Kiai Ali Mustafa Yaqub, Sang Pendekar Hadis Asli Nusantara

0
1751
Kiai Ali Mustafa Yaqub, Sang Pendekar Hadis Asli Nusantara

Harakah.idKiai Ali Mustafa Yaqub adalah seorang pakar hadis. Selain dikenal sebagai akademisi, beliau juga dikenal sebagai ulama dan dai. Kontribusinya di bidang hadis tak perlu dipertanyakan lagi.

Di abad 21, sulit rasanya untuk tidak memasukkan nama Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam jajaran ulama, intelektual sekaligus pakar hadis di Nusantara. Selain dikenal sebagai pakar dirayah hadis, Kiai Ali Mustafa Yaqub juga masyhur dengan kepakarannya di bidang riwayah hadis. Selain itu, peran gandanya di aspek keulamaan sekaligus akademisi, membuat Kiai Ali Mustafa Yaqub menjadi acuan utama dalam studi hadis dalam satu dasawarsa terakhir. Tak berhenti di sana, beliau mendirikan sebuah lembaga yang berkonsentrasi penuh dalam pengkajian dan pembelajaran ilmu hadis.

Ali Mustafa Yaqub lahir di desa Kemiri, kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada tanggal 2 Maret tahun  1952. Sebagaimana anak desa pada umumnya, Ali Mustafa kecil memulai ngajinya di langgar-langgar desa. SD dan SMP nya dilalui di desa tempat kelahirannya. Setelah lulus, Ali Mustafa muda berniat melanjutkan ke sekolah umum menengah atas, namun sang ayah justru mengantarkannya ke gerbang pesantren.

Di tahun 1966 berangkatlah Ali Mustafa muda nyantri ke Pesantren Seblak Jombang asuhan KH. Ma’shum Ali, salah seorang santri pertama Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari. Lulus di tahun 1969, Ali Mustafa melanjutkan nyantrinya di Pesantren Tebuireng. Di pesantren ini ia belajar kepada KH. Syamsuri Badawi, KH. Adhlan Ali, KH, Shobari dan bahkan menjadi santri khusus di bawah KH. Idris Kamali. Sampai tahun 1972 ia menekuni berbagai macam kitab kuning di berbagai bidang, menghafal sekaligus memahaminya. Lulus di tahun 1972, Ali Mustafa Yaqub kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang dan lulus di tahun 1975.

Pada pertengahan tahun 1976 atas beasiswa penuh dari pemerintah Arab Saudi, Ali Mustafa berangkat ke Saudi Arabia untuk belar di di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Imām Muhammad bin Sa’ud, Riyadh. Lulus di tahun 1980, ia melanjutkan lagi studinya di Universitas King Sa’ud Departemen Studi Islam jurusan Tafsir dan Hadis dan lulus dengan ijazah master di tahun 1985. Pada tahun 2006 Ali Mustafa melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Nizamia Hyderabad India. Di bawah bimbingan Prof. Dr. M. Hasan Hitou, di pertengahan 2007 Ali Mustafa mampu menyelesaikan program doktor by reseachnya pada  konsentrasi Hukum Islam universitas tersebut

Dalam perkembangan intelektual Kiai Ali Mustafa Yaqub, ada beberapa orang guru yang memiliki pengaruh besar, antara lain: KH. Syamsuri Badawi, KH. Idris Kamali, dan Dr. M. Musthofa Azami. Selain itu, beliau juga bersentuhan dengan ulama-ulama lainnya seperti Syeikh Hasan Hitou, Syeikh Wahbah Zuhaili dan Syeikh bin Baz.

Ada ambisi yang dipendam oleh Kiai Ali muda setibanya di Indonesia. Ia ingin menghabiskan hidupnya untuk berdakwah di wilayah paling timur Indonesia. namun pertemuannya dengan Gus Dur di tahun 1985 mengubah paradigma berdakwahnya; bahwa berdakwah tidak harus di Papua. Jakarta juga tengah butuh perhatian para dai yang mumpuni dalam bidang keislaman.

Di tahun yang sama pasca pertemuannya dengan Guru Bahasa Inggrisnya di Tebuireng tersebut, Kiai Ali Mustafa mengajar Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta untuk mata kuliah Hadis dan ilmu Hadis. Ia juga pernah mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Pengajian tinggi Islam masjid Istiqlal Jakarta, Institut Agama Islam Shalahuddin al-Ayyubi (INNISA) Tambun Bekasi dan Universiatas Islam Negeri Syarif Hidayatulllah (UIN) Jakarta

Selain mengajar, ia juga aktif dalam dunia organisasi. Kiai Ali Mustafa Yaqub pernah menjadi ketua umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyādh, Pengasuh Pesantren al-Hamidiyah Depok (1995-1997) dan ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah Jakarta (1991-1997), Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin (1990-1996), anggota Komisi Fatwa MUI pusat sejak 1987, Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi) dan lain-lain.

Di tahun 1997 Kiai Ali Mustafa Yaqub mendirikan Ponpes Darus-Sunnah yang terletak di daerah Pisangan Ciputat. Yakni sebuah lembaga pendidikan pesantren yang fokus pada kajian-kajian hadis. menurut catatan, pesantren yang didirikan Kiai Ali Mustafa adalah pesantren hadis pertama yang ada di Indonesia.

Kiai Ali Mustafa juga tercatat sebagai guru besar Hadis pada Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, pengasuh (Khadim Ma’had) pesantren Darus Sunnah .Sejak 2005 menjadi Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI dan Imam Besar Masjid Istiqlal (sampai 2015), anggota Lajnah Pentashih al-Quran DEPAG RI dan posisi-posisi penting lainnya. hal ini menandakan bahwa integritas keilmuan dan amanah yang dimiliki oleh Kiai Ali Mustafa diakui banyak orang.

Sebagai seorang pendakwah sekaligus muhaddis, Kiai Ali dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak bertele-tele. Misinya memberantas penyebaran hadis-hadis palsu diterapkannya dalam setiap kesempatan pengajian. Ide-idenya tentang komodifikasi agama melalui ustaz-ustaz seleb dan massifitas haji-umrah berulang, juga memposisikan beliau dalam wacana pemikiran keislaman yang berkembang di Indonesia. Melalui 50-an karyanya, Kiai Ali adalah sosok ulama intelektual yang produktif. Baginya, menulis merupakan lahan dakwah yang tidak kalah pentingnya dengan dakwah bil qaul atau bil hal.