fbpx
Beranda Download Khutbah Khutbah 'Idul Fitri 1441 H.: Ketakwaan Sosial dan Iman yang Melahirkan Kasih...

Khutbah ‘Idul Fitri 1441 H.: Ketakwaan Sosial dan Iman yang Melahirkan Kasih Sayang

Khutbah pertama

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللهُ أَكبَر (7 x)  لَا إلهَ إِلا اللهُ وَاللهُ أَكبَر، اللهُ أَكبَر ولله الحَمد

الله أكبر كَبِيرًا والحَمدُ لله كَثِيرًا وسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً وَأَصِيلًا، لَا إلهَ إلا الله وَحدَة صَدَقَ وَعدَهُ وأَعَز جُندَهُ وهَزَمَ الأَحزَابَ وَحَدة… لَا إله إلا الله ولَا نَعبُدُ إِلا إِياهُ مُخلِصِينَ لَهُ الدِين وَلَو كَرِهَ الكَافِرُونَ… لَا إله إِلا اللهُ وَاللهُ أَكبَر، اللهُ أَكبَر وَلله الحَمدُ

اَلحَمدُ لله الذِي جَعَلَ هَذَا اليَوم عِيدًا وَسَعَادَةً لِلمُسلِمِينَ، وَخَتَمَ بِهِ شَهرُ رَمَضَان الُمبَارَك الذِي كَتَبَ فِيهِ الصِيَامُ لِلمُؤمِنِينَ، وَأَنزَلَ فِيهِ القُرآنُ هُدًا لِلمُتقِينَ. أَشهَدُ أَن لَا إلهَ إِلا اللهُ وَحدَهُ لَاشَرِيكَ لَهُ، وَأَشهَدُ أَن مُحَمدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِي بَعدَه. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه والذِينَ اتَبَعُوهُم إِلَى يَومِ القِيَامَة. أَما بَعدُ

مَعَاشِرَ المُسلِمِينَ رَحِمَكُمُ الله، أُوصِي نَفسِي وَإِيَاكُم بِتَقوَى الله. إِتقُوا اللهَ حَق تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُن إِلا وَأَنتُم مُسلِمُونَ

قال الله تعالى في القرآن الكريم،  أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم… وَإِذَا قِيلَ لَهُم لَاتُفسِدُوا فِي الأَرضِ قَالُوا إِنمَا نَحنُ مُصلِحُونَ، أَلَا إِنهُم هُمُ المُفسِدُونَ وَلَكِن لَايَشعُرُونَ. وَقَالَ النبِي ﷺ الراحِمُونَ يَرحَمُهُمُ الرَحمَنُ إِرحَمُوا مَن فِي الأَرضِ يَرحَمُكُم مَن فِي السَمَاءِ.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri yang dimuliakan oleh Allah.

Pertama-tama marilah sama-sama kita bangkitkan dan tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Tidak hanya bertakwa dalam arti terus meningkatkan ibadah pribadi kita kepada Allah, tapi juga bertakwa dalam arti terus menerus berusaha menebar kebaikan kepada sesama manusia dan alam semesta. Karena sejatinya, keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Tuhannya, akan turut berbekas dalam tingkah laku, ucapan dan seluruh gerak tubuhnya. Kebaikan, kasih sayang, cinta dan kedamaian adalah ciri paling utama yang membuktikan keberadaan iman dan takwa dalam diri seorang hamba.

Semua itu tentu tidak akan bisa dicapai ketika diri kita masih dikuasai nafsu-nafsu syahwati. Kebaikan tidak akan bisa diwujudkan ketika diri kita masih dikekang oleh ambisi pribadi. Kasih sayang dan cinta kepada sesama tidak akan lahir ketika diri kita masih dipenuhi oleh kebencian, iri dan dengki. Kedamaian tidak akan pernah dirasakan ketika masing-masing dari diri kita masih menyimpan amarah dan hasrat untuk menjatuhkan orang lain.

