fbpx
Beranda Tokoh Kiai Romli Tamim, Mursyid Thariqah Penyusun Istighatsah yang Dibaca Umat Islam Indonesia...

Kiai Romli Tamim, Mursyid Thariqah Penyusun Istighatsah yang Dibaca Umat Islam Indonesia Sampai Detik Ini

Harakah.id – Kiai Romli Tamim, selain dikenal sebagai seorang Kiai, juga merupakan mursyid thariqah qadiriyah-naqshabandiyah. Beliaulah yang mengarang dan menyusun bacaan istighatsah yang dibaca kaum Muslimin Indonesia sampai detik ini.

- Advertisement -

KH. Muhammad Romli Tamim lahir pada tahun 1888 dari seorang ayah bernama Kiai Tamim Irsyad. Beliau lahir di Bangkalan Madura, tanah asal sang ayah sebelum pergi merantau ke Jombang. Dan sejak kecil, Kiai Romli Tamim sudah ikut sang ayah berhijrah ke daerah Peterongan Jombang.

Baca Juga: Kiai Ma’shum Ali Seblak, Pakar Astronomi dan Ilmu Bahasa yang Mengarang “al-Amtsilah al-Tashrifiyyah”

Guru pertama beliau adalah sang ayah dan kakak iparnya yaitu Kiai Kholil, salah seorang tokoh yang membawa dan memperkenalkan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso. Setelah itu, Kiai Romli Tamim muda berangkat belajar kepada Syaikhonan Kholil Bangkalan, yang pada saat itu memang menjadi rujukan utama. Setelah selesai belajar kepada Syaikhona Kholil, Kiai Romli Tamim melanjutkan belajarnya kepada Hadratussyeikh Hasyim Asyari. Ketekunan dan kecerdasan Kiai Romli Tamim merebut hati sang guru, sehingga beliau dijadikan Lurah Pondok sekaligus dijadikan menantu.

Di tahun 1919, Kiai Romli Tamim berangkat ke Mekkah untuk mematangkan ilmunya. Beberapa tahun sepulang dari Mekkah di tahun 1920, beliau melangsungkan perkawinan dengan putri Hadratussyeikh, yaitu Nyai Izzah binti Kiai Hasyim Asyari. Dan sejak itupula, beliau, bersama dua keponakannya: Kiai Dahlan Kholil dan Kiai Ma’shum Kholil, bahu membahu membangun Darul Ulum Rejoso.

Baca Juga: KH. Lili Ghazali Cilacap, Kiai Kampung Rujukan Umat

Kiai Romli adalah seorang kiai yang sangat alim, sabar, wara’, faqih, sufi murni, mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang. Di antara murid-murid beliau yang terkenal dan menjadi kiai besar ialah KH. Muhammad Abbas (Buntet Cirebon), KH. Muhammad Utsman Ishaq (Sawahpuluh Surabaya), KH. Shonhaji (Kebumen), KH. Imron Hamzah (Sidoarjo).

Disamping seorang mursyid, Kiai Romli juga produktif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangan beliau ialah: al Istighotsah bi Hadrati Rabbi al Bariyyah, Tsamratu al Fikriyah, Risalah al Waqi’ah, dan Risalah ash Shalawat an Nariyah.

Beliau wafat di Rejoso pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H. atau tanggal 6 April 1958 M. Sebulan sebelum Kiai Romli meninggal, Darul Ulum sudah berduka dengan wafatnya Kiai Dahlan pada tanggal 16 Maret 1958 di usia 57 tahun. Tak cukup disitu saja, tahun 1961 Kiai Ma’sum Kholil menyusul kakak dan pamannya keharibaan Allah SWT. Dengan demikian tahun 1961 adalah akhir era kepemimpinan Tiga Serangkai Kiai Rejoso.

Baca Juga: Kiai Saifuddin Amsir, Kiai Lokal Pengayom Betawi yang Karyanya Dibaca Dunia

REKOMENDASI

Muktamar NU 17 di Madiun, Upaya NU Membendung Pergerakan PKI Dan Agenda Pendirian Negara...

Harakah.id – Upaya NU membendung pergerakan PKI sudah jauh dilakukan sebelum pecahnya tragedi pemberontakan Madiun tahun 1948. Dengan melaksanakan Muktamar NU...

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...