cita yang luhur, yakni menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Sekali lagi, bersama-sama atau berjamaah tidak harus membuat kita selalu memiliki karakter yang sama dan atau mengerjakan hal yang sama. Kita boleh berbeda-beda, sesuai dengan kapasitas kita masing-masing, namun dengan tujuan yang sama.

Ibarat mobil, ada yang jadi mesin, kursi, roda, dan lain sebagainya. Satu saja tidak ada, mobil tidak bisa berjalan normal.

Dalam kehidupan pun juga demikian. Umat Islam berbeda-beda dalam profesi, bakat, pandangan-pandangan, dan lain sebagainya. Namun hal itu bukanlah alasan untuk saling bertengkar. Sebaliknya, perbedaan-perbedaan itu hendaknya dijadikan sarana untuk saling melengkapi satu sama lain, demi kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”[4]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Perintah untuk selalu bersama atau berjamamah ini juga bisa kita lihat dalam satu firman Allah yang selalu kita baca minimal 17 kali dalam sehari:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu pula kami memohon pertolongan”[5]

Yang beribadah, bukan saya atau ana, namun kami, kita, nahnu. Yang beribadah tidak hanya satu orang, kita atau saya sendiri, namun banyak orang. Makanya, dalam ayat tadi disebut iyyaka na’budu, bukan iyyaka a’budu.[6] Ini menunjukkan betapa Islam sangat perhatian dalam masalah berjamaah. Tentu, bersama atau berjamaah dalam ibadah, dalam kebaikan dan kebajikan. 

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Kebersamaan itu sapu lidi.

Disebut sapu lidi karena ada sekian banyak biji lidi yang dikumpulkan menjadi satu. Jika hanya satu, tentu tidak kita namai, “sapu”, namun hanya “lidi”. Sapu lidi berbeda dengan lidi. Sapu lidi itu kuat dan bermanfaat. Selain, tidak mudah patah, sapu lidi juga memiliki kegunaan bisa untuk membersihkan dan menyapu kotoran.

Peribahasa kita juga menyebut: “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  


[1] QS. al-Hujurat [49]: 12

[2] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, al-Jami’ al-Shahih (Kairo: Dar al-Sya’b, 1987), v. 1, h. 165.

[3] M. Quraish Shihab, Islam yang Saya Anut (Tangerang: Lentera Hati, 2018), h. 10.

[4] QS. al-Hujurat [49]: 10

[5] QS. al-Fatihah [1]: 5

[6] Fakhruddin Al-Razi, Mafatih al-Ghaib (Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 1420), v. 1, h. 212.

Dapatkan Khotbah Jum’at Harakah di situs Harakah.ID. Khotbah Jum’at Harakah ini dapat anda download secara gratis di sini. Nantikan Khotbah Jum’at Harakah lainnya di situs ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...