nucare-qurban

Pasca Perang Badar, Nabi Muhammad ditanya oleh seorang sahabat, “apakah ada perang yang lebih besar dibanding Perang Badar wahai Rasulallah?”, Nabi menjawab, “Ada. Yaitu perang melawan hawa nafsu”. Bulan Ramadhan… bulan ampunan dan kasih sayang Allah… sejatinya adalah medan pertempuran, tempat kita dipertarungkan dengan diri kita sendiri. Dengan berpuasa, kita dilatih untuk mengekang syahwat dan melawan pengaruh setan. Dengan berpuasa dan banyak meningkatkan ibadah, kita dilatih untuk sedikit demi sedikit mengikis keburukan yang bercokol dalam diri kita, sekaligus sedikit demi sedikit menumbuhkan benih-benih kebaikan dan kebijaksanaan. Maka Ramadhan, pada hakikatnya bukan hanya ajang untuk meningkatkan ibadah pribadi, tapi juga menjadi media latihan untuk mempertajam kepekaan sosial kita terhadap masalah orang lain dan alam semesta.

اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر، لَا إلهَ إِلا اللهُ وَاللهُ أَكبَر، اللهُ أَكبَر ولله الحَمد

Hadirin, Jamaah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah…

Iman dan takwa tidak hanya menjadikan seseorang rajin salat dan berpuasa, tapi juga menggerakkan pemiliknya untuk bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan, selalu menyuguhkan senyum dan tutur salam kepada setiap orang yang ditemui dan menjaga alam dari segala bentuk pengerusakan.

Sekali lagi, kalau kita bertanya, apa sebenarnya buah dari iman dan takwa? Jawabannya adalah tumbuhnya rasa cinta kasih dan sayang terhadap orang lain, baik yang muslim maupun yang non muslim, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Sebaliknya, jika Islam dan Iman yang kita miliki melahirkan teror dan kebencian, maka sejatinya ia bukanlah iman, tapi fatamorgana bikinan setan.

Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW sering kali bersabda mengenai iman sekaligus menyebutkan ciri-cirinya. Beliau sering menggunakan kata “la yu’minu” atau “man kana yu’minu” serta kalimat-kalimat lain yang berkaitan dengan keimanan.

لَا يُؤمِنُ أَحَدُكُم حَتى يُحِبُ لِأَخِيهِ مَا يُحِب لِنَفسِهِ

“Seseorang tidak dikatakan beriman sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”

Nabi juga pernah bersabda, “man kana yu’minu billahi bal yaumil akhir, fa-l-yukrim jarahu” (barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka muliakanlah tetangganya). Di kesempatan lain, Nabi juga bersabda, “man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir, fal yaqul khairan aw liyashmut” (barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka berkata-katalah yang baik atau diam). Tiga hadis yang disampaikan oleh Nabi ini menunjukkan kepada kita bahwa buah dari iman adalah lahirnya kehendak untuk berbuat baik, menebarkan cinta, kasih sayang, serta sikap menghargai orang lain.

Memuliakan tetangga, adalah ciri orang beriman dan bertakwa. Karena tetangga adalah orang yang paling dekat dengan rumah kita. Kalau ada masalah dan musibah, yang pertama kali tahu dan bisa membantu adalah tetangga. Nabi juga bersabda, ciri orang yang beriman adalah kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu berfaidah, memberikan kesejukan kepada orang yang mendengarnya dan tidak mengandung umpatan ataupun caci maki. Jika tidak perlu, dia akan diam. Kata-kata adalah media komunikasi sosial. Kalau kata-kata kita baik dan lembut, orang lain akan nyaman dan bahagia. Sebaliknya, kalau kata-kata kita kurang baik, orang lain mungkin bisa tersakiti. Menjaga kata-kata adalah menjaga keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga maupun lingkungan masyarakat yang lebih luas.

اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر، لَا إلهَ إِلا اللهُ وَاللهُ أَكبَر، اللهُ أَكبَر ولله الحَمد

Sidang Jamaah Shalat Idul Fitri yang berbahagia…

Dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَعِبَادُ الرَحمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Mereka yang disebut sebagai hamba Allah yang sejati adalah “orang yang berjalan dengan rendah hati dan merespon dengan salam ketika ada orang bodoh yang mengajaknya bicara.”

