fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Tak Hanya Sekedar Ritual Tahunan, Ini Sejarah di Balik Pensyariatan Ibadah Kurban

Tak Hanya Sekedar Ritual Tahunan, Ini Sejarah di Balik Pensyariatan Ibadah Kurban

Sejarah Syariat Kurban Bagi Umat Islam

Harakah.idKetua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menjelaskan makna dan dasar sejarah di balik pensyariatan ibadah kurban

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj, mengimbau kepada seluruh umat Islam khususnya warga Nahdlatul Ulama yang mampu untuk berkurban dengan kesadaran hatinya dengan niat yang tulus ikhlas lillahi ta’ala fashali li robbika wanhar.

Dalam sebuah kesempatan, Kiai Said mengatakan, “Mari kita ramaikan Idul Adha ini dengan berlomba-lomba kita berkurban dengan hewan, yang mampu sapi silakan, yang tidak pun kambing, kerbau, boleh semuanya, dalam rangka mensyiarkan, meramaikan Idul Adha, Hari Raya Qurban,” ajak Kiai Said.

Kiai alumnus Universitas Ummul Qurra Mekkah ini pun mengisahkan sejarah disyariatkannya ibadah kurban. Kiai Said bercerita, ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah Swt untuk mengurbankan putranya, yaitu  Nabi Ismail, seorang anak yang tampan dan baru berusia sekitar sembilan tahun, dengan ikhlas Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menyerahkan diri kepada kehendak Allah Swt.

Perintah Tuhan (kepada Nabi Ibrahim untuk) siap untuk menyembelih putranya sendiri. Artinya apa? Nabi Ibrahim seorang yang beriman yang tanpa ragu-ragu sedikit pun, percaya betul, yakin betul, perintah Allah itu benar dan pasti akan kembali kepada kita, hamba-Nya kalau kita menjalankan perintah-Nya,” jelas Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan.

nucare-qurban

Kemudian, lanjut Kiai Said, dengan kemurahan Allah Swt, dibatalkanlah penyembelihan Nabi Ismail diganti dengan gibas atau kambing. “Dari situlah disyariatkan kita berkurban. Ini (ibadah kurban) juga merupakan salah satu bagian kecil dari ibadah sosial kita,” tutur Kiai Said.

Kiai Said mengatakan, agama Islam adalah agama yang menghormati kebersamaan dan kegotong-royongan. Islam adalah agama sosial, agama tamadhun, agama kemasyarakatan.

Islam agama peradaban, agama budaya, agama kemajuan, kemanusian, keadilan. Semuanya prinsip-prinsip Islam,” imbuhnya.

Di hari-hari tertentu, ujar Kiai Said, semuanya menikmati makan enak seperti di Hari Raya Kurban semuanya makan daging. Orang yang kaya hampir setiap hari bisa makan daging, sementara bagi yang miskin, di Hari Raya Idul Adha juga makan daging agar bisa merasakan kenikmatan hidup.

Maka bagi yang mampu, sekali lagi, bagi yang mampu mari kita berlomba, berkurban sebanyak-banyaknya. Tidak usah dibatasin, tujuh orang sapi satu. Enggak, satu orang satu sapi pun silakan, kalau memang mampu. Mudah-mudahan pahalanya akan kita dapatkan nanti di akhirat ketika kita pulang ke hadapan Allah,” pungkasnya.

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...