Beranda Kikan ex. Cokelat Ajak Public Figure Dukung Gerakan Komuji Jakarta

Kikan ex. Cokelat Ajak Public Figure Dukung Gerakan Komuji Jakarta

Kikan Namara ex Cokelat Band Inisisasi Gerakan Komuntas Musisi Mengaji, sebuah gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan.

Musisi yang juga ex vokalis Cokelat band, Kikan Namara, ajak semua kalangan, utamanya para public figure, turut dukung Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). Bersama teman-teman di bawah bendera Komuji Jakarta, ia menginisiasi sebuah gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan. Gerakan yang sudah berjalan setahun belakangan ini, murni dilakukan untuk menyediakan wadah bagi anak muda yang ingin belajar agama dengan kritis, dalam suasana yang santai namun tetap tertib dalam koridor sesuai syariat.

Sesuai namanya, Komuji yang lahir di Bandung, mulanya berisikan para musisi yang peduli dan punya semangat untuk menghidupkan kajian keislaman. Tapi pada perjalanannya, banyak pelaku seni lain yang bergabung. Di samping itu, banyak para ustadz dari pesantren dan perguruan tinggi Islam, menemani, belajar bersama, dan berbagi bersama dalam Komuji.

“Jadi saya dan beberapa teman menginisiasi sebuah gerakan untuk menyebarkan Islam yang ramah dan menyenangkan. Gerakan ini bernaung di bawah bendera Komuji Jakarta, dan terbuka untuk semua kalangan, tidak hanya musisi atau public figure,” ujar Kikan Namara, yang saat ini menjabat Ketua KOMUJI Jakarta, Jumat (26/07/19).

Sebagai contoh, sambung Kikan, beberapa komika juga sudah pernah berpartisipasi mengisi slot kajian-kajian Komuji. Menurutnya, di Komuji anak-anak muda bisa membuka diri seluas-luasnya untuk mengekspresikan kegelisahan dan kecintaan mereka pada Islam, lewat seni dalam bentuk apapun. Selain itu bagi pecinta literasi, di beberapa kesempatan even kajian, Komuji juga membuat mini bazar yang dikhususkan untuk teman-teman komunitas penggiat literasi.

Lewat gerakan ini, KOMUJI ingin anak-anak muda di luar sana aware bahwa ada alternatif lain untuk belajar agama dengan seru dan asyik. Untuk itu, Kikan sangat berharap, teman-teman musisi maupun figur publik yang tentunya memiliki kekuatan untuk meng-influence masyarakat, bersedia untuk ikut mendukung penyebarluasan gerakan ini.

“Saya sangat membutuhkan support teman-teman sekalian agar gerakan ini mendapatkan lebih banyak exposure, sehingga semakin banyak anak muda di luar sana yang aware bahwa kini mereka punya satu lagi pilihan untuk mempelajari agama dengan seru dan asyik,” kata Kikan.

Sesuai dengan namanya, Komuji selalu menyertakan penampilan musik bergantian dengan kajian dari ustadz-ustadz sebagai narasumber. Para narasumber Komuji pun telah melalui proses seleksi yang ketat, tentunya dengan menggali sanad keilmuan dan background akademis mereka masing-masing.

Perlu diketahui, Komuji juga turut aktif dalam kegiatan-kegiatan lintas agama dan lintas mazhab. Karena di Komuji, merawat ke-Bhinneka-an adalah salah satu point yang betul-betul menjadi kepedulian bersama dan tentunya juga melatarbelakangi dibentuknya gerakan ini.

Kikan berharap agar gerakan ini bisa diterima masyarakat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Cara dukungnya gampang kok. Yang pertama, apabila memungkinkan, datanglah ke kajian kami yang InsyaAllah rutin digelar tiap bulan. Kedua, bantu kami membangun awareness masyarakat dengan memposting kegiatan Komuji melalui media sosial. Ketiga, ceritakan pengalamanmu mengikuti kajian di Komuji kepada kerabat dan keluarga, sehingga ke depannya Komuji terus membesar dan semakin solid” Imbuh Kikan. []

Habib Husein Ja’far al-Hadar Soroti Fenomena Berislam yang Lebih Mengedepankan Hukum.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=UwEr7ZCziv8[/embedyt]

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...