Rendah hati, tidak sombong dan menundukkan dirinya ketika berjalan adalah karakter seseorang yang beriman. Tidak ada yang perlu dibanggakan dan disombongkan. Diam, merespon perkataan orang yang bodoh hanya dengan senyum dan salam, juga merupakan ciri seseorang yang beriman. Keduanya adalah simbol kebijaksanaan dan sikap yang akan melahirkan dampak berupa terciptanya suasana yang kondusif dan harmonis.

Diam untuk meminimalisir terjadinya konflik dan pertikaian dan tidak sombong karena ingin menjaga perasaan dan kecemburuan orang lain adalah buah dari iman. Memperbaiki jalanan umum yang rusak, membuang batu dari tengah jalan dan membuang sampah di tempatnya adalah buah dari iman. Menanam pohon untuk mempersejuk udara, menghemat air dan tidak menebang pohon sembarangan juga merupakan buah dari iman.

Sebaliknya, umpatan, caci maki, kebencian, amarah dan teror bukanlah buah dari iman. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, mengotori sungai, menebang pohon tanpa aturan dan pertimbangan juga bukan buah dari iman. Menipu ketika berdagang, mendzalimi orang lain demi kepentingan pribadi dan menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri juga bukan dampak dari keimanan.

Dari ayat al-Qur’an dan hadis-hadis sebelumnya, kita tahu bahwa tidak teror, kekerasan dan ujaran kebencian bukanlah nilai ajaran Islam. Seluruh inti ajaran keislaman bertujuan untuk merawat, melestarikan dan menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan.

اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر اللهُ أَكبَر، لَا إلهَ إِلا اللهُ وَاللهُ أَكبَر، اللهُ أَكبَر ولله الحَمد

Sidang Jamaah Shalat Idul Fitri yang berbahagia…

Terakhir, di masa-masa sulit karena pandemik hari ini, sudah saat masing-masing dari kita menunjukkan kualitas keimanan kita dengan cara melipatgandakan solidaritas dan upaya-upaya untuk saling bantu dan saling peduli. Banyak sekali orang, tetangga, kerabat dan saudara kita yang kehilangan pekerjaan. Banyak dari mereka yang kesulitan meski hanya mencari sesuap makanan.

Oleh karena itu, dalam momentum yang sangat tepat pada pagi hari ini, sudah saatnya kita saling bahu-membahu menyalurkan bantuan dan kepedulian kepada sesama. Mengagendakan rencana-rencana solidaritas dan meningkatkan simpul sosial demi keberlangsungan hidup, bukan hanya kita sendiri, tapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita. Hanya dengan cara ini, kita mampu menunjukkan jati diri kita sebenarnya. Mampu mempertanggungjawabkan dan membuktikan bahwa keimanan betul-betul tertanam dalam jiwa kita.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم. ونفعني وإياكم بما فيه من الأيآت والذكر الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات، فاستغفروا إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah kedua

الله أكبر (9 x)  لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحدة صدق وعده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحدة… لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون… لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أجمعين. أما بعد

أيها الحاضرون اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تمو تنّ إلاّ وأنتم مسلمون.  قال الله تعالى في الكتاب الحكيم، ياأيها الذين أمنوا استجيبوا لله ولرسوله إذا دعاكم لما يحييكم واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه وأنه إليه تحشرون. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى أل محمد, كما باركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا من عبادك المتقين الصابرين والشاكرين والعاملين. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم. ولذكر الله الاكبر

- Advertisment -

REKOMENDASI

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Harakah.id – Menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah sunnah. Namun di masa pandemi, ketika berkontak fisik dilarang, apakah kesunnahannya berangsur...

Tradisi Bertawassul Sudah Ada Sejak Zaman Ulama Salaf, Ini Buktinya…

Harakah.id - Pada zaman ini sebagian umat Islam dibingungkan tentang boleh tidaknya tawassul. Padahal tawassul sudah menjadi amalan rutin kebanyakan kaum muslimin. Entah dari...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...