Beranda Khazanah Khutbah Tanpa Bicara, Tanpa Kata-Kata, Inilah Khutbah Ala Sayyidina Usman bin Affan

Khutbah Tanpa Bicara, Tanpa Kata-Kata, Inilah Khutbah Ala Sayyidina Usman bin Affan

Harakah.idUmumnya orang khutbah selalu penuh dengan kata-kata, tapi tidak dengan Khalifah Usman bin Affan. Dalam satu kesempatan, beliau berdiri di atas mimbar hanya dengan diam, khutbah tanpa bicara, tanpa kata-kata yang menyeruak sebagaimana layaknya pada khatib dan orator. Inilah kisah khutbah tanpa bicara ala Sayyidina Utsman.

Jika khutbah dimaknai sebagai ‘berbicara atau perkataan’, maka makna tersebut pernah tidak berlaku bagi khalifah ketiga, Utsman bin Affan. Khalifah Utsman bin Affan di masa kepemimpinannya pernah berkhutbah, tetapi tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kisah ini termaktub di dalam kitab Fihi Ma Fihi karya Jalaluddin Rumi. Berikut kisah lengkapnya.

Di saat kali pertama menjadi seorang khalifah, Utsman bin Affan segera naik ke mimbar dan semua orang menantikan kalimat apa yang akan disampaikan oleh beliau. Seluruh hadirin menunggu dengan saksama, namun khalifah Utsman bin Affan masih saja diam tanpa suara sembari tetap berdiri dengan gagah di atas mimbar.

Utsman bin Affan hanya memandangi seluruh orang yang hadir tanpa sebuah kalimat yang keluar dari lisan beliau. Beberapa orang hadir bahkan dihinggapi rasa takut dan tidak berdaya untuk menatap balik karena sikap diam Utsman bin Affan. Dalam keheningan itu, para hadirin juga tidak mengetahui di mana teman-temannya yang lain duduk.

Dalam kesunyian itu, seakan-akan ada ribuan wejangan yang diungkapkan dari hati ke hati. Sampai beberapa waktu yang cukup lama, khalifah Utsman bin Affan hanya memandangi mereka dan tetap tanpa suara yang terucap. Suasana pun lantas membeku dan penuh dengan keheningan.

Sebelum turun dari mimbar, akhirnya Utsman bin Affan mengucapkan sebuah kalimat pendek: “Kalian lebih butuh pada pemimpin yang banyak bekerja daripada pemimpin yang banyak bicara”. Setelah kalimat singkat, padat, dan jelas tersebut disampaikan, barulah Utsman bin Affan turun dari mimbar. Kalimat yang disampaikan oleh Utsman bin Affan merupakan ungkapan untuk dirinya sendiri.

Jika yang dikehendaki dari sebuah ucapan adalah hikmah, maka diam bisa memberikan hikmah berkali-kali lipat melebih apa yang diberikan oleh kata-kata. Oleh sebab itu, Utsman bin Affan menyimpulkan bahwa pemimpin yang paling dibutuhkan adalah pemimpin yang lebih banyak bertindak daripada berkata.